Berita

Workshop Revitalisasi Praktik Kependidikan Menuju Kurikulum yang Adaptif, Digital, dan Bernuansa Ignasian

22-06-2026 15:17:06 WIB

Jumat, 12 Juni 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan workshop intensif guna menyusun pedoman baru Praktik Kependidikan serta integrasi kurikulum Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP). Kegiatan ini merupakan langkah strategis fakultas untuk merespons dinamika pendidikan nasional yang berubah sangat dahsyat, termasuk penyesuaian dengan aturan LAMDIK yang mensyaratkan durasi praktik selama 3 hingga 6 bulan. Workshop dibuka oleh Dewa Putu Wiadnyana Putra, S.Pd., M.Sc., dengan doa bersama dan penyampaian agenda kegiatan yang bertujuan untuk mempersiapkan pedoman yang bermanfaat bagi mahasiswa, dosen, serta mitra sekolah

114

Prof. Paulus Kuswandono selaku Wakil Dekan I FKIP USD, dalam arahannya menekankan pentingnya bagi institusi untuk tetap optimis dan adaptif di tengah situasi yang menantang. Salah satu terobosan yang diangkat adalah penyatuan dokumen PLP Lingkungan Sekolah (LS) dan RPP agar lebih ringkas dan praktis bagi pendampingan di sekolah. Selain itu, FKIP USD kini tengah merancang panduan khusus untuk PLP Internasional, guna memperluas jangkauan praktik mahasiswa hingga ke mancanegara, seperti Thailand, serta daerah luar Jawa seperti Kalimantan.

112

Rohandi, Ph.D., sebagai fasilitator pertama, memaparkan pentingnya pembaharuan kurikulum mata kuliah praktik yang kini disepakati sebesar 4 SKS dengan pelaksanaan penuh di sekolah pada bulan Juli hingga Oktober. Beliau memperkenalkan konsep "nyantrik", di mana mahasiswa diajak untuk menyelami kehidupan guru secara utuh di sekolah mulai dari datang pagi, mengelola kelas, hingga refleksi harian.

Poin krusial yang ditekankan Pak Rohandi adalah integrasi Pedagogi Ignasian dalam proses mentoring. Mahasiswa didorong untuk menghasilkan luaran berupa Book Chapter ber-ISBN yang berisi refleksi kritis atas pengalaman mereka, menggantikan format laporan konvensional yang sering kali terjebak dalam budaya "salin-tempel" (copy-paste).

113

Senada dengan hal tersebut, Febi Sanjaya, M.Sc., selaku fasilitator kedua, menyoroti sisi teknis dan digitalisasi luaran praktik. Beliau mengusulkan agar laporan observasi sekolah dikemas dalam bentuk yang lebih kreatif dan ramah media sosial, seperti video profil sekolah atau infografis.

Untuk mempermudah dokumentasi, mahasiswa akan menggunakan platform LMS dan Digital Portofolio untuk menyimpan seluruh artefak pembelajaran mereka secara sistematis. Pak Febi juga menyarankan penyederhanaan administrasi, di mana jurnal harian yang kaku diganti dengan refleksi mingguan yang lebih bermakna dan mendalam. Dari sisi penilaian, lokakarya menyepakati bobot evaluasi yang mencakup sikap (25%), praktik mengajar (35%), serta luaran kreatif dan artikel (20%).

115

Saat sesi diskusi, para dosen berdinamika mengenai status praktik "Mandiri" dan "Terbimbing", FKIP USD tetap berkomitmen bahwa lulusan S1 harus memiliki kemampuan mengajar yang setara dengan standar profesional, bahkan siap bersaing dengan lulusan PPG. Melalui revitalisasi ini, FKIP USD ingin mewujudkan slogan "More Than an Educator" dengan menghasilkan guru yang tidak hanya kompeten secara teknis, tetapi juga memiliki kedalaman nurani dan kepemimpinan instruksional yang kuat.

Albertus Hariwangsa Panuluh, Ph.D., selaku Wakil Dekan II FKIP USD menyimpulkan bahwa FKIP USD terus berupaya menyelaraskan kemampuan anggaran dengan kebutuhan pengembangan kompetensi mahasiswa di lapangan. Melalui rumusan biaya satuan yang tepat, kita membangun sistem yang lebih kokoh untuk memfasilitasi proses mentoring calon guru masa depan. 

Sebagai penutup rangkaian kegiatan yang berlangsung hingga sore hari tersebut, Pak Dewa kembali memimpin doa syukur atas berbagai keputusan dan draf dokumen yang berhasil dirumuskan untuk kemajuan FKIP USD.

 kembali