Berita

50 Guru SDK BPK Penabur Belajar Montessori di PGSD USD

24-09-2025 15:15:42 WIB

Senin, 22 September 2025 dan Selasa 23 September 2025, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Universitas Sanata Dharma mendapat kunjungan dari SDK BPK Penabur. Total 50 guru Bahasa Indonesia dari SDK BPK Penabur datang ke Lab Montessori PGSD Universitas Sanata Dharma untuk belajar bersama dengan tema “Mengenal, memahami, dan menerapkan Metode Pembelajaran Montessori sebagai Pendekatan Pembelajaran Diferensiasi Sesuai Bakat dan Kompetensi Siswa”.
Pada dinamika hari pertama, para guru mata pelajaran Bahasa Indonesia dari SDK BPK Penabur diajak untuk kembali mengingat apa itu pembelajaran berdiferensiasi. Pemahaman terkait pembelajaran berdiferensiasi tersebut menjadi langkah awal untuk memasuki pengertian dan pemahaman terkait metode pendidikan Montessori. Antusiasme dan keaktifan terlihat dari proses dinamika belajar bersama di lab Montessori PGSD. Materi belajar dibagi menjadi beberapa bagian, pada hari pertama materi pokok yang diberikan adalah “Penerapan Metode Montessori sebagai Pendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi” dan “Fase A Pengenalan Huruf dan Kosa Kata”. Dalam penjelasannya terkait metode Pendidikan Montessori, Ibu Irine Kurniastuti, M.Psi. menyampaikan bahwa peran guru dalam metode ini adalah sebagai observer. Hal itu melahirkan tanggung jawab besar yang mana para guru perlu mempersiapkan lingkungan belajar yang penuh akan media belajar. Ibu Irine juga menyampaikan bahwa metode Montessori tidak sekadar membawa peserta didik untuk bisa memahami bidang ilmunya, tapi lebih ke bagaimana para peserta didik berhasil menyukai bidang ilmu yang diajarkan. 
Dinamika hari kedua berlangsung lebih lama dengan sesi pembuka diisi oleh Ibu Irine dan sesi lanjutan diisi oleh Bapak Dr. Apri Damai Sagita Krissandi,S.S. Masih bertempat di lab montessori, materi hari kedua mengambil pokok materi yang lebih banyak dan kompleks dari hari pertama yaitu, “Fase A mengenal Jenis Kata dan Menulis Kalimat Sederhana”, “Literasi berkembang (Fase B) memperluas kosakata, memahami Ide Pokok , Serta menulis kalimat lebih panjang” dan ditutup dengan materi terakhir dengan pokok bahasan “Literasi lanjut (Fase C) membaca kritis, menulis terstruktur, dan memahami berbagai jenis teks”. 
Pada sesi pertama oleh Ibu Irine, beliau memberikan pemahaman kepada para peserta atau para guru Bahasa Indonesia dari BPK Penabur bahwa kelas montessori akan sangat banyak proses latihan-latihan dengan media permainan yang cocok atau sesuai dengan kebutuhan peserta didik. Pada Sesi kedua dan ketiga oleh Bapak Damai, beliau menyampaikan bahwa bahasa merupakan produk dari kebudayaan yang mana juga merupakan bentuk revolusi kognitif. Beliau juga menekankan bahwa berpikir tanpa bahasa itu tidak bisa dilakukan. Dalam proses metode Pendidikan Montessori, berbahasa merupakan hal yang penting karena menjadi sarana masuknya berbagai ilmu dan pengetahuan dari peserta didik. Adanya penekanan juga terkait media Montessori yang harus benda berwujud yang membawa pemahaman bahwa dalam konsep Pendidikan Montessori, sekolah adalah persiapan para peserta didik untuk menghadapi dunia nyata. Dengan konsep sekolah sebagai persiapan memasuki dunia nyata, setting ruangan kelas sebisa mungkin dibuat seperti rumah dengan adanya fasilitas seperti dapur,tempat tidur, wastafel, kamar mandi dan berbagai fasilitas konkret lainnya.


Proses belajar Metode Pendidikan Montessori oleh para Guru Bahasa Indonesia dari SDK BPK Penabur berjalan dengan lancar dan dipenuhi antusiasme para peserta. Keselarasan antara rasa ingin tahu para peserta dan para pemberi materi membawa proses belajar Montessori kepada kondisi dan situasi yang penuh akan diskusi, praktik langsung dan tanya jawab yang aktif. 

 kembali