Berita

Kuliah Tamu Pendidikan Biologi: Menggali Keterkaitan Antropobiologi dan Karya Sastra

08-04-2025 12:15:55 WIB

    USD – 24 Maret 2025, Mahasiswa semester 4 Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma (USD) mendapatkan wawasan baru melalui kuliah tamu yang diselenggarakan. Acara ini menghadirkan Dr. Gregorius Budi Subanar SJ, atau yang akrab disapa Romo Banar, seorang akademisi, penulis, seniman, serta tokoh sastra yang dikenal luas di Indonesia. Bertempat di Laboratorium Botani Program Studi Pendidikan Biologi USD, kuliah tamu ini mengangkat tema menarik: "Pengalaman Sepotong Mendaratkan Antropobiologi dalam Karya Sastra".

    Kuliah tamu ini menjadi bagian dari mata kuliah Antropobiologi, yang merupakan mata kuliah wajib bagi mahasiswa semester 4 Pendidikan Biologi. Melalui sesi ini, mahasiswa diajak untuk memahami bahwa biologi tidak hanya sebatas ilmu tentang fenomena alam, tetapi juga memiliki dimensi budaya yang dapat dieksplorasi melalui sastra. Dalam pemaparannya, Dr. Budi Subanar SJ menegaskan bahwa "Sains dan seni bukanlah dua dunia yang terpisah. Sastra adalah jembatan yang menghubungkan pemahaman ilmiah dengan pengalaman manusia yang penuh makna."

    Diskusi berlangsung interaktif, dengan Romo Banar menjelaskan bagaimana antropobiologi dapat menjadi alat untuk memahami hubungan manusia dengan lingkungan melalui perspektif sastra. Ia memberikan berbagai contoh dari karya sastra klasik hingga modern yang menggambarkan keterkaitan manusia dengan alam, termasuk kisah Enau sebuah pohon yang pernah menjadi media menulis sejak 1.300 tahun lalu di Nusantara dan menandai awal kebudayaan tertulis bangsa Indonesia. Ia juga menyoroti bagaimana capung, cengkeh, damar, dan barus memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan manusia dan keseimbangan ekosistem.

    "Melalui sastra, kita bisa merasakan emosi, nilai-nilai, dan filosofi hidup yang sering kali tidak tergambarkan dalam pendekatan ilmiah konvensional," ujar Romo Banar.


    Antusiasme mahasiswa terlihat jelas sepanjang sesi. Salah seorang peserta menyampaikan kesannya bahwa kuliah tamu ini membuka perspektif baru baginya. "Selama ini saya menganggap biologi identik dengan laboratorium, data, dan eksperimen. Namun, setelah mendengar penjelasan Romo Banar, saya menyadari bahwa biologi juga bisa dipahami melalui kisah-kisah yang dekat dengan kehidupan manusia."

    "Jika siswa melihat bahwa biologi memiliki relevansi dengan kehidupan mereka melalui cerita, tradisi, atau seni mereka akan lebih tertarik untuk belajar," tuturnya.

    Bagi Program Studi Pendidikan Biologi USD, kuliah tamu ini menjadi langkah strategis dalam memperkaya kurikulum dengan pendekatan multidisipliner. Melalui perpaduan antara ilmu pengetahuan dan seni, mahasiswa diajak untuk menjadi pendidik yang tidak sekadar mengajarkan teori, tetapi juga mampu menceritakan kisah-kisah besar tentang kehidupan manusia dan alam. Dengan ini, mereka tidak hanya membangun pemahaman ilmiah yang kuat, tetapi juga mengangkat kearifan lokal sebagai sumber ilmu pengetahuan yang berharga bagi masa depan.

(IKB/P.Bio)

    Berita ini sudah pernah ditayangkan di web USD pada  25 Maret 2025 dengan judul "Kuliah Tamu Pendidikan Biologi: Menggali Keterkaitan Antropobiologi dan Karya Sastra" dengan tautan BeritaUSD

 kembali