Berita

Berjalan Bersama Ignasius III : Diskresi

29-11-2024 21:00:07 WIB

    Kamis, 28 November 2024, FKIP USD menyelenggarakan kegiatan eksamen pembelajaran yang ketiga bagi dosen FKIP USD. Kegiatan ini diselenggarakan di Ruang Kadarman, Kampus II, Universitas Sanata Dharma, yang dihadiri oleh Dekan, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, dan dosen-dosen FKIP USD. Melanjutkan dari kegiatan eksamen pertama dan kedua, tema yang diangkat dalam pertemuan ketiga ini adalah Diskresi dengan narasumber dalam kegiatan ini adalah Romo Lucianus Suharjanto, S.J., S.S., B.S.T, M.A, yang akrab disapa Romo Harjanto. 

    Kegiatan eksamen diawali dengan sambutan dari Dekan FKIP. Dalam sambutannya, Drs. Tarsisius Sarkim, M.ED., PH.D., Dekan FKIP, menyatakan bahwa kegiatan eksamen bertujuan mendukung formasi dosen, yaitu membantu refleksi diri, memahami dinamika rutin, dan mendalami konsep diskresi sebagai upaya memperkuat implementasi PI (Pedagogi Ignasian) yang berfokus pada pengembangan kualitas pribadi melalui perenungan dan diskusi.

 “Pada hari pertama, kita dibantu untuk mengenali diri, narasi diri. Lalu yang kedua dinamika rutin, dan yang ketiga kita ditemani oleh Romo untuk mendalami dan juga  mempertimbangkan, memikirkan apa itu diskresi dan bagaimana cara melakukan diskresi. Hal ini memang dimaksudkan untuk menemani kita sebagai bagian dari formasi dosen dan juga untuk memperkuat implementasi PI. Karena kita semua menyadari, PI bukan soal metode tetapi adalah tentang kita, maka mari kita nikmati, merenung, dan diskusi” Ungkapnya


    Romo Harjanto memulai pemaparan materi dengan membahas kembali mengenai narasi diri dan dinamika batin sebagai komponen untuk membahas diskresi.


“Di pertemuan pertama, kita merumuskan diri kita dengan narasi, narasi diri penting karena menjadi titik pijak pemaknaan kalau kita menghendaki pembelajaran di Universitas Sanata Dharma itu bermakna, maka ada prasyarat bahwa masing-masing dosen mempunyai narasi’’ Ungkapnya.

   Romo melanjutkan bahwa dinamika batin bersumber dari kebutuhan, dimana salah satu kebutuhan tersebut ada yang dominan sehingga menentukan isi dari emosi-emosi dan mengantarkan kita ke pengalaman-pengalaman yang positif. Kemudian dilanjutkan dengan pembahasan diskresi. Diskresi berujung pada pengambilan keputusan-keputusan pada diri. Diskresi diturunkan ke fokus-fokus yakni: sejarah identitas misi, konteks baru, dinamika batin, dan keputusan aksional yang berujung pada sebuah tindakan-tindakan.

 kembali