Berita

BIDOSMA FKIP dengan Tema Peran AI dan Buku Dalam Bidang Pendidikan

27-09-2024 11:03:31 WIB

20 September 2024, BEM FKIP mengadakan bincang dosen dan mahasiswa yang disingkat BIDOSMA dengan tema “Peran AI dan Buku dalam Bidang Pendidikan”. Kegiatan yang diadakan di Ruang Seminar Driyarkara, Kampus II, Universitas Sanata Dharma. dihadiri oleh Dekan FKIP, Wakil Dekan I, Wakil Dekan II, segenap kaprodi dan dosen-dosen di lingkup FKIP, dan organisasi mahasiswa (ORMAWA) di lingkup FKIP.

Dalam sambutannya, Dekan FKIP menyampaikan bahwa topik yang diangkat dalam acara ini merupakan bagian pergulatan di FKIP untuk memikirkan bagaimana pendidikan di masa depan dan cara mempersiapkan calon pendidiknya. 

Acara ini dimoderatori oleh Claudia Florenza Lola Ananta, seorang mahasiswi angkatan 2022 Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi. Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yaitu dari pihak dosen, FX. Risang Baskara, M.Hum., Ph.D, selaku Kepala Program Studi Sastra Inggris dan dari pihak mahasiswa, Angelica Natalie Windyaputri, seorang mahasiswa angkatan 2022 dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris.

Moderator menyampaikan bahwa tema ini sangat menarik dan relevan yaitu peran AI dan buku dalam pendidikan. Penggalian dua elemen penting dalam pendidikan yang menggabungkan kecerdasan buatan AI dan buku sebagai sumber utama pengetahuan. Dua elemen ini memainkan peran penting dan berbeda, namun saling melengkapi dalam mendukung proses pembelajaran.

Acara ini juga menampilkan data sebagai dasar pembahasan. Data berupa hasil review jurnal-jurnal dan hasil kuesioner mahasiswa mengenai AI. Hasilnya menyatakan bahwa AI sangat penting dalam pendidikan, baik dalam mencari ide dan pengetahuan serta melatih kreativitas. AI juga sering dipakai mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran.

Pembahasan lebih lanjut adalah tentang pandangan mengenai AI yang mempermudah dan mempercepat ketika mencari informasi dan jawaban, serta cara untuk mempertahankan ketertarikan mahasiswa atau siswa terhadap buku ditengah asupan AI yang semakin meningkat.

Bapak Risang menyampaikan bahwa yang perlu diperhatikan bukan hanya mudah dan cepat dalam mencari informasi, tetapi itu merubah lanskap pendidikan bagaimana kita memproses informasi. 

“Tingkat implementasi dan integrasi Generative Artificial Intelligence tergantung pada tingkat adaptasi dosen terhadap teknologi. Saya menganut Seymour Papert salah satu pionir kecerdasan buatan dalam pendidikan yang mengatakan bahwa AI dapat digunakan maksimal jika kita mengadopsi hal ini “learning by making”. Jadi mahasiswa tidak hanya menggunakan informasi tapi juga belajar dan produksi lagi informasi menjadi hal yang berbeda” Ungkapnya.

Ia juga menyampaikan bahwa AI akan berdampak baik atau buruk tergantung pada adaptasi. Nyatanya literasi membaca tidak hanya dipengaruhi oleh adanya AI. Namun minat membaca sudah rendah dari tahun ketahun. Contohnya majalah-majalah lama sudah tidak diproduksi lagi. Sehingga dunia digital ini membawa manusia kepada cara membaca yang berbeda. 

Angelica juga menyampaikan bahwa AI membantu dalam memperluas wawasan. Namun buku juga memberikan pengalaman yang mendalam pada proses belajar.

“Kita masih membutuhkan buku, terutama bagi orang yang memiliki gaya belajar tertentu, sehingga disesuaikan dengan tipe masing-masing orang “Ujarnya.


 kembali