Berita

SIDANG TERBUKA PROMOSI DOKTOR Obed Bima Wicandra, M.A..

28-07-2026 15:46:00 WIB

USD – Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma (USD) menyelenggarakan Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Kajian Budaya pada Senin, 8 Juli 2026, di Ruang Kadarman, Gedung Pusat Universitas Sanata Dharma. Dalam sidang tersebut, Obed Bima Wicandra mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Bonek: Grafiti dan Mikropolitik Hasrat dalam Budaya Fan Sepak Bola”, sebuah kajian yang menawarkan perspektif baru dalam memandang grafiti sebagai bagian dari ekspresi budaya suporter sepak bola.



Dalam penelitiannya, Obed Bima Wicandra melihat graffiti sebagai praktik kultural yang menubuhkan Hasrat, soldiaritas, serta semngat hidup dalam kultur fan sepak bola, khususnya dalam kultur supporter Persebaya, Bonek. Fokusnya ditekankan dalam menjelaskan graffiti siporter sebagai proses mikropolitik hasrat yang megorganisir afek dan menghasilkan solidaritas sosial melalui praktik keseharian. Maka, dalam disertasinya, Obed mempertemukan teori mikropolitik hasrat dan teori nilai keutamaan dari Felix Guattari dengan teori agonisme dari Chantal Mouffe untuk menjawab 3 pertanyaan penelitian yaitu: bagaimana corak graffiti yang lahir dari budaya fan sepak bola? Mengapa budaya fan sepak bola yang didukung dengan praktik grafiti bisa disebut sebagai subkultur agonistik? dan Bagaimanakah nilai-nilai keutamaan baru yang bisa ditafsirkan dari grafiti secara mikropolitik untuk menggambarkan grafiti sebagai seni perjuangan (agonistik) fan sepak bola?

Dengan metode berjalan kaki (walking method), Obed mengumpulkan data graffiti suporter jalur rel kereta api Surabaya, Sidoarjo, Pasuruan, Mojokerto, Lawang, Kediri dan melakukan wawancara pada Bonek dan Aremania, serta penulis graffiti. Dari data yang terkumpul, Obed kemudian melakukan analisis data dengan metode semiotika non-representasional (asignifying semiotics). Analisis data menunjukkan bahwa corak graffiti bonek dicirikan oleh bentuk tipografi yang lugas, mudah terbaca, kasar, dan ekspresif, dengan orientasi utama pada penandaan identitas dan jejak kehadiran, bukan pencapaian estetika formal. Budaya graffiti fan sepakbola ini dapat disebut subkultur agonistic sebab budaya suporter sepak bola hidup dari tensi yang terus-menerus, bukan dari keharmonisan. Mereka membutuhkan keberbedaan, bahkan konflik, untuk mempertahankan keberadaannya. Inilah yang tampak dalam grafiti Bonek, yaitu tanda-tanda itu tidak bermaksud menghancurkan lawan, tetapi menandai ruang agar tetap menjadi arena kontestasi yang hidup. Dari situ, Obed juga menemukan bahwa nilai keutamaan yang ada pada praktik graffiti Bonek tersebut adalah menjadi sebuah learning community yaitu ruang belajar kolektif yang membentuk cara hidup bersama di tengah konflik dan rivalitas melalui perjalanan tandang, praktik solidaritas, pengalaman konflik, penggunaan ruang sisa, hingga produksi tanda seperti grafiti. Jika konsep rizom dari Guattari adalah penyebaran koneksi yang non-linear dan tanpa pusat, Obed menawarkan konsep rhizopora untuk menjelaskan munculnya titik-titik pengendapan afek-afek, memori-memori, dan hasrat-hasrat kolektif dalam jaringan tersebut.



Sidang Ujian Terbuka ditutup dengan pembacaan hasil Yudisium Obed Wicandra dan penyerahan SK Yudisium secara simbolis. Sidang promosi doktor juga ini menjadi salah satu wujud komitmen Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma dalam mendorong lahirnya penelitian yang mampu membaca fenomena sosial melalui perspektif ilmu pengetahuan yang kritis, kontekstual, dan multidisipliner. Melalui penelitian seperti ini, Universitas Sanata Dharma terus berupaya menghadirkan kontribusi akademik yang tidak hanya memperkaya pengembangan ilmu, tetapi juga membuka ruang dialog baru dalam memahami berbagai praktik budaya yang berkembang di masyarakat.

 kembali