Berita
SIDANG TERBUKA PROMOSI DOKTOR Dhyani Widiyanti, M.Sn.
02-07-2026 09:50:20 WIB
USD - Promovenda Dhyani Widiyanti, S.Sn., M. Sn dari Program Doktor Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma berhasil meraih gelar doktor setelah mempertahankan disertasinya dalam Sidang Terbuka Ujian Promosi Doktor yang diselenggarakan di Ruang Kadarman, Kampus II, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, Rabu (17/6/2026).
Sidang terbuka dipimpin oleh Direktur Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma, Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D. Dalam pembukaan sidang, Prof. Paulus menyampaikan bahwa promovenda, Dr. Diani Widiyanti, mahasiswa angkatan 2020, telah menyelesaikan seluruh persyaratan akademik dan sebelumnya dinyatakan lulus ujian doktor tertutup setelah menempuh studi selama 5 tahun 11 bulan. Selain menghasilkan sebuah disertasi yang orisinal, signifikan, dan konsisten, seorang doktor harus bisa mempertanggungjawabkan dan mempertahankan apa yang ditulis di hadapan para penguji.” ujar Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D. saat membuka sidang.
Dewan penguji terdiri atas Prof. Paulus Sarwoto, Ph.D. selaku ketua sidang, Prof. Dr. Agustinus Supratiknya, sebagai promotor, Dr. Monica Eviandaru Madyaningrum, Ph.D., Dr. Yustina Devi Ardhiani, M.Hum., Prof. Dr. Swastiwi, M.Des., serta Dr. Stanislaus Sunardi. Sementara itu, Dr. Gregorius Budi Subanar, S.J. selaku ko-promotor berhalangan hadir karena alasan kesehatan dan Dr. F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. tidak dapat hadir karena menjalankan tugas akademik di Jerman.
Dalam sidang tersebut, Promovenda Diani Widiyanti mempertahankan disertasi berjudul “Pertahanan Diri dalam Modernitas Cair: Makna Perhiasan Non-Precious Material bagi Perempuan Urban Kelas Menengah Atas Jakarta.” Penelitian tersebut mengkaji makna penggunaan perhiasan berbahan non-logam mulia sebagai bentuk ekspresi identitas dan strategi menghadapi berbagai tekanan kehidupan modern.

Berdasarkan riwayat hidup yang dibacakan promotor, Promovenda Diani Widiyanti merupakan praktisi seni Indonesia yang saat ini berbasis di Australia. Beliau menyelesaikan pendidikan Sarjana Desain Komunikasi Visual di Institut Teknologi Bandung dan Magister Penciptaan Seni Murni dan Industri Budaya di Institut Kesenian Jakarta. Selain pendidikan formal, beliau mengikuti berbagai pelatihan profesional di bidang gold smithing, pengerjaan logam, visual effect, serta manajemen galeri dan museum di Jerman, India, dan Australia. Beliau juga aktif mengikuti berbagai pameran seni dan perhiasan kontemporer di tingkat nasional maupun internasional.
Dalam presentasinya, beliau menjelaskan bahwa perkembangan perhiasan kontemporer telah menggeser pandangan lama yang mengaitkan perhiasan semata-mata dengan kemewahan dan status sosial. Perhiasan berbahan non-precious material seperti kayu, resin, tekstil, akrilik, dan benda temuan sehari-hari kini dimaknai sebagai medium ekspresi diri dan refleksi pengalaman hidup. Penelitian tersebut menggunakan pendekatan kualitatif dalam perspektif kajian budaya dengan melibatkan tujuh perempuan urban kelas menengah atas berusia 32 hingga 50 tahun yang aktif dalam berbagai komunitas sosial di Jakarta. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dokumentasi visual, dan studi literatur.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa perempuan urban menghadapi berbagai bentuk kegelisahan dalam kondisi yang disebut liquid modernity atau modernitas cair, yaitu situasi sosial yang ditandai oleh ketidakpastian identitas, relasi sosial yang tidak stabil, serta tingginya tuntutan performativitas sosial. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan akan ruang ekspresi dan mekanisme pertahanan diri.
Temuan penelitian mengungkapkan bahwa perhiasan non-precious material tidak hanya berfungsi sebagai aksesori fesyen, tetapi juga menjadi medium katarsis, refleksi diri, dan sarana membangun stabilitas emosional. Material sederhana seperti resin, akrilik, kayu, maupun tekstil menyimpan makna simbolik yang berkaitan dengan memori, pengalaman hidup, hasrat, dan proses pemulihan diri para penggunanya.
Setelah mempertahankan disertasinya di hadapan dewan penguji dan tamu undangan, promovenda dinyatakan berhasil menyelesaikan tahapan ujian terbuka Program Doktor Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma. Dengan demikian, Dr. Diani Widiyanti resmi menyandang gelar doktor dan menambah deretan akademisi Indonesia yang berkontribusi dalam pengembangan kajian budaya, seni, dan perempuan.
SHL - Humas
kembali