Berita
PACEKLIK CULTURE FESTIVAL IV “Pager piring: Perempuan penjaga pangan dan budaya”
22-10-2022 20:23:03 WIB
Paceklik Culture Festival adalah festival seni budaya masyarakat di Kabupaten Gunungkidul, diinisiasi oleh komunitas Sekar Nyentrik Ruang Kreatif Masyarakat Seni Gunungkidul. Festival ini diinspirasi oleh refleksi atas paceklik di Gunungkidul tahun 1963 dan refleksi atas perkembangan zaman (termasuk modernitas) yang salah satu efek nya. Setelah sukses dilaksanakan pertama kali pada tahun 2019, maka pada tahun keempat ini Paceklik Culture Festival IV dilaksanakan pada 4-5 Oktober 2022.
Paceklik Culture Festival IV 2022 kali ini diselenggarakan di tengah peristiwa yang menarik untuk dibahas, khususnya persoalan perempuan, ekonomi, pangan, dan kebudayaan di Gunungkidul dan konteks masyarakat luas. Seperti kita ketahui akhir-akhir ini, melonjaknya harga kebutuhan pokok ditambah kenaikan harga BBM menimbulkan permasalahan ekonomi bagi rakyat di akar rumput. Kondisi ekonomi yang belum pulih akibat pandemi Covid-19 selama lebih dari dua tahun terakhir, ditambah kenaikan berbagai harga barang, menyebabkan tantangan yang lebih besar bagi rumah tangga. Hal ini pun menjadi beban bagi kaum perempuan di pedesaan, terutama di Gunungkidul. Tingginya harga berbagai kebutuhan dan semakin besarnya pengeluaran dibandingkan penghasilan, menyebabkan kaum perempuan harus memutar otak mengatur cara agar kebutuhan dapur tetap terpenuhi dengan segala macam cara. Di sini, kaum perempuan di pedesaan ternyata memiliki wawasan dan strategi yang tidak kalah jeli dibandingkan kaum perempuan urban dengan segala kelebihannya. Wawasan dan strategi tersebut ternyata mampu merangkul dimensi interaksi sosial sekaligus ketahanan pangan sebagai jawaban atas semakin bergejolaknya ekonomi rumah tangga akibat naiknya harga barang.
Salah satu aspek yang tidak dapat dipisahkan dalam strategi tersebut adalah aspek kebudayaan. Perempuan di pedesaan Gunungkidul juga merangkap sebagai penjaga kebudayaan, bahkan mengambil inisiatif terdepan di tengah masyarakat dan menjadi panutan dalam mengambil peran dalam konteks kebudayaan. Dalam keseharian, kedekatan ruang lingkup budaya dan sosial dengan kehidupan perempuan Gunungkidul menyebabkan kaum
perempuan mampu memengaruhi suami, anak-anak, bahkan masyarakat sekitarnya untuk bersikap dan mengambil bagian dalam melestarikan dan nguri-uri kebudayaan. Praktik ini bisa berwujud gotong royong, saling menolong, sopan santun, dan saling berbagi terhadap sesama.
Salah satu fenomena yang dapat merangkum peranan perempuan pedesaan dalam melakukan strategi sosial sekaligus merawat kebudayaan sembari memupuk ketahanan pangan adalah fenomena pager piring.
Memperhatikan fenomena dan latar belakang tersebut di atas, Sekar Nyentrik Gunungkidul didukung oleh Pusat Sejarah dan Etika Politik (PUSdEP) Program Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma Yogyakarta bermaksud menyelenggarakan sarasehan budaya dengan tema Pager Piring: Perempuan Penjaga Pangan dan Budaya.
Melalui sarasehan ini, diharapkan peranan dan strategi kaum perempuan tersebut dapat diperbincangkan, dibaca dari berbagai perspektif, serta ditinjau ulang dalam kerangka yang lebih besar. Pun sarasehan ini juga membuka ruang interaksi antara berbagai pandangan, tidak terbatas dari atau mengenai kaum perempuan, yang semakin memperkaya kita dalam memaknai berbagai realitas sosial. Sangat mungkin jika perbincangan-perbincangan dalam sarasehan ini memberi inspirasi supaya kita terhindar dari paceklik budaya, kekeringan nalar, dan lapar akan sapaan.
Sarasehan Budaya dalam Paceklik Culture Festival IV 2022 ini bertujuan:
Membangun komunikasi antara pelaku dan pemerhati budaya sebagai bagian masyarakat dengan dunia akademik dan pemangku kebijakan, Memperkenalkan budaya sebagai kekayaan dan identitas yang senantiasa aktif serta cair, sehingga dapat menjadi strategi dalam menghadapi tantangan dalam kehidupan masyarakat.
Sedangkan manfaat yang dapat dicapai melalui sarasehan ini: Mengenalkan budaya lokal terhadap generasi muda lewat peran perempuan, Mengenal dan memperbincangkan perempuan sebagai penjaga budaya di tengah masyarakat dan keluarga., Melihat budaya sebagai jalan untuk menemukan kekuatan bersama di tengah tantangan yang dihadapi masyarakat, terutama di Desa Ngeloro, Kecamatan Saptosari, Kabupaten Gunungkidul, Membangun ruang seni ditengah masyarakat pedesaan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dan mengangkat derajat perempuan
WAKTU DAN TEMPAT
Hari Selasa, 4 Oktober 2022, jam 18.00-20.30 WIB
Tempat: 1. Luring: Taman Beringin Sukarno, Kampus 2 Universitas Sanata Dharma, Jl. Affandi, Mrican (terbatas)
Daring: melalui Zoom Meeting & Live YouTube (umum)
- Mengenal Suasana Akademik Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Lewat Open House 2026
- Bincang Buku Program Studi Kajian Budaya: Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee di Universitas Sanata Dharma
- 25 Tahun Ilmu Religi & Budaya dan Launching Buku Saga dari Bengawan Nil
- Program Studi Magister Kajian Budaya Pertahankan Akreditasi Unggul
- Inisiasi Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2025/2026
- Ujian Proposal Tesis Mahasiswa Magister Kajian Budaya Angkatan 2024
- Telah Terbit: RETORIK: Jurnal Ilmu Humaniora | Vol. 13 no. 1
- Open House Program Pascasarjana USD 2025
- Ujian Tesis Dian Astrid Widjaja, Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma
- Penandatanganan MoU antara Program Magister Kajian Budaya, Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma dan Punk Scholars Network (PSN) Indonesia
