Profil
Mengenal Program Magister Kajian Budaya
Selayang Pandang
Program Magister Kajian Budaya telah mencapai usia 25 tahun sejak berdiri pada tahun 2000 dengan nama awal Program Magister Ilmu Religi dan Budaya. Sebagai salah satu perintis program studi lintas disiplin di bidang ilmu-ilmu sosial kemanusiaan, program ini ingin mencairkan kembali dialog keilmuan sosial-kemanusiaan yang cenderung terkotak-kotak. Pencairan kembali ini diperlukan untuk meningkatkan kualitas komunikasi akademik dan keilmuan dalam dunia akademik yang selama ini terasing karena pengelolaan pengajaran ilmu sosial kemanusiaan yang terlalu mengandalkan basis disipliner. Sebagai bidang kajian, program ini mengambil budaya dan religi sebagai bidang kajiannya.
Kehadiran program semacam ini diharapkan bisa ikut mendorong terwujudnya budaya dan masyarakat Indonesia yang komunikatif-emansipatif sehingga bisa mempercepat proses demokrasi dan pembentukan masyarakatsipil di Indonesia.
Dalam perjalanannya selama 25 tahun, program ini melihat bahwa komunikasi akademik yang lebih cair itu sudah menjadi keniscayaan dan oleh karena itu dibutuhkan oleh banyak orang. Namun dari sisi lain program ini juga menemukan bahwa untuk mencapainya orang membutuhkan landasan-Iandasan elementer yang tidak bisa dilewati begitu saja. Pengabaian pendasaran itu hanya akan melahirkan kajian lintas disiplin yang superfisial.
Supaya para lulusan benar-benar mempunyai etos akademik lintas disiplin, selama studi di program ini para mahasiswa disiapkan untuk memiliki pengetahuan memadai tentang beragam teori Iintas perspektiftentang budaya dan secara khusus tentang tempat religi dalam pembentukan budaya. Di samping pengetahuan teoretis, para mahasiswa juga disiapkan untuk memiliki ketrampilan penelitian di bidang budaya dan religi serta ketrampilan untuk mengungkapkannya dalam bentuk bahasa tertulis.
Dengan pengetahuan, ketrampilan, dan etos akademik tersebut, para mahasiswa diharapkan bisa menjadi sosok profesional yang mampu berperan aktif dalam pembentukan budaya dan masyarakat yang komunikatif-emansipatif dan tidak bersikap indiferen-fatalistik atas berbagai fenomena budaya yang menghambat demokrasi. Di samping itu mereka juga bisa menjadi calon intelektual publik dengan landasan epistemologis yang solid untuk menjalankan kajian lintas-disiplin tentang budaya dan religi.
Untuk Apa Masuk S2 Kajian Budaya?
Siapa Saja yang Boleh masuk S2 Kajian Budaya?
Periode Pendaftaran
Januari-Juli, setiap tahun akademik baru.
Info pendaftaran: WA. 0813-2646-7755
Prosedur Pendaftaran Online
https://pmb.usd.ac.id/
Persyaratan Akademik
- Fotokopi Ijazah
- Fotokopi Transkrip Nilai
- Daftar Riwayat Hidup
- Motivasi Diri
- Surat Rekomendasi 2 orang dari Perguruan Tinggi asal
- Akta Kelahiran
- Kartu Keluarga
- Fotokopi KTP (WNI) - Fotokopi Paspor (WNA)
- Surat Izin Belajar dari Kemendikbud RI (bagi mahasiswa asing)
kembali
