Berita
Webinar “Agenda Kapitalisme dalam Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”
08-06-2021 19:08:47 WIB
Pada hari Selasa, 8 Juni 2021, Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan Seminar bertajuk “Agenda Kapitalisme dalam Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM)”. Seminar ini merupakan hasil pembelajaran mahasiswa Magister Kajian Budaya dalam mata kuliah Pendidikan Kritis yang diampu oleh Prof. Augustinus Supratiknya. Seminar ini membahas kritikan terhadap Kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Acara ini dilaksanakan secara luring di Ruang Seminar LPPM USD dan juga secara daring di aplikasi Zoom dan disiarkan melalui kanal YouTube Kajian Budaya Sanata Dharma. Pemateri seminar ini adalah Hendro Jozua dan Faizal Kalawa, mahasiswa Magister Kajian Budaya USD dan ditanggapi oleh Dr. St. Sunardi, dosen Magister Kajian Budaya serta moderator seminar ialah Mutiara Febryan Kumbara. Ficky Tri Sanjaya, selaku MC, membuka seminar dengan pengantar dan doa lalu dilanjutkan oleh Y. Tri Subagya, Kepala Program Studi Magister Kajian Budaya menyambut seminar ini dengan sepatah dua kata.
Faisal Kalawa membuka seminar ini dengan berbagai latar belakang mengenai permasalahan-permasalahan pendidikan di indonesia, yakni permasalahan akses terhadap pendidikan, ketersediaan dana pendidikan, kualitas tenaga pendidik dan ketersediaan fasilitas. Kebijakan MBKM dipertanyakan untuk mengatasi masalah-masalah pendidikan tersebut. Selanjutnya, Faisal menjabarkan mengenai Kebijakan MBKM. Kebijakan ini diinisiasi oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi Nadiem Anwar Makarim untuk sebagai respon terhadap industri. Kebijakan ini juga mendukung salah satu visi misi pemerintah Presiden Joko WIdodo dan Wakil Presiden Ma’ruf Amin, yakni pembangunan sumber daya manusia. Faisal lalu membandingkan cita-cita perguruan tinggi menurut M. Hatta dan St. Sunardi dengan kebijakan MBKM.
Selanjutnya, Hendro Jozua melanjutkan seminar ini dengan menjabarkan kerangka teori, hipotesis, pembahasan dan kritik serta saran untuk kebijakan MBKM. Hendro melihat bahwa kebijakan MBKM melalui pendekatan teori Althusser, terdapat kekuatan dominan yang berpengaruh. Ia mengatakan bahwa kekuatan dominan tersebut terletak pada negara dan para pelaku. Hendro membahas baaimana pendidikan tinggi berkaitan dengan berbagai kepentingan, juga mempertanyakan pengetahuan apa, seperti apa dan siapa yang berkuasa. Ia melihat bahwa dengan adanya kebijakan MBKM, pengetahuan yang diajarkan adalah pengetahuan yang berguna untuk reproduksi tenaga kerja, juga pengetahuan ini akan menguntungkan industri global, pelaku industri dalam negeri dan pemerintah serta kebijakan ini hanya menguntungkan universitas, perseorangan dan perusahaan. Hendro memberikan saran untuk melihat kembali cita-cita perguruan tinggi yang disampaikan oleh Hatta dan Sunardi serta menyadarkan bahwa pergulatan bangsa tidak hanya sebatas permasalahan ekonomi.
St. Sunardi memberikan tanggapan terhadap seminar dan kebijakan MBKM. Beliau melihat adanya kata ‘merdeka’ yang dimaknai sebagai kebebasan untuk belajar di luar keilmuan. Namun, ‘merdeka’ ini juga dianggap sebagai liberalisasi pendidikan sehingga menjadikan kampus lebih kompetitif. Sunardi menyebutkan bahwa liberalisasi pendidikan ini terjadi karena tidak adanya gagasan atau filsafat maupun pedagogi dalam kebijakan ini. Sunardi menyimpulkan bahwa, untuk memahami makna ‘merdeka’, perlu pengalaman substansial mengenai kemerdekaan. Arah substansi kemerdekaan juga seharusnya digunakan untuk kepentingan publik.
Setelah tanggapan tersebut, moderator melanjutkan acara dengan sesi tanya jawab. Lalu, webinar ini ditutup dengan doa oleh MC dan menanyakan ke hadirin, “Apakah benar kita memang sudah merdeka?”
- Mengenal Suasana Akademik Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Lewat Open House 2026
- Bincang Buku Program Studi Kajian Budaya: Eunoia Menuju Seekor Bajingan di Mobil Slavee di Universitas Sanata Dharma
- 25 Tahun Ilmu Religi & Budaya dan Launching Buku Saga dari Bengawan Nil
- Program Studi Magister Kajian Budaya Pertahankan Akreditasi Unggul
- Inisiasi Mahasiswa Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma Tahun Ajaran 2025/2026
- Ujian Proposal Tesis Mahasiswa Magister Kajian Budaya Angkatan 2024
- Telah Terbit: RETORIK: Jurnal Ilmu Humaniora | Vol. 13 no. 1
- Open House Program Pascasarjana USD 2025
- Ujian Tesis Dian Astrid Widjaja, Magister Kajian Budaya Universitas Sanata Dharma
- Penandatanganan MoU antara Program Magister Kajian Budaya, Program Pascasarjana Universitas Sanata Dharma dan Punk Scholars Network (PSN) Indonesia
