Berita
Pendalaman Spiritualitas Ignatian Melalui Film “Usaha Bersama Merawat Semesta” di Studio Audio Visual – USD
16 Desember 2025

Pada Jumat - 28 November 2025 pukul 17.00-19.00 - telah diselenggarakan sebuah acara Nobar film dan diskusi dalam suasana santai di Studio Audio Visual – Universitas Sanata Dharma (USD), Sinduharjo, Ngaglik, Sleman. Acara ini bertajuk “Pendalaman Spiritualitas Ignasian melalui Film ‘Usaha Bersama Merawat Semesta.’” Film ini adalah visualisasi pidato Dies Natalis Universitas Sanata Dharma ke 69 yang diproduksi oleh Green Team - USD bersama Studio Audio Visual pada 2024 dengan sutradara Rm Murti Hadi Wijayanto S.J. Temanya tidak jauh dari salah satu Preferensi Kerasulan Serikat Yesus (UAP), yaitu merawat bumi sebagai rumah kita bersama. Acara Nobar ketiga ini dapat terselenggara berkat dukungan dari Universitas Sanata Dharma dan diperuntukkan bagi dosen, mahasiswa maupun para pemerhati dan pecinta lingkungan hidup.
Acara dimulai dengan perkenalan antarpeserta sambil minum kopi di Ruang Mawar SAV. Setelah itu, para narasumber dan peserta pindah ke Studio Biru untuk memulai acara. Romo Iswarahadi S.J. selaku coordinator program memberikan kata pengantar dan menyerahkan seluruh acara kepada pemandu acara, yaitu mbak Angela Yovita Kristiani Cahyaningtyas S.Pd. (Alumna Pendikkat-USD, guru SMP Stella Duce 1 Yogyakarta). Dua narasumber yang mewakili Green Team adalah Romo Eko Budi Santosa S.J., Ph.D. (Pendidikan Matematika, USD) dan Ibu Puspita Ratna Susilawati MSc. (Pendidikan Biologi USD). Padangan dari kedua narasumber ini sudah termuat di dalam film “Usaha Bersama Merawat Semesta” yang menjadi titik tolak diskusi.

Para Peserta Nobar
Film tersebut menyajikan data-data tentang bumi yang tidak baik-baik saja, krisis pangan, krisis sampah, limbah bahan berbahaya dan beracun, krisis air bersih dan kekeringan, dan usaha-usaha kecil untuk mengurangi sampah, usaha daur ulang, membangun energi terbarukan, pengembangan spiritualitas ekologis serta kampanye berkelanjutan tentang perawatan bumi sebagai rumah bersama.
Dalam film tersebut antara lain dikatakan bahwa dari 120.000 spesies yang ada di bumi sepertiganya terancam punah. Antara tahun 2010 – 2020 hutan seluas sepertiga pulau Jawa lenyap setiap tahunnya. Sepuluh (10 juta) hektar hutan mengalami pembalakan setiap tahunnya. Kebutuhan akan pangan, tempat tinggal, dan peningkatan ekonomi sering dipakai sebagai pembenaran atas eksploitasi hutan. Sekarang ini, suhu bumi 1,5 derajad di atas rerata suhu bumi pada abad 19 yang lalu. Gelombang cuaca ekstrim silih berganti terjadi di berbgai belahan bumi. Dengan demikian, bumi kita ini sedang tidak baik-baik saja. Disebutkan juga bahwa Indonesia adalah penghasil sampah makanan terbesar di Asia Tenggara sebagai hasil gaya hidup yang konsumtif dan tidak berkelanjutan.
![]() |
![]() |
Diskusi di Studio Biru
Sebagian besar peserta Nobar mengakui bahwa film dokumenter ini semakin membuat hati pilu menyaksikan bumi yang terus menerus mengalami degradasi. Film ini semestinya dipakai sebagai sarana kampanye penyadaran tentang krisis lingkungan hidup, dan tidak hanya sebagai materi pidato saat puncak Dies. Dipandu oleh mbak Yovita sebagai moderator, para peserta dan narasumber saling memerkaya wawasan dan pengalaman. Kebetulan di antara para peserta juga ada praktisi lingkungan hidup yang sudah berjuang lebih dari 10 tahun melalui Bank Sampah Apel Pringwulung (Bp. Sigit Kuncoro dan Ibu Herlianty). Sebagian peserta termasuk para Suster sudah melakukan praktik yang baik dalam hal pengolahan sampah menjadi barang-barang yang bernilai ekonomis seperti enzim, pupuk organik maupun kerajinan tangan dari bahan daur ulang.
Pada akhir pertemuan baik narasumber maupun para peserta merasa termotivasi untuk meneruskan praktik-praktik baik yang sudah dimulai oleh keluarga-keluarga, biara, kampung-kampung, lembaga-lembaga pendidikan maupun oleh Lembaga Swadaya Masyarakat. Janganlah menunggu usaha-usaha besar apabila tidak pernah melakukan hal yang sederhana. Semoga banjir bandang di Sumatra Utara, Sumatra Barat dan Aceh baru-baru ini semakin menyadarkan kita semua bahwa bumi kita sedang tidak baik-baik saja. Apa yang bisa kita lakukan sebelum bumi menelan kita?
(Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ). Kembali
- PkM Pelayanan Sosial dan Ekonomi Paroki Minomartani: Berbagi Kasih Bagi KLMTD
- Serah Terima Jabatan Kepala Pusat Studi Lingkungan USD, Perkuat Peran PSL di Bawah LPPM
- Pelatihan Calon Kepala Sekolah dalam Naungan Yayasan Dinamika Edukasi Dasar: “Kepemimpinan Sekolah dengan Prinsip Perbaikan Berkelanjutan.”
- Dosen ISFIT Dili Perdalam Profesionalisme Berbasis Veritatis Gaudium
- Studium Generale ISFIT Toward a Humanistic Education: Exploring the Potential of the Digital Generation
- BUNGA LILY DI TAMAN REVOLUSI: Kerjasama Produksi Film Yayasan Marsudirini dan Studio Audio Visual/LPPM Universitas Sanata Dharma
- Dosen Universitas Sanata Dharma Dampingi Retret Siswa Kelas XII SMA Kolese Kanisius Jakarta
- Dosen Universitas Sanata Dharma Mendampingi Retret Kelas XII SMA Kolese De Britto Yogyakarta
- Pelatihan Public Speaking Untuk Kubina Oleh SAV-USD: Kemampuan Berkomunikasi Sebagai Bekal Hidup Religius
- LPPM Gelar Sosialisasi Hibah Internal 2026 dan Pedoman Penelitian & PkM Secara Daring

