Berita

Pendampingan Belajar di SMA Santa Maria Yogyakarta Perkuat Kemandirian Siswi Perantau

16 Desember 2025

SMA Santa Maria Yogyakarta bekerja sama dengan dosen dan mahasiswa Program Studi Akuntansi serta Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat bertajuk “Pendampingan Belajar: Membangun Kemandirian Belajar Siswi XI IPS SMA Santa Maria Yogyakarta”. Kegiatan ini berlangsung selama Agustus hingga November 2025 dan dilaksanakan secara rutin setiap hari Senin dan Kamis di lingkungan sekolah SMA Santa Maria Yogyakarta.

Program ini ditujukan bagi siswi kelas XI IPS yang berasal dari luar Pulau Jawa dan tinggal di asrama. Para siswi tersebut menghadapi tantangan adaptasi akademik, sosial, dan budaya akibat perbedaan lingkungan belajar dan latar belakang budaya. Melalui program pendampingan ini, sekolah dan tim pengabdian berupaya memberikan dukungan holistik agar siswi mampu belajar secara mandiri dan percaya diri.

Kegiatan pendampingan melibatkan dua orang dosen dan tiga mahasiswa sebagai tutor, yakni Dr. Sebastianus Widaanarto Prijowuntato, S.Pd., M.Si., Aurelia Melinda Nisita Wardani, M.Sc. dan 3 orang mahasiswa yaitu Verena Sylvia Emanuela (Program Studi Akuntansi), Silvia Natalia dan Chatarina Kristin Widya Utami (keduanya dari Program Studi Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Akuntansi). Proses pelaksanaan diawali dengan observasi dan wawancara untuk analisis kebutuhan, dilanjutkan dengan perancangan program pembelajaran, pelaksanaan pendampingan belajar, serta refleksi dan evaluasi. Pendampingan dilakukan pada malam hari, sehingga siswi tetap dapat mengikuti kegiatan pembelajaran dan kegiatan ekstrakurikuler secara reguler di sekolah.


Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan minat dan motivasi belajar siswi. Kesulitan memahami materi pelajaran yang sebelumnya dialami sebagian siswi dapat diatasi melalui penerapan model pembelajaran interaktif dan diskusi terarah. Selain itu, siswi mulai menunjukkan inisiatif belajar mandiri, seperti mencari sumber belajar tambahan dan membangun kebiasaan belajar positif di luar jam sekolah.

Pihak sekolah menyambut baik kegiatan ini dan menilai program pendampingan belajar sebagai upaya nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan. Keberhasilan program ini diharapkan dapat menjadi model pendampingan berkelanjutan bagi sekolah yang memiliki siswa dari beragam latar belakang budaya.
 

Kembali