Berita

Penarikan PkM Dies Natalis USD di Kalurahan Mulyodadi: Dari Pohon Gayam Menuju Potensi Masyarakat Mulyodadi

19 November 2025

BANTUL, 7 November 2025 - Rangkaian kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dalam rangka Dies Natalis Universitas Sanata Dharma (USD) di Kalurahan Mulyodadi, Bambanglipuro, Bantul, secara resmi ditutup dari pada Jumat, 7 November 2025. Penutupan PkM ini dilakukan oleh Dr. Gabriel Fajar Sasmita Aji, M.Hum. (Ketua LPPM USD), didampingi oleh Andreas Prasetyadi, Ph.D. (Wakil Ketua LPPM USD), serta ditandai dengan perjumpaan tim pengabdi bersama Bapak Ari Sapto Nugroho, S.H., selaku Lurah Kalurahan Mulyodadi yang didampingi oleh para staf kalurahan.

Kegiatan PkM ini telah menghasilkan kolaborasi nyata, terutama dalam pendampingan pembuatan produk olahan dari gayam, seperti bakpia gayam, keripik gayam, maupun produk roti yang juga terbuat dari gayam.

Buah Pohon Gayam (kiri) & Olahan Produk Gayam (kanan)
Sumber: patria

Ketua LPPM USD,  menyampaikan rasa terima kasihnya atas kelancaran PkM dan sambutan hangat dari masyarakat.

"Kami berterima kasih bahwa PkM ini berjalan lancar di Kalurahan Mulyodadi, ada pertukaran pengetahuan antara Mulyodadi dan USD. Semoga dalam proses selanjutnya semakin banyak yang dapat terlibat, semoga masing-masing wilayah PkM juga punya identitas khasnya sama seperti Mulyodadi," ujar Pak Fajar.

Beliau juga menyampaikan permohonan maaf bila selama pelaksanaan PkM ada hal yang kurang berkenan bagi masyarakat di Mulyodadi, serta merencanakan keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan mendatang.

Gayam: Ikon Lokal yang Terus Berkembang
Kalurahan Mulyodadi dikenal sebagai wilayah yang memiliki banyak pohon gayam. Lurah Ari Sapto Nugroho menjelaskan bahwa ikon gayam telah ada sejak tahun 1990-an/2000-an di Mulyodadi, yang memiliki makna filosofis "gayuh ayem" atau mencapai ketenangan, serupa dengan yang ada di Keraton Yogyakarta.

Ikon ini telah diolah menjadi berbagai makanan yang pernah unjuk gigi dalam kegiatan di Borobudur, seperti lodeh daun gayam, tempe gayam, dan brownies gayam. Seiring ditetapkannya Mulyodadi sebagai Kelurahan Mandiri Budaya, potensi ini dikembangkan lebih lanjut. Melalui pendampingan budaya, kini telah tercipta dan dipatenkan batik motif gayam, dengan berbagai varian, kegiatan ini telah didampingi oleh Margaria Group.

Antusiasme Peserta PkM dan Rencana Keberlanjutan
Tim PkM USD yang hadir, Dr. Ir. Iswanjono (Dosen Prodi Teknik Elektro USD), Rm. Patrisius Mutiara Andalas, S.J.,S.S.,S.T.D. (Dosen Pendikat USD), dan Ika Arva Arshella, M.Eng. (Dosen Prodi Teknik Elektro USD), menyoroti antusiasme peserta.

Rm. Mutiara Andalas menyebutkan bahwa ibu-ibu sangat antusias karena segmen tempat belajarnya yang ramah bagi masyarakat menengah ke bawah, sehingga mereka tidak takut untuk mencoba. Beliau juga menyoroti aspek pemasaran, di mana kemasan tanpa label membuat harga produk lebih murah, namun bila menggunakan kotak, harga menjadi lebih mahal.

Meskipun kegiatan PkM telah ditutup, komitmen keberlanjutan tetap ada. Masih akan diselenggarakan pelatihan lanjutan di salah satu rumah produksi roti di Jogja, serta rencana untuk mematenkan produk bakpia di Kalurahan Mulyodadi tersebut.

Lurah Ari Sapto Nugroho menyambut baik inisiatif ini dan berharap kolaborasi ini dapat terus berkelanjutan.

"Semoga dengan adanya PkM ini lebih mengenalkan gayam terutama Mulyodadi dan dapat mengembangkan potensi yang ada dan berkelanjutan. Kegiatan ini sangat bermanfaat bagi kami, sudah diberi pelatihan, mudah-mudahan inovasi dan olahan dari gayam bisa lebih baik sehingga dapat dipasarkan lebih luas."

Acara penutupan ini diakhiri dengan penanaman bersama Pohon Gayam yang dilakukan oleh Ketua LPPM USD, Wakil Ketua LPPM USD, serta, tim PkM. Tak lupa bersama dengan Lurah Kalurahan Mulyodadi dan tim, beserta rombongan PkM mengunjungi langsung lokasi penanaman Pohon Gayam yang sudah dilakukan sebelumnya maupun lokasi PkM.

Penanaman Pohon Gayam


(PBS)

Kembali