Berita

PELATIHAN GURU-GURU YAYASAN KANISIUS CABANG YOGYAKARTA: MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS AUDIO-VISUAL

26 September 2025

Pada hari Jumat 19 s.d. Minggu 21 September 2025, Studio Audio Visual – USD menyelenggarakan “Pelatihan Media Pembelajaran Berbasis Audio-Visual” bagi 20 guru terpilih (TK-SD-SMP) dari Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Sebagian besar peserta adalah guru-guru tetap yang masih muda. Pelatihan gelombang 3 ini terselenggara  berkat  kerjasama antara Universitas Sanata Dharma dan Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta. Pelatihan yang waktunya relatif singkat ini dilaksanakan di Studio Audio Visual-USD, Sinduharjo dan para peserta menginap di Kampoeng Media.
 
Dalam kata sambutannya Ibu Nur Sukapti selaku Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta menyampaikan  rasa terimakasih atas kemurahan Universitas Sanata Dharma yang mendukung kegiatan pelatihan gelombang 3 ini. Pembekalan ketrampilan ini sungguh berarti bagi para guru. Terbukti para alumni pelatihan gelombang 1 dan 2 sudah menghasilkan banyak media pembelajaran dan juga liputan-liputan audio visual yang bermanfaat untuk promosi Sekolah Kanisius dan juga bahan-bahan presentasi dalam seminar di luar negeri, termasuk Amerika Latin.  
 
Sambutan Direktur Yayasan Kanisius Yogyakarta
 
Selain mengucapkan “Selamat Datang” kepada para peserta, menyambung sambutan dari Ibu Nur Sukapti Romo Yoseph Ispuroyanto SJ (atau yang lebih dikenal dengan sebutan Iswarahadi) selaku Penanggungjawab Program  menegaskan bahwa pelatihan ini bertujuan untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan ketrampilan membuat  media pembelajaran berbasis audio visual. Pada zaman ini para guru ditantang untuk bisa mengampu proses pembelajaran dengan menarik dan berkualitas. Hal ini sesuai dengan karakter generasi sekarang yang lebih mengutamakan perasaan daripada pemikiran. Feeling is first. Diharapkan bahwa dengan didampingi oleh para tutor yang berpengalaman para guru dapat mengikuti pelatihan ini dengan gembira dan menghasilkan media pembelajaran yang kreatif.  
 
Penanggungjawab materi dalam pelatihan ini adalah Romo Murti Hadi Wijayanto SJ.  Ia dibantu oleh para pendamping antara lain Mas Niko, Mas Haryo, Mas Daniel, Mas Mantep dan Mbak Kristy (Koordinator Pelatihan). Para peserta bersama-sama memelajari dan mengolah materi: pembelajaran ala Montessori, prinsip-prinsip sinematografi, penulisan naskah, proses produksi, proses editing, dan evaluasi program. Pada materi pertama Romo Murti menegaskan bahwa pelatihan kali ini lebih menantang daripada pelatihan sebelumnya. Karena para peserta sudah mempunyai dasar ketrampilan audio visual, fokus pelatihan diarahkan pada kontennya. Konten yang diangkat kali ini adalah Model Pembelajaran Montessori. Oleh karena itu, 6 mahasiswi PGSD-USD (Sesilia, dkk) ikut menjelaskan bagimana alat-alat permbelajaran ala Montessori dipergunakan.
 
Romo Murti bersama para mahasiswi PGSD-USD
memberikan penjelasan  tentang alat pembelajaran Montessori
 
Setelah memelajari prinsip-prinsip sinematografi, para peserta dibagi ke dalam tiga kelompok untuk menyusun naskah video instruksional tentang model pembelajaran Montessori. Pada hari Jumat pukul 09.30 naskah video yang sudah disusun dipresentasikan kepada Tutor Pendamping untuk dikoreksi. Setelah naskah diperbaiki. Setiap kelompok melaksanakan produksi (syuting) di tiga lokasi yang berbeda (Studio Biru, Ruang Mawar, Wisma Teratai). Masing-masing anggota kelompok mendapatkan peran masing-masing. Ada yang menjadi penulis naskah, sutradara, penata kamera, pemain, dan editor. Waktu untuk produksi adalah Jumat 20 September 2025 pukul 10.00 – 18.00.  Selama proses produksi setiap kelompok ditemani oleh seorang pendamping.
          
Proses Produksi


Pada petang harinya, setiap kelompok mulai mengerjakan editing. Tugas editing ini membutuhkan stamina yang prima, karena harus memilih shot-shot yang begitu banyak dan disesuaikan kerangka film sebagaimana telah ditulis di dalam naskah. Dibutuhkan ketelitian untuk menyambung shot yang satu dengan shot berikutnya. Kemudian editor harus pandai-pandai menyelaraskan warna dan ritme sajian seuai dengan musik ilustrasi yang dipilih. Mengingat program video yang diproduksi adalah program instruksional yang materinya amat kaya, proses editing membutuhkan waktu lama. Setelah berjuang melawan rasa kantuk dan lelah, para peserta dapat menyelesaikan film mereka. Ada yang selesai pada pukul 01.00, ada yang selesai pada pukul 02.30 dan ada yang rampung pada pukul 03.30 dini hari.
 
Proses Editing

Pada hari ketiga, ketika hutang tidur belum tersenbuhkan, para peserta mengadakan acara apresiasi dan evaluasi atas video yang telah diproduksi. Penayangan video dilaksanakan di Studio Biru dengan menggunakan layar lebar. Kelompok 1 menayangkan video dengan judul “Feli dan Manik-manik Emas”. Kelompok 2 menyanjikan video “Grammar Sense Game”, sedangkan video yang dihasilkan oleh Kelompok 3 berjudul “Serunya Mengenal Pecahan ala Montessori.” Setiap penayangan ditanggapi oleh peserta dari kelompok lain, kemudian kelompok pembuat menceritakan pengalaman berproduksi dan menanggapi komentar anggota kelompok lain. Pada bagian terakhir komentar disampaikan oleh para pendamping dan tutor. Proses evaluasi dan refleksi ini menjadi bagian penting dari proses “learning by doing.” Para peserta merasa sangat diperkaya dengan latihan selama 3 hari ini. Mereka merasa dibekali untuk melayani peserta didik dengan lebih baik. Para peserta mengakui bahwa proses pelatihan ini sangat menarik dan menambah pengalaman.

 Acara Evaluasi Program Video
 
Sebelum acara penutupan, para peserta menghadiri Misa Syukur yang dipersembahkan oleh Romo Iswarahadi di Studio Biru. Dalam kata sambutan penutupan, Bapak Alex  yang mewakili Direktur Yayasan Kanisius Cabang Yogyakarta  sangat berterimakasih kepada Universitas Sanata Dharma dan Studio Audio Visual atas kesempatan pelatihan yang telah diberikan secara murah hati dan didampingi oleh para tutor/pendamping yang luar biasa. Bapak Alex  juga memotivasi para peserta agar menggunakan ketrampilan yang diperoleh untuk mendidik siswa-siswi generasi muda dengan lebih kreatif.  Pelatihan semacam ini sangat penting, karena membekali para guru dengan ilmu perfilman yang berstandar internasional.  Selain memberi apresiasi atas kreativitas, kerja keras dan kerja tim yang telah dibuktikan oleh para peserta, Romo Iswarahadi menyerahkan sertifikat kepada semua peserta. Para guru dapat kembali ke sekolah masing-masing dengan kepala tegak dan semakin bersemangat untuk mengabdi negeri.  (Peliput: Yoseph Ispuroyanto SJ) ***

Kembali