Berita

Penerapan IoT bagi KWT Godhong Ijo: Upaya Menjaga Ketahanan Pangan

22 September 2025

Kelompok Wanita Tani (KWT) Godhong Ijo, Ngunut Lor, Kabupaten Gunungkidul kini semakin percaya diri dalam mengembangkan usaha pertaniannya. Melalui program pengabdian masyarakat dari Universitas Sanata Dharma (USD) yang berhasil meraih Hibah Program Kemitraan Masyarakat 2025 dari DPPM, KWT mendapatkan solusi inovatif dalam menghadapi kendala rendahnya produktivitas, keterbatasan pencatatan keuangan, serta pangsa pasar yang masih lokal. Program ini digawangi oleh tiga dosen pengabdi: Gabriel Anto Listianto, Damar Widjaja, dan Eko Hari Parmadi.

Salah satu terobosan utama yang diberikan adalah penerapan Internet of Things (IoT) pada lahan pertanian KWT. Teknologi ini memungkinkan pengaturan kebutuhan air melalui sensor sehingga lebih hemat, efisien, dan ramah lingkungan. Dengan IoT, para petani perempuan di Godhong Ijo tidak hanya mampu meningkatkan hasil panen, tetapi juga menghemat tenaga dan waktu. “Melalui penerapan teknologi IoT ini, KWT sangat terbantu dalam mengolah lahan pertanian,” ungkap Bu Novi, salah satu anggota KWT.


Tak berhenti di situ, tim pengabdi juga mendampingi para anggota KWT dalam mengoperasikan serta merawat teknologi IoT yang telah terpasang. Selain itu, mereka diberikan pelatihan pencatatan dan pelaporan usaha secara tertib, termasuk strategi pemasaran digital untuk memperluas jangkauan produk hingga ke pasar online. Pendampingan ini diharapkan mampu meningkatkan profitabilitas dan daya saing KWT Godhong Ijo di tengah persaingan industri pangan yang semakin ketat.

Program ini juga memberi dampak lebih luas bagi pengembangan sektor pertanian lokal. Dengan adanya sistem pertanian modern berbasis teknologi, generasi muda diharapkan semakin tertarik menekuni dunia pertanian. Hal ini penting untuk menjawab tantangan regenerasi petani di tengah arus urbanisasi yang kian tinggi. Teknologi IoT menjadi jembatan agar sektor pertanian tetap relevan dan menarik bagi anak muda.

Penerapan IoT di KWT Godhong Ijo menjadi bukti bahwa teknologi mampu berperan nyata dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di bidang hortikultura. Melalui kombinasi antara inovasi, pendampingan, dan pemberdayaan perempuan tani, program ini tidak hanya meningkatkan kualitas produksi, tetapi juga membuka peluang lebih besar untuk pemasaran produk lokal ke tingkat regional bahkan nasional. [ehp]

Kembali