FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

“KERJASAMA PERIPLUS BOOKSHOP DAN PROGRAM STUDI SEJARAH DALAM BOOKTALK: MY NEIGHBOUR, THE DICTATOR”

Kerjasama antara periplus dan program studi sejarah kembali menghadirkan Book Talk yang diselenggarakan pada Kamis, 1 November 2026 di ruang Koendjono, Gedung BAA, Kampus 2 Universitas Sanata Dharma. Book Talk kali ini dihadiri oleh Tari Lang, seorang penulis buku yang berjudul My Neighbour, The Dictator. Tidak hanya dihadiri oleh penulis, dan pastinya acara ini dihadiri oleh mahasiswa sejarah angkatan 2023 hingga 2026. Kegiatan ini diawali denga pembukaan oleh dosen Program Studi Sejarah, Florentinus Galih Adi Utama yang juga menjadi moderator pada kegiatan book talk kali ini.

Kegiatan dimulai pukul 17.00 WIB dengan pembukaan oleh moderator, lalu dilanjutkan dengan pemaparan singkat terkait dengan buku. Selanjutnya acara juga dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang diikuti oleh semua peserta.

Perempuan yang saat ini tinggal di Edinburgh ini tidak sungkan untuk menceritakan kisahnya, bahkan hingga menjadi sebuah buku. Ia mengatakan bahwa penciptaan buku ini sebenarnya suatu accident, karena saat itu ia sebenarnya hanya ingin menuliskan pengalamannya dalam bentuk surat kepada anak cucunya saja, tapi ternyata surat yang ia tulis terlalu Panjang hingga suami Tari Lang berkata jika lebih baik dibuat buku saja. Lalu terbitlah My Neighbour, The Dictator.  Buku ini mengisahkan pengalaman pribadi sang penulis ketika masih berusia remaja di tengah gejolak politik Indonesia tahun 1965. Melalui sudut pandang personal, Tari Lang menceritakan perubahan kehidupan keluarganya setelah kedua orang tuanya ditangkap tanpa pengadilan.

Selama kegiatan berlangsung, peserta mengikuti sesi diskusi buku ini dengan antusias. Antusiasme tersebut bisa dilihat dari keterlibatan peserta dalam sesi tanya jawab bersama Ibu Tari Lang. Tentunya melalui kegiatan ini, Program Studi Sejarah berupaya memperluas wawasan mahasiswa sekaligus menjadi ruang bagi mahasiswa sejarah untuk memahami perspektif lain dari peristiwa 1965 dari pandangan memori kolektif.

Kembali