Ajar Mahasiswa NUS, Dosen Prodi Sejarah USD Bahas Sejarah Demokrasi hingga Isu Lingkungan
Sejumlah Dosen Program Studi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma menjadi pengajar dalam kelas tematik tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia yang diikuti para mahasiswa dari National University of Singapore (NUS), Singapura. Kelas yang diselenggarakan pada Januari-Februari 2025 ini merupakan bagian dari program Indonesian Language and Cultural Intensive Course (ILCIC), Lembaga Bahasa, Universitas Sanata Dharma.
Kelas tematik terdiri dari enam sesi. Kelas pertama dan kedua yang diampu Aji Cahyo Baskoro, S.S., M.A. mengangkat topik History of Indonesia Democracy dan History of Indonesia Social Culture. Dalam kelas pertama pada Kamis, 23 Januari 2025 dibicarakan perkembangan demokrasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga reformasi. Pada kelas kedua pada Jumat, 31 Januari 2025 dibahas perkembangan Indonesia dari masa ke masa dalam konteks sosial dan kebudayaan.

Foto : Peserta Kelas Tematik sedang mengikuti sesi History of Indonesia Social Culture.
Kemudian, kelas tematik ketiga dan keempat yang mengangkat topik New Order of Indonesia dan Downfall of Soeharto’s Regime diajar oleh Heri Setiawan S.J., S.S., M.A. Kelas ketiga pada Senin, 3 Februari 2025 menitikberatkan pada situasi Indonesia pada periode Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Topik ini dilanjutkan pada kelas keempat, Rabu, 5 Februari 2025 mengenai kemunculan gerakan demokratisasi pada akhir 1990-an yang bermuara pada gerakan reformasi dan berhasil melengserkan kekuasaan Soeharto.

Foto: Diskusi dosen dan mahasiswa dalam sesi New Order of Indonesia
Sementara itu, kelas tematik kelima dan keenam yang diajar oleh Drs. Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, M.Hum. mengangkat topik Social Economy Issues and Poverty dan Environmental Issues in Indonesia. Dalam dua kelas yang diselenggarakan pada Senin, 10 Februari dan Rabu, 12 Februari 2025 ini banyak mendiskusikan persoalan mutakhir terkait sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Keenam sesi kelas tematik tersebut diakhiri dengan upacara penutupan yang dihadiri peserta, panitia dan segenap pengajar pada Kamis, 20 Februari 2025.
Bagi Prodi Sejarah, kesempatan ini menunjukkan pentingnya pengenalan Sejarah Indonesia pada mahasiswa internasional. Berbagai isu di Indonesia menarik minat mahasiswa asing untuk mempelajarinya, baik terkait isu mengenai sejarah Indonesia secara umum maupun topik-topik khusus.

Foto: Foto bersama dosen dan mahasiswa usai sesi Environmental Issues in Indonesia
Kembali

Foto : Peserta Kelas Tematik sedang mengikuti sesi History of Indonesia Social Culture.
Kemudian, kelas tematik ketiga dan keempat yang mengangkat topik New Order of Indonesia dan Downfall of Soeharto’s Regime diajar oleh Heri Setiawan S.J., S.S., M.A. Kelas ketiga pada Senin, 3 Februari 2025 menitikberatkan pada situasi Indonesia pada periode Orde Baru di bawah kepemimpinan Presiden Soeharto. Topik ini dilanjutkan pada kelas keempat, Rabu, 5 Februari 2025 mengenai kemunculan gerakan demokratisasi pada akhir 1990-an yang bermuara pada gerakan reformasi dan berhasil melengserkan kekuasaan Soeharto.

Foto: Diskusi dosen dan mahasiswa dalam sesi New Order of Indonesia
Sementara itu, kelas tematik kelima dan keenam yang diajar oleh Drs. Silverio Raden Lilik Aji Sampurno, M.Hum. mengangkat topik Social Economy Issues and Poverty dan Environmental Issues in Indonesia. Dalam dua kelas yang diselenggarakan pada Senin, 10 Februari dan Rabu, 12 Februari 2025 ini banyak mendiskusikan persoalan mutakhir terkait sosial, ekonomi, dan lingkungan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat Indonesia. Keenam sesi kelas tematik tersebut diakhiri dengan upacara penutupan yang dihadiri peserta, panitia dan segenap pengajar pada Kamis, 20 Februari 2025.
Bagi Prodi Sejarah, kesempatan ini menunjukkan pentingnya pengenalan Sejarah Indonesia pada mahasiswa internasional. Berbagai isu di Indonesia menarik minat mahasiswa asing untuk mempelajarinya, baik terkait isu mengenai sejarah Indonesia secara umum maupun topik-topik khusus.

Foto: Foto bersama dosen dan mahasiswa usai sesi Environmental Issues in Indonesia