FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

Program Studi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma membekali mahasiswa dengan kemampuan menganalisis peristiwa masa lalu secara kritis berdasarkan teori dan metode sejarah yang kokoh, sehingga mampu memberi sumbangan pemikiran dalam membentuk dan membangun masa depan bangsa yang berkesadaran sejarah.

 SELENGKAPNYA
Ajar Mahasiswa NUS, Dosen Prodi Sejarah USD Bahas Sejarah Demokrasi hingga Isu Lingkungan

Sejumlah Dosen Program Studi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma menjadi pengajar dalam kelas tematik tentang sejarah dan kebudayaan Indonesia yang diikuti para mahasiswa dari National University of Singapore (NUS), Singapura. Kelas yang diselenggarakan pada Januari-Februari 2025 ini merupakan bagian dari program Indonesian Language and Cultural Intensive Course (ILCIC), Lembaga Bahasa, Universitas Sanata Dharma.

Kelas tematik terdiri dari enam sesi. Kelas pertama dan kedua yang diampu Aji Cahyo Baskoro, S.S., M.A. mengangkat topik History of Indonesia Democracy dan History of Indonesia Social Culture. Dalam kelas pertama pada Kamis, 23 Januari 2025 dibicarakan perkembangan demokrasi di Indonesia sejak awal kemerdekaan hingga reformasi. Pada kelas kedua pada Jumat, 31 Januari 2025 dibahas perkembangan Indonesia dari masa ke masa dalam konteks sosial dan kebudayaan.

SELENGKAPNYA
DISKUSI KESEJARAHAN PRODI SEJARAH USD RESTITUSI PUSAKA: KONTESTASI NILAI DAN OBJEK SEJARAH

Diskusi Kesejarahan kembali digelar oleh Program Studi Sejarah USD pada Rabu, 20 November 2024. Diskusi yang mengambil topik “Restitusi Pusaka: Kontestasi Nilai dan Objek Sejarah” ini menghadirkan Panggah Ardiansyah (SOAS, University of London) sebagai narasumber dan Abednego Andhana Prakosajaya, S. Hum., S. Ark., M.A. sebagai moderator. Acara yang dilangsungkan di Ruang Kadarman, USD, tersebut dihadiri kurang-lebih 80 peserta, terdiri dari mahasiswa Program Studi Sejarah USD khususnya angkatan 2022 dan 2023. Panggah Ardiansyah mengawali paparannya dengan mengambil studi kasus peristiwa repatriasi atau proses pengembalian barang-barang “rampasan” era kolonial kepada pihak Indonesia, yang dapat dicermati baik secara simbolik maupun substantif. Sebagai contoh adalah pengembalian 288 benda purbakala oleh pemerintah Belanda kepada Indonesia yang dilakukan secara resmi pada 30 September 2024 lalu. Menurutnya, penting bagi para peneliti untuk menempatkan barang-barang pusaka tersebut sesuai dengan konteks zamannya agar didapatkan pemahaman akan perbedaan penciptaan makna terhadap barang-barang pusaka.

SELENGKAPNYA
DISKUSI KESEJARAHAN PRODI SEJARAH USD PEMAKNAAN MASA LALU OLEH SEJARAWAN DAN SENIMAN

Pada tanggal 6 November 2024, Program Studi Sejarah USD menggelar Diskusi Kesejarahan dengan topik “Menghadirkan Masa Lalu: Dinamika Sejarah dan Seni dalam Penciptaan Makna Masa Lampau”. Acara yang dilaksanakan di Ruang Kadarman, USD, dan dihadiri sekitar 50 peserta ini menghadirkan F.X. Harsono sebagai narasumber dengan Abednego Andhana Prakosajaya, S. Hum., S. Ark., M.A. sebagai moderator. Kegiatan diskusi ini diharapkan tidak hanya membuka wawasan baru bagi para mahasiswa peserta terkait metode sejarah dalam dunia seni, tetapi juga meningkatkan kesadaran akan pentingnya menggelorakan semangat kerja sama lintas disiplin ilmu.

SELENGKAPNYA

PMB

Silakan mendaftar disini.