Berita
Andri Cahyadi, Alumni Sastra Indonesia USD di Balik Skenario Film "Kuasa Gelap Perjanjian Darah"
Lulusan Sastra Indonesia USD memiliki beragam pilihan untuk mengembangkan kompetensinya di dunia profesional. Salah satunya adalah penulisan skenario film, yang kini dijalani oleh Andri Cahyadi, penulis skenario film yang sedang hangat dibicarakan: Kuasa Gelap Perjanjian Darah.
Film ini berkisah tentang dua pastor Katolik yang harus menghadapi entitas kuno dengan taruhan yang tidak hanya menyangkut seorang pasien, tetapi juga keselamatan sebuah desa.
Menurut Andri, cerita Kuasa Gelap Perjanjian Darah tidak hanya berfokus pada pertarungan menghadapi entitas kuno atau iblis. Film ini juga mengangkat persoalan keimanan, dosa masa lalu, perdamaian, serta bagaimana manusia menghadapi kesalahan yang pernah dilakukan.
“Ini adalah cerita tentang cinta kasih,” ujar Andri ketika menceritakan film tersebut.
Tidak Hanya Menulis, tetapi Juga Meriset
Keterlibatan Andri dalam film ini merupakan kelanjutan dari pengalamannya dalam film Kuasa Gelap sebelumnya. Pada film pertama, ia juga terlibat dalam penulisan skenario. Setelah itu, ia kembali ditawari untuk menulis skenario Kuasa Gelap Perjanjian Darah.
Namun, pekerjaan Andri dalam film ini tidak berhenti pada penulisan skenario secara teknis. Ia juga terlibat dalam proses riset dan pengembangan cerita agar dunia yang dibangun dalam film terasa dekat dengan kenyataan.
“Saya tidak hanya menulis skenario teknis scene by scene, tapi juga melakukan riset berbagai kota, berbagai gereja, termasuk juga belajar intens kepada rama (dan) suster,” ungkap Andri.
Riset tersebut dilakukan untuk membantu membangun cerita yang dekat dengan keseharian, termasuk dalam menggambarkan keimanan dan berbagai unsur yang menjadi bagian dari cerita. Menurut Andri, proses tersebut juga berkaitan dengan bagaimana cerita dan storyboard yang dibangun dapat terasa nyata.
Menulis Horor dengan Tanggung Jawab
Menulis skenario film ini menghadirkan tantangan tersendiri bagi Andri. Salah satu hal yang paling diperhatikannya adalah ketepatan dalam menggambarkan unsur Katolik dan persoalan iman yang menjadi bagian penting dalam cerita.
“Karena ini adalah film horor Katolik, saya tidak boleh salah dalam menuliskan tentang Katoliknya, tentang entitas imannya juga,” jelasnya.
Andri juga harus berhati-hati dalam menggambarkan bagaimana pelayanan eksorsisme berlangsung. Menurutnya, proses tersebut membutuhkan pemikiran dan pertimbangan yang cukup panjang agar adegan yang ditulis terasa meyakinkan sekaligus tidak keliru. Terlebih, cerita yang diangkat dalam film tersebut tidak sepenuhnya bersifat imajinatif, tetapi juga mengambil kisah nyata.
Dari Pragmatik hingga Pementasan: Bekal dari Sastra Indonesia USD
Pengalaman menulis skenario tersebut membuat Andri melihat kembali bekal yang diperolehnya ketika belajar di Sastra Indonesia USD. Menurutnya, kuliah di Sastra Indonesia tidak hanya memberinya pengetahuan tentang bahasa dan sastra, tetapi juga membantunya memahami manusia.
Andri menyebut beberapa mata kuliah yang menurutnya berguna dalam pekerjaannya, antara lain Pragmatik, Semiotika, dan Pementasan Ekspresi Sastra. Pengetahuan tersebut membantunya memahami tulisan sekaligus manusia, termasuk konflik, karakter, dan bagaimana membangun dialog yang terasa dekat.
“Saya mempelajari tidak hanya tulisan, tapi juga manusia, konflik, karakter, hingga adegan,” katanya.
Menulis Jangan Menunggu Dosen ataupun Profesor
Bagi Andri, keterampilan menulis perlu terus dikembangkan secara mandiri. Ia mendorong mahasiswa dan calon mahasiswa Sastra Indonesia yang ingin bekerja di dunia film untuk menikmati proses menulis sekaligus memperluas referensi.
“Pesannya kamu harus suka dan kamu harus bersenang-senang dengan apa yang kamu tulis,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya banyak membaca, baik buku fiksi maupun nonfiksi, serta menonton film Indonesia maupun luar negeri.
Bagi Andri, yang tidak kalah penting adalah keberanian untuk mulai menulis tanpa menunggu orang lain.
“Menulis jangan menunggu dosen ataupun profesor. Tulislah apa yang kamu mau, tulislah apa yang ingin kamu sampaikan.”
Kisah Andri menunjukkan salah satu kemungkinan perjalanan lulusan Sastra Indonesia: pengetahuan tentang bahasa, sastra, dan budaya dapat menjadi bekal untuk bekerja di bidang penulisan skenario dan industri film. (scs)
- Andri Cahyadi, Alumni Sastra Indonesia USD di Balik Skenario Film "Kuasa Gelap Perjanjian Darah"
- Prodi Sastra Indonesia USD Libatkan Stakeholders untuk Rancang Kurikulum 2026 Berbasis AI dan Kebutuhan Industri
- Lokakarya Tata Rias Pementasan: Dosen Prodi Sastra Indonesia USD Berbagi Keterampilan dengan Teater Mishbah
- Diskusi Buku Tanpa Rencana: Kolaborasi Prodi Sastra Indonesia dan Penerbit Bentang Pustaka Hadirkan Dee Lestari
- Mantra Malam Malam Vol III: Panggung Ekspresi dan Pameran Seni oleh Bengkel Sastra
- Antologi Puisi “Sastra Merayu: Mawar Merah Untuk Kekasihku” oleh Ananda Aditya Firdaus, Mahasiswa Sastra Indonesia USD
- Bengkel Sastra USD Memperingati Hari Puisi Sedunia dengan Panggung Bebas Berekspresi
- Prodi Sastra Indonesia Merayakan Kelulusan 26 Mahasiswanya Melalui Syukuran Wisuda
- Muhammad Syamsa, Mahasiswa Sastra Indonesia USD, Terbitkan Antologi Puisi “Selamat Datang Cinta”
- Bengkel Sastra USD Bersama Niang Gejur Gelar Pameran