Berita
Lokakarya Tata Rias Pementasan: Dosen Prodi Sastra Indonesia USD Berbagi Keterampilan dengan Teater Mishbah
12-11-2025 15:46:50 WIB
Dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Sanata Dharma, Christina Astrilinda Purnomo, M.Pd. melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat berupa Lokakarya Tata Rias Pementasan Teater bagi Komunitas Teater Mishbah. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan anggota Teater Mishbah dalam bidang tata rias sebagai salah satu unsur penting dalam sebuah pementasan teater.
Teater Mishbah merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang seni pertunjukan dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas, mulai dari seni peran, penyutradaraan, artistik, manajemen produksi, hingga pementasan. Dalam proses produksinya, tata rias menjadi salah satu unsur yang penting karena tidak hanya berfungsi untuk memperindah penampilan pemain, tetapi juga membantu membangun dan mempertegas karakter tokoh di atas panggung.
Keterangan foto: Peserta mengikuti kegiatan workshop tata rias pementasan melalui pemaparan materi dan praktik langsung.
Selama ini, proses tata rias dalam kegiatan Teater Mishbah lebih banyak dikembangkan secara mandiri melalui pengalaman pribadi, referensi media sosial, maupun mencontoh tata rias dari pementasan sebelumnya. Oleh karena itu, workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih sistematis, mulai dari konsep dasar tata rias pementasan hingga praktik pengaplikasian tata rias karakter.
Dalam kegiatan workshop, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar tata rias pementasan, fungsi tata rias dalam seni pertunjukan, jenis-jenis tata rias teater, pengenalan alat dan kosmetik, serta prinsip pembentukan karakter melalui tata rias. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung. Pada tahap ini, peserta mempelajari langkah-langkah pengaplikasian tata rias, mulai dari persiapan wajah, penggunaan kosmetik, pemilihan warna, pembentukan karakter, hingga penyelesaian akhir tata rias. Selama praktik berlangsung, peserta juga memperoleh pendampingan dan umpan balik untuk menyempurnakan hasil tata rias yang telah dibuat.
Keterangan foto: Peserta mempraktikkan teknik tata rias pementasan dengan pendampingan narasumber.
Melalui kegiatan ini, anggota Teater Mishbah diharapkan tidak hanya memahami fungsi dan jenis-jenis tata rias pementasan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam proses produksi teater selanjutnya. Tata rias diharapkan dapat menjadi bagian dari proses kreatif dalam membangun karakter tokoh, baik berdasarkan usia, kondisi fisik, latar sosial, maupun kebutuhan artistik sebuah pertunjukan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Teater Mishbah. Materi dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat menjadi bekal pembelajaran bagi anggota komunitas serta mendukung proses regenerasi, sehingga keterampilan tata rias pementasan dapat terus dikembangkan dalam berbagai produksi teater pada masa mendatang.
kembali
Teater Mishbah merupakan komunitas yang bergerak dalam bidang seni pertunjukan dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk mengembangkan minat, bakat, dan kreativitas, mulai dari seni peran, penyutradaraan, artistik, manajemen produksi, hingga pementasan. Dalam proses produksinya, tata rias menjadi salah satu unsur yang penting karena tidak hanya berfungsi untuk memperindah penampilan pemain, tetapi juga membantu membangun dan mempertegas karakter tokoh di atas panggung.

Keterangan foto: Peserta mengikuti kegiatan workshop tata rias pementasan melalui pemaparan materi dan praktik langsung.
Selama ini, proses tata rias dalam kegiatan Teater Mishbah lebih banyak dikembangkan secara mandiri melalui pengalaman pribadi, referensi media sosial, maupun mencontoh tata rias dari pementasan sebelumnya. Oleh karena itu, workshop ini dirancang untuk memberikan pemahaman yang lebih sistematis, mulai dari konsep dasar tata rias pementasan hingga praktik pengaplikasian tata rias karakter.
Dalam kegiatan workshop, peserta memperoleh materi mengenai konsep dasar tata rias pementasan, fungsi tata rias dalam seni pertunjukan, jenis-jenis tata rias teater, pengenalan alat dan kosmetik, serta prinsip pembentukan karakter melalui tata rias. Penyampaian materi dilakukan secara interaktif melalui pemaparan, diskusi, dan tanya jawab.
Setelah memperoleh pemahaman dasar, peserta mengikuti sesi demonstrasi dan praktik langsung. Pada tahap ini, peserta mempelajari langkah-langkah pengaplikasian tata rias, mulai dari persiapan wajah, penggunaan kosmetik, pemilihan warna, pembentukan karakter, hingga penyelesaian akhir tata rias. Selama praktik berlangsung, peserta juga memperoleh pendampingan dan umpan balik untuk menyempurnakan hasil tata rias yang telah dibuat.
Melalui kegiatan ini, anggota Teater Mishbah diharapkan tidak hanya memahami fungsi dan jenis-jenis tata rias pementasan, tetapi juga memiliki keterampilan praktis yang dapat diterapkan dalam proses produksi teater selanjutnya. Tata rias diharapkan dapat menjadi bagian dari proses kreatif dalam membangun karakter tokoh, baik berdasarkan usia, kondisi fisik, latar sosial, maupun kebutuhan artistik sebuah pertunjukan. Kegiatan ini juga diharapkan dapat memberikan manfaat berkelanjutan bagi Teater Mishbah. Materi dan pengalaman yang diperoleh selama workshop dapat menjadi bekal pembelajaran bagi anggota komunitas serta mendukung proses regenerasi, sehingga keterampilan tata rias pementasan dapat terus dikembangkan dalam berbagai produksi teater pada masa mendatang.
- Prodi Sastra Indonesia USD Libatkan Stakeholders untuk Rancang Kurikulum 2026 Berbasis AI dan Kebutuhan Industri
- Lokakarya Tata Rias Pementasan: Dosen Prodi Sastra Indonesia USD Berbagi Keterampilan dengan Teater Mishbah
- Diskusi Buku Tanpa Rencana: Kolaborasi Prodi Sastra Indonesia dan Penerbit Bentang Pustaka Hadirkan Dee Lestari
- Mantra Malam Malam Vol III: Panggung Ekspresi dan Pameran Seni oleh Bengkel Sastra
- Antologi Puisi “Sastra Merayu: Mawar Merah Untuk Kekasihku” oleh Ananda Aditya Firdaus, Mahasiswa Sastra Indonesia USD
- Bengkel Sastra USD Memperingati Hari Puisi Sedunia dengan Panggung Bebas Berekspresi
- Prodi Sastra Indonesia Merayakan Kelulusan 26 Mahasiswanya Melalui Syukuran Wisuda
- Muhammad Syamsa, Mahasiswa Sastra Indonesia USD, Terbitkan Antologi Puisi “Selamat Datang Cinta”
- Bengkel Sastra USD Bersama Niang Gejur Gelar Pameran
- Seminar Sastra Indonesia: Mencari Jalan Baru Industri Kreatif