Berita

Sanyata ing Dharma: Perluasan, Perjumpaan Penciptaan

19-12-2025 14:21:07 WIB

Pada Sabtu, 13 Desember dan Minggu, 14 Desember 2025, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma Yogyakarta menyelenggarakan kegiatan Refleksi Karya bagi dosen dan tenaga kependidikan. Kegiatan ini dilaksanakan di Rumah Khalwat Santa Maria Tawangmangu dan berlangsung dengan lancar serta penuh antusiasme dari seluruh peserta. Rangkaian kegiatan diawali dengan keberangkatan bersama pada pukul 08.00 WIB dari titik kumpul Auditorium Universitas Sanata Dharma menuju lokasi kegiatan.
Hari pertama Refleksi Karya dibuka dengan pengantar oleh Dekan FKIP, Drs. Tarsisius Sarkim, M.Ed., Ph.D., yang menegaskan pentingnya refleksi sebagai ruang bersama untuk meneguhkan kembali jati diri FKIP di tengah tantangan dan dinamika dunia pendidikan yang terus berkembang. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Sesi I, berupa pengantar refleksi oleh fasilitator Rm. Agustinus Sugiyo Pitoyo, S.J., Ph.D., yang mengajak peserta untuk masuk secara mendalam dalam proses refleksi personal maupun komunal.

Dalam sesi ini, peserta diajak merefleksikan dua pertanyaan utama, yakni mengenai kekhasan dan kekuatan FKIP sebagai inti jati diri fakultas, serta bagaimana kekhasan tersebut menjadikan FKIP tetap kuat, bertumbuh, dan mampu berkontribusi nyata. Proses refleksi dilaksanakan melalui dinamika kelompok dalam dialog tiga putaran, yang berjalan dengan sangat hidup. Antusiasme peserta tampak dari keterlibatan aktif dalam berbagi pengalaman, mendengarkan satu sama lain, serta merumuskan makna bersama dari pengalaman karya yang selama ini dijalani. Hasil refleksi tiga putaran tersebut menunjukkan benang merah yang kuat mengenai cura personalis sebagai kekhasan utama FKIP. FKIP dipahami sebagai ruang pendidikan yang mengedepankan pendampingan holistik, kepedulian personal, serta kesediaan untuk “mau repot” mendampingi mahasiswa dalam berbagai situasi, termasuk ketika mahasiswa datang dengan keterbatasan, tantangan akademik, maupun “luka” personal. Selain itu, muncul pula refleksi mengenai suasana kekeluargaan yang egaliter, pelayanan yang humanis dan murah hati, serta semangat pedagogi Ignasian yang menekankan refleksi, konteks, dan aksi nyata.

Pada sesi pleno hari pertama, hasil-hasil refleksi kelompok dirangkum dan diperdalam bersama. FKIP dimaknai sebagai “rumah” yang hangat dan inklusif, tempat setiap pribadi dihargai keunikannya, disapa secara personal, serta diberdayakan untuk bertumbuh. Refleksi juga menegaskan bahwa kekuatan FKIP tidak hanya terletak pada aspek akademik, tetapi terutama pada kultur pelayanan, pendampingan total, serta relasi yang memanusiakan manusia. Nilai-nilai seperti ngayomi, ngayemi, nglayani, dan ngayani mengemuka sebagai wajah konkret pelayanan FKIP bagi mahasiswa, sivitas akademika, dan masyarakat luas.

WhatsApp Image 2025-12-19 at 14-16-20

Memasuki hari kedua, kegiatan Refleksi Karya diawali dengan Perayaan Ekaristi pagi pada pukul 06.30 WIB di Aula Rumah Retret Santa Maria Tawangmangu. Perayaan ini menjadi momentum spiritual untuk mensyukuri perjalanan karya sekaligus menyerahkan seluruh proses refleksi kepada Tuhan sebagai sumber panggilan dan perutusan.

Setelah Perayaan Ekaristi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan pleno yang membicarakan bagaimana langkah-langkah strategis yang dapat dilakukan oleh FKIP dan unit-unit di FKIP untuk semakin meneguhkan dan mewujudkan identitas serta kekhasan FKIP ke depan. Dalam sesi ini, peserta merefleksikan pentingnya redefinisi cura personalis agar tetap relevan dan tanggap zaman, penguatan budaya refleksi dalam pembelajaran, serta penerapan Pedagogi Ignasian secara lebih konsisten dalam kurikulum dan praktik pendidikan. Selain itu, dibahas pula perlunya penguatan pelayanan yang cepat, tepat, dan berintegritas, serta upaya membangun narasi positif FKIP melalui keterlibatan alumni, media, dan jejaring mitra.

WhatsApp Image 2025-12-19 at 14-16-19

Pleno hari kedua juga menegaskan komitmen FKIP untuk memperluas kontribusi nyata bagi masyarakat melalui tridharma perguruan tinggi yang berdampak, penguatan kemitraan dengan sekolah dan komunitas, serta kehadiran dosen dan mahasiswa dalam aksi-aksi pelayanan sosial dan pendidikan. FKIP dipanggil untuk terus menjadi fakultas yang adaptif, inklusif, dan transformatif, tanpa kehilangan akar nilai-nilai humanis dan Ignasian yang telah menjadi fondasi bersama.

Kegiatan Refleksi Karya FKIP 2025 diakhiri dengan peneguhan bersama akan jati diri FKIP sebagai komunitas pendidik yang melayani dengan hati, mendampingi secara personal, dan bertransformasi bersama zaman. Refleksi ini diharapkan tidak berhenti sebagai wacana, melainkan menjadi gerak nyata yang terus dihidupi dalam seluruh aspek penyelenggaraan pendidikan, pelayanan, dan pengabdian FKIP Universitas Sanata Dharma.

 kembali