Berita

Penandatanganan MoA antara Centro Nacional Chega! dengan Program Pascasarjana USD dalam rangka Membangun Perdamaian dan Persahabatan Timor-Leste – Indonesia Pascakonflik Lewat Kegiatan Seni

12-07-2024 14:36:37 WIB

Disadari bersama, bahwa aneksasi selama 24 tahun oleh Indonesia di masa Orde Baru terhadap Timor-Leste telah meninggalkan trauma dan ingatan-ingatan yang kelam. Usai konflik atau krisis pada 1999, Komisi Kebenaran dan Persahabatan (KKP) lantas memberikan berbagai rekomendasi, baik bagi Timor-Leste, Republik Indonesia, maupun dunia internasional, supaya kekerasan serupa tidak pernah terjadi lagi. Cukup! Sudah saatnya membangun perdamaian dan persahabatan yang konstruktif antara Timor-Leste dengan Indonesia, bukan hanya di level pemerintahan secara birokrasi, tetapi juga di masyarakat akar rumput, dengan tanpa menghapus begitu saja apa yang sudah terjadi di masa lalu.

 “Pekerjaan rumah” itulah yang mendasari pemerintah Timor-Leste untuk membentuk lembaga publik bernama Centro Nacional Chega! I.P. Da Memória À Esperança. Chega! sendiri berarti ‘cukup!’. Itulah sebabnya sejak awal tahun lalu, lembaga ini menginisiasi kerja sama dengan Universitas Sanata Dharma, yang ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (Memorandum of Understanding) pada pertengahan 2023.



Sebagai salah satu kelanjutan dari MoU tersebut, pada tanggal 15 dan 16 Juli 2024 lalu, delegasi Centro Nacional Chega! berkunjung ke Program Doktor Kajian Budaya (Seni dan Masyarakat) dan Pusat Sejarah dan Etika Politik (PUSdEP) Universitas Sanata Dharma, untuk membahas kegiatan-kegiatan yang dapat dilakukan dalam rangka “Membangun Perdamaian dan Persahabatan Timor-Leste – Indonesia Pascakonflik Lewat Kegiatan Seni”.

Pertemuan ini diakhiri dengan ditandatanganinya dokumen perjanjian kerja sama (Memorandum of Agreement) antara Hugo Maria Fernandes (Direktur Eksekutif Centro Nacional Chega!) dengan F.X. Mukarto (Direktur Program Pascasarjana) yang berlaku hingga akhir 2027. Dalam dokumen tersebut disepakati bahwa Program Pascasarjana melalui Program Doktor Kajian Budaya akan mengorganisasi dan mendampingi Centro Nacional Chega dalam merencanakan dan melaksanakan berbagai bidang kegiatan seni, seperti seni rupa, film, teater, dan musik, dalam rangka membangun perdamaian dan persahabatan. Kegiatan tersebut tentunya akan banyak melibatkan masyarakat dan seniman di Timor-Leste.



Seni, dalam hal ini adalah sebagai praktik pengetahuan, sebagai cara memahami kehidupan, dengan masa lalu sebagai objek pengetahuan yang dieksplorasi. Dengan demikian, selain bermanfaat secara sosial-politik, kerja sama ini juga membangun pemahaman dan pengetahuan yang merupakan sumbangan bagi dunia akademis. St. Sunardi dalam pertemuan tersebut mengemukakan bahwa walaupun ujung tombak pelaksanaan kerja sama ini adalah PUSdEP dan Program Doktoral yang ditopang Pascasarjana USD, tetapi sejujurnya pendukung kerja sama ini adalah seluruh Yogyakarta, karena USD menjadi titik temu masyarakat dan seniman-seniman Yogyakarta. Menanggapinya, Hugo Maria Fernandes mengatakan, “Sudah sejak lima tahun yang lalu, kami melihat pentingnya menggunakan seni sebagai lingkup mewujudkan perdamaian .... Sehingga bagi kami di Centro Nacional Chega, ini adalah sebuah peluang yang ditunggu-tunggu, dan kami harap bisa terealisir.”

 kembali