Berita

PSPPA FF USD Berikan Kuliah Tamu dengan Narasumber dari Amerika Serikat Secara Daring

Fri, 08 Nov 2024

FFUSD – Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker mengadakan kuliah tamu bertopik Mental Health dan Regulasi Kefarmasian dengan konsep sharing session dengan menghadirkan Dr. Annie Bui, PharmD, BAAS, seorang praktisi farmasi asal Amerika Serikat yang merupakan lulusan Doctorate in Pharmacy dari University of the Pacific. Dr. Annie memiliki pengalaman luas dalam berbagai bidang farmasi, seperti praktik kefarmasian, farmasi klinis, hingga farmasi regulatori.
Kuliah tamu ini dilaksanakan melalui Zoom Conference pada hari Senin, 4 November 2024, dengan peserta yang terdiri dari mahasiswa dan mahasiswi Program Studi Profesi Apoteker angkatan 48. Kegiatan Kuliah Tamu ini difasilitasi oleh Bapak Matthew Yap, PharmD, BAAS, seorang praktisi profesional di industri farmasi sekaligus Vice President dari PT Mersifarma.


Materi yang disampaikan oleh Dr. Annie berfokus pada Major Depressive Disorder (MDD). Beliau menjelaskan bahwa MDD adalah suatu mood disorder yang memiliki dampak negatif pada perasaan, cara berpikir, tindakan, dan persepsi seseorang terhadap dunia. Proses diagnosis MDD dilakukan dengan memperhatikan gejala klinis yang dialami pasien serta melalui screening questionnaires untuk menilai tingkat keparahan depresi. Pendekatan treatment juga mengikuti evidence-based guidelines dan disesuaikan dengan kondisi pasien, mulai dari melihat respons tubuh pasien terhadap pengobatan hingga penerapan langkah preventive jika terjadi risiko relapse.


Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab, yang menunjukkan antusiasme peserta kuliah tamu kali ini, terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan kepada narasumber. Marcelina Handoyo, S. Farm, salah satu mahasiswi Program Studi Profesi Apoteker Universitas Sanata Dharma, mengajukan pertanyaan mengenai saran dalam memberikan konseling kepada pasien dengan mental health, dengan harapan agar pasien dapat memperoleh hasil yang lebih baik, mengingat tidak semua pasien bersedia menerima pengobatan yang diberikan. Dengan demikian, sesi ini tidak hanya memperkaya pemahaman peserta, tetapi juga mendorong diskusi yang konstruktif mengenai praktik kefarmasian yang efektif dalam menangani mental health.

 back
Archive