Berita

'Interprofessional Education': Kerjasama Farmasi USD Tingkatkan Mutu Pelayanan Tenaga Kesehatan

Fri, 07 Jun 2024

[Repost usd.ac.id] USD - Peningkatan mutu pelayanan tenaga kesehataan sedang diperluas menjadi paradigma yang berorientasi pada pasien (patient oriented). Pelayanan kesehatan yang terbaik untuk pasien merupakan tujuan dari semua tenaga kesehatan. Kolaborasi antar tenaga kesehatan merupakan salah satu usaha meningkatkan mutu pelayanan kesehatan. Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma melalui kegiatan Interprofessional Education, saat ini sedang bekerjasama membantu meningkatkan mutu pelayanan tenaga kesehatan.

Interprofessional Education (IPE) merupakan praktik kolaborasi antara dua atau lebih profesi kesehatan yang saling mempelajari profesi kesehatan lainnya dan memahami peran masing-masing profesi kesehatan untuk meningkatkan kolaborasi dan kualitas pelayanan. IPE mulai dikenal kurang lebih 10 tahun yang lalu karena terdapat berbagai bukti ilmiah yang memperlihatkan bahwa hambatan atau tidak efektifnya komunikasi merupakan salah satu penyebab munculnya kesalahan medis.

Berkerja sama dengan Fakultas Kedokteran Universitas Kristen Duta Wacana dan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Bethesda Yakkum, Fakultas Farmasi USD menyelenggarakan IPE dalam tiga pertemuan, yaitu satu sesi Stadium General dan dua sesi Kegiatan Belajar Mengajar.
Stadium General yang dilaksanakan pada 20 April 2024 di Kampus III Universitas Sanata Dharma. Pada pertemuan ini para mahasiswa dibagi dalam kelompok diskusi yang terdiri dari mahasiswa farmasi, kedokteran, keperawatan. Dalam kelompok tersebut, para mahasiswa bersama-sama mengerjakan kasus rawat jalan.

Sementara Kegiatan Belajar Mengajar Sesi I dan II dilaksanakan pada 4 Mei 2024 dan 11 Mei 2024 di Fakultas Kedokteran Universitas Duta Wacana. Mahasiswa dalam kelompok melakukan visite pada pasien dan diskusi terkait pelayanan kesehatan yang diberikan.

Kegiatan IPE membantu para calon apoteker, dokter, dan perawat untuk mengetahui tugas antar tenaga kesehatan. Hal ini diungkapkan oleh salah seorang mahasiswa Farmasi USD, Aquina Nino Rama Dhanti Dewita.

”Diskusi mengenai kondisi pasien, tindakan dan terapi yang akan diberikan ke pasien oleh dokter, perawat, dan apoteker sangat dibutuhkan demi mencapai tujuan pelayanan kesehatan. Seperti saat pasien datang bertemu dengan perawat, lalu perawat melakukan penggalian informasi. Seorang perawat juga mendampingi dokter dokter melakukan pemeriksaan, diagnosa dan tindakan. Sementara apoteker menjelaskan tentang terapi obat sesuai dengan resep dari dokter pada pasien,” ungkapnya.
Melalui IPE, para mahasiswa yang menjadi calon  tenaga kesehatan dapat saling belajar tentang komunikasi dan kolaborasi yang efektif serta professional dalam rangka melayani pasien.

”Kegiatan Interprofessional Education (IPE) seperti ini perlu terus dilakukan dan ditingkatkan untuk membantu meningkatkan mutu pelayanan kesehatan melalui para calon tenaga kesehatan di Indonesia,” pungkas Aquina.

(ANRD-Farmasi)

 back
Archive