artikel
Mengasah Keterampilan Konseling Asisten PLK melalui Teknik Empty Chair
Pusat Layanan Konseling (PLK) Universitas Sanata Dharma kembali menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Asisten PLK sebagai bagian dari upaya penguatan kapasitas pendampingan psikologis bagi mahasiswa. Pelatihan kali ini mengangkat materi Teknik Konseling Empty Chair (Kursi Kosong) dan dilaksanakan pada Selasa, 28 Oktober 2025, bertempat di Ruang Multimedia Kampus III Paingan, Universitas Sanata Dharma.
Kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber Vincent Eddy Kuncoro Hartono, M.Psi., Psikolog, yang memiliki pengalaman dalam praktik konseling serta pengembangan keterampilan konselor pemula. Pelatihan ini ditujukan khusus bagi para asisten PLK agar memiliki pemahaman awal mengenai teknik konseling yang dapat membantu klien mengekspresikan perasaan, konflik batin, maupun pengalaman emosional yang belum terselesaikan. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka mempersiapkan asisten PLK menjadi peer counselor yang mampu memberikan pendampingan awal secara empatik dan bertanggung jawab kepada sesama mahasiswa.
Tujuan dan Latar Belakang
Teknik Empty Chair merupakan salah satu teknik konseling yang banyak digunakan dalam pendekatan Gestalt. Teknik ini membantu individu untuk berdialog secara simbolik dengan orang lain, bagian diri, atau situasi tertentu yang menimbulkan konflik emosional. Melalui proses ini, klien diharapkan mampu memperoleh kesadaran diri, kejelasan perasaan, serta pemaknaan baru terhadap pengalaman yang dialami.
Dalam konteks layanan konseling mahasiswa, pengenalan teknik Empty Chair menjadi bekal penting bagi asisten PLK agar mampu memahami dinamika emosional klien secara lebih mendalam, sekaligus menyadari batasan peran mereka sebagai pendamping sebelum proses konseling lanjutan dilakukan oleh konselor atau psikolog profesional.
Materi dan Dinamika Pelatihan
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan pemaparan konsep dasar teknik Empty Chair, tujuan penggunaannya, serta tahapan pelaksanaan dalam sesi konseling. Narasumber juga menekankan aspek keamanan emosional, empati, dan sensitivitas konselor dalam memfasilitasi teknik ini, mengingat kemungkinan munculnya emosi yang intens dari klien.
Selain penjelasan teoritis, peserta diajak untuk mengikuti simulasi dan latihan sederhana guna memahami alur dan peran konselor dalam teknik Empty Chair. Diskusi reflektif turut mewarnai pelatihan, di mana para asisten PLK dapat berbagi pandangan, pengalaman, serta pertanyaan terkait penerapan teknik ini dalam konteks pendampingan mahasiswa.
Harapan dan Tindak Lanjut
Melalui pelatihan teknik konseling Empty Chair ini, PLK berharap para asisten PLK semakin terampil, reflektif, dan peka dalam mendampingi mahasiswa yang menghadapi konflik emosional atau persoalan psikologis. Pelatihan ini juga menjadi bagian dari komitmen PLK dalam mengembangkan layanan konseling yang berkualitas, bertanggung jawab, dan berorientasi pada kesejahteraan mahasiswa.
Ke depan, PLK Universitas Sanata Dharma akan terus menyelenggarakan pelatihan berkelanjutan bagi asisten dan tenaga pendukung lainnya sebagai upaya menciptakan lingkungan kampus yang peduli dan mendukung kesehatan mental civitas academica.
- Pelatihan Peer Counselor Student Staff Pusat Layanan Konseling Universitas Sanata Dharma
- Serah Terima Jabatan PLK dan PSIBK
- Pelatihan Student Staff PLK: Pengenalan Hypnocounseling sebagai Pendekatan Pendampingan Psikologis
- Pelatihan PLK: Memahami Transference dan Countertransference dalam Proses Konseling
- Membekali Asisten PLK dengan Psychological First Aid: Langkah Nyata Peduli Kesehatan Mental Mahasiswa
- Mengasah Keterampilan Konseling Asisten PLK melalui Teknik Empty Chair