Berita

Universitas Sanata Dharma Gelar Pelatihan Koding dan Kecerdasan Artifisial untuk Guru SD dan SMP Yayasan Kanisius cabang Yogyakarta

17-11-2025 15:11:18 WIB WIB

Universitas Sanata Dharma melalui Program Studi Informatika dan Matematika menyelenggarakan program pengabdian masyarakat berupa pelatihan koding dan kecerdasan artifisial bagi guru-guru SD dan SMP Yayasan Kanisius cabang Yogyakarta. Program ini berlangsung selama sembilan pertemuan dari September hingga November 2025 dengan tujuan meningkatkan kompetensi guru dalam menghadapi era digital dan pendidikan abad 21.

Pelatihan dirancang secara sistematis dalam tiga batch, dengan masing-masing batch terdiri dari tiga pertemuan intensif. Setiap sesi pelatihan dilaksanakan pada hari Sabtu pukul 08.00-12.00 WIB di Yayasan Kanisius cabang Yogyakarta. Program ini terlaksana pada tanggal 20 September, 27 September, 4 Oktober, 11 Oktober, 18 Oktober, 25 Oktober, 1 November, 8 November, dan 15 November 2025. Antusiasme peserta sangat tinggi, terlihat dari partisipasi guru dengan rata-rata 30 guru hadir pada setiap pertemuan, menunjukkan kesadaran yang kuat akan pentingnya penguasaan teknologi dalam dunia pendidikan.

WhatsApp Image 2025-11-17 at 10-23-00_109fa69f

Program pelatihan ini mencakup tiga pilar utama literasi digital yang relevan dengan tuntutan pendidikan kontemporer, yaitu Computational thinking untuk mengembangkan kemampuan berpikir komputasional dalam menganalisis informasi dan memecahkan masalah, Koding (Coding) untuk memperkenalkan dasar-dasar pemrograman, serta Kecerdasan Artifisial (Artificial Intelligence / AI) untuk memahami konsep dan aplikasi AI dalam konteks pendidikan. Ketiga materi ini disampaikan secara bertahap dalam setiap batch, memungkinkan guru untuk memahami dan mempraktikkan setiap konsep secara mendalam sehingga dapat diimplementasikan dalam pembelajaran di kelas.

Pelatihan ini dipandu oleh enam dosen berpengalaman dari Universitas Sanata Dharma, yaitu Bapak Drs. Hari Suparwito, S.J., M.App.IT, Bapak Ir. Kartono Pinaryanto, S.T., M.Cs., Ibu Ir. Paulina Heruningsih Prima Rosa, S.Si., M.Sc., Ibu Maria Vianney Any Herawati, M.Si., Bapak Hartono, Ph.D., dan Bapak Puspaningtyas Sanjoyo Adi, S.T., M.T., yang berasal dari Program Studi Informatika dan Matematika dengan keahlian mendalam di bidang teknologi informasi dan pendidikan. Metode pelatihan yang digunakan menggabungkan teori dan praktik, sehingga guru tidak hanya memahami konsep tetapi juga mampu mengaplikasikannya secara langsung. Para narasumber memberikan pendampingan intensif dan menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif, memungkinkan guru untuk aktif berdiskusi dan berbagi pengalaman dalam mengintegrasikan teknologi di kelas mereka.

WhatsApp Image 2025-11-17 at 10-23-00_bfe3960b

Berdasarkan hasil wawancara dengan guru peserta dan pengelola Yayasan Kanisius cabang Yogyakarta, Ibu Yudha menyampaikan apresiasi tinggi atas terselenggaranya program ini dan mengungkapkan harapan besar akan adanya keberlanjutan kerja sama. Ibu Yudha menyatakan bahwa ke depan, pihak yayasan berharap dapat melanjutkan kolaborasi dengan Universitas Sanata Dharma, khususnya dalam penyusunan kurikulum informatika yang sesuai dan aplikatif untuk tingkat SD dan SMP. Para guru peserta juga menyampaikan antusiasme mereka dan merasakan manfaat signifikan dari materi yang diberikan, serta berkeinginan untuk terus mengembangkan kompetensi koding dan kecerdasan artifisial guna menciptakan pembelajaran yang lebih inovatif dan bermakna bagi siswa.

WhatsApp Image 2025-11-17 at 10-23-00_8773d51f-2

Program pengabdian masyarakat ini merupakan wujud nyata dari komitmen Universitas Sanata Dharma dalam berkontribusi pada peningkatan kualitas pendidikan di Indonesia. Dengan membekali guru-guru dengan pengetahuan dan keterampilan koding dan kecerdasan artifisial yang komprehensif, diharapkan dapat tercipta pembelajaran yang lebih inovatif, adaptif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Pelatihan ini juga sejalan dengan kebijakan pemerintah dalam mendorong transformasi digital di sektor pendidikan, khususnya dalam implementasi kurikulum merdeka yang menekankan pada pengembangan kompetensi abad 21. Sinergi antara perguruan tinggi dan lembaga pendidikan dasar dan menengah seperti ini menjadi model yang baik untuk direplikasi, dengan harapan dapat menghasilkan generasi yang tidak hanya cerdas secara akademis tetapi juga tanggap teknologi dan siap menghadapi tantangan masa depan di era digital yang terus berkembang pesat.

(KP)

 kembali