BERITA

Seminar Matemacinta 2025: Matematika sebagai Fondasi Kecerdasan Buatan dan Machine Learning

Yogyakarta, 18 Mei 2025 – Himpunan Mahasiswa Program Studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi, Universitas Sanata Dharma (USD), kembali menyelenggarakan kegiatan tahunan Seminar Matemacinta yang menjadi wadah reflektif dan inspiratif bagi pelajar dan mahasiswa dalam memahami relevansi matematika di era teknologi. Tahun ini, Matemacinta 2025 mengangkat tema “Math is the Hidden Engine Behind Artificial Intelligence and Machine Learning”, yang menyoroti peran krusial matematika dalam mendasari perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan machine learning (ML).
Kegiatan yang berlangsung secara luring ini berhasil menarik antusiasme peserta dari berbagai kalangan, mulai dari siswa SLTA sederajat hingga mahasiswa lintas universitas. Bertempat di Ruang Koendjono Kampus II Universitas Sanata Dharma, acara dimulai pukul 11.00 WIB dengan pembukaan oleh MC dan doa bersama. Sebelum memasuki sesi seminar utama, yang menghadirkan dua narasumber dari dunia industri dan akademik, rangkaian acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua Program Studi Matematika, Prof. Dr.rer.nat. Herry Pribawanto Suryawan serta Ketua Pelaksana, Gita Ephifani (Mahasiswa Prodi Matematika Angkatan 2023).

Sesi pertama diisi oleh Albert Ricky Setiawan, S.Mat. (Alumni Prodi Matematika USD), seorang Senior IT Specialist – Data Scientist dari PT Bank Central Asia (BCA). Selama 45 menit, pembicara menjelaskan secara menarik bagaimana prinsip-prinsip dasar matematika diimplementasikan dalam dunia kerja, khususnya dalam aplikasi AI dan ML di sektor perbankan. Beberapa penerapan nyata yang dibahas antara lain pendeteksian fraud, analisis pola transaksi nasabah, hingga prediksi churn (nasabah tidak aktif).

Pembicara juga menjelaskan bahwa dalam proses machine learning, data berperan sebagai bahan baku, algoritma sebagai resep, dan matematika sebagai alat utama yang menggerakkan keseluruhan proses. Tak hanya itu, peserta juga diberikan sejumlah tips praktis untuk meniti karier di bidang data science, seperti pentingnya konsistensi latihan, mengikuti kompetisi, mengambil sertifikasi (seperti Excel atau Python), serta pengalaman kerja melalui magang atau pekerjaan paruh waktu yang sesuai minat. Ia juga berbagi kisah nyata proses wawancara kerja dan pengalaman para alumni Prodi Matematika yang kini berkontribusi di dunia industri teknologi.

Untuk menjaga antusiasme peserta, panitia menghadirkan dua sesi ice breaking. Sesi pertama berupa kuis interaktif menebak logo dan gambar dari berbagai tools teknologi populer seperti ChatGPT, MATLAB, dan GeoGebra. Sementara itu, sesi kedua berupa tantangan problem solving matematika yang bertujuan mengasah logika dan keterampilan berpikir kritis peserta secara menyenangkan.



Sesi kedua menghadirkan dosen Program Studi Matematika Universitas Sanata Dharma, yakni Bapak Hartono, Ph.D., yang telah lama mendalami bidang machine learning dari sisi teoritis. Dalam presentasinya, beliau menyampaikan bahwa dunia ini tersusun atas pola, baik dalam ilmu fisika, biologi, maupun matematika. Machine learning, menurutnya, adalah upaya untuk mengenali dan memanfaatkan pola-pola tersebut agar dapat digunakan dalam pengambilan keputusan berbasis data.

Pembicara kedua ini mengajak peserta untuk memahami konsep dasar AI dan ML, mulai dari representasi data sebagai vektor dan matriks, pengenalan supervised learning (seperti regresi dan klasifikasi), hingga pentingnya peran aljabar linear, kalkulus, probabilitas, dan statistika dalam proses pembelajaran mesin. Beliau juga memperkenalkan deep learning sebagai cabang lanjut dari machine learning yang kini digunakan dalam berbagai teknologi mutakhir seperti pengenalan wajah, kendaraan otonom, dan chatbot berbasis bahasa alami.
Kegiatan Seminar Matemacinta 2025 tidak hanya menjadi sarana berbagi pengetahuan, tetapi juga memberikan inspirasi bahwa matematika adalah elemen kunci di balik kemajuan teknologi modern. Melalui kegiatan ini, Himpunan Mahasiswa Matematika USD berharap dapat menumbuhkan semangat belajar, rasa ingin tahu, dan keyakinan diri bagi generasi muda untuk terus menggali potensi dalam bidang matematika dan teknologi.
Dengan dukungan penuh dari civitas akademika serta partisipasi aktif para peserta, Seminar Matemacinta 2025 berhasil menjadi ruang edukatif yang memperkuat pemahaman akan pentingnya matematika sebagai fondasi dunia digital yang terus berkembang.
(HMM)

 kembali