BERITA
Juara 3 Kompetisi Menulis SDG Academy Indonesia

Nadya Ursula Sarasdewi Herlambang, mahasiswa program studi Matematika, Fakultas Sains dan Teknologi USD, berhasil meraih Juara 3 pada ajang Kompetisi Menulis Kategori Mahasiswa S1.Kompetisi Menulis dengan tema “Memberdayakan Pemimpin Masa Depan: Peran Pendidikan Berkualitas dan Inovasi dalam Mencapai Ekonomi Berkelanjutan” ini diselenggarakan oleh SDG Academy Indonesia bersama Pemimpin.id dalam rangka memperingati Hari Literasi Internasional dan Konferensi Tahunan SDGs 2024.SDG Academy Indonesia adalah suatu organisasi yang mensosialisasikan program SDG (Sustainable Development Goals) atau sering diterjemahkan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia lewat 3 program utamanya, yaitu Program Kepemimpinan SDG, Program Pembelajaran Daring SDG dan Program Belajar SDG ke Luar Negeri.
SDG sendiri merupakan kesepakatan bersama oleh 193 negara sejak tahun 2015 terkait pembangunan global, dengan prinsip No One Left Behind. Sedangkan Pemimpin.id adalah social startup yang bertujuan mencetak para pemimpin hebat lewat program-programnya.Ajang kompetisi yang berskala Nasional ini diikuti masyarakat umum untuk kategori Publik dan oleh mahasiswa-mahasiswi dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk kategori Mahasiswa S1. Kompetisi Menulis tahunan ini dilaksanakan pada bulan Agustus-September 2024 dan terbagi dalam 2 tahap. Pada tahap pertama yang merupakan tahap penyisihan, semua peserta diminta untuk menulis artikel berisi ide, opini, inovasi, dan praktik baik yang ditawarkan dalam mewujudkan ekonomi berkelanjutan melalui peningkatan kualitas pendidikan dan inovasi. Tulisan harus mencakup tiga tujuan dalam Pembangunan Berkelanjutan, yakni tujuan 4 yaitu Pendidikan Berkualitas, tujuan 8 yaitu Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi dan tujuan 9 yaitu Industri, Inovasi dan Infrastruktur.
Dari ratusan pendaftar yang mengikuti kompetisi ini, 10 artikel masing-masing kategori terpilih untuk lanjut ke tahap final. Pada tahap final, para finalis berkesempatan untuk mempresentasikan artikel yang telah dibuat di hadapan dewan juri secara daring pada tanggal 24 September 2024. Finalis diberi waktu presentasi selama 5 menit dan tanya jawab selama 5 menit. Kriteria penilaian tahap final ini adalah 25% keterkaitan gagasan dengan SDGs, 25% relevansi tulisan dengan tema, 25% gagasan mencakup SMART Goals (Specific, Measurable, Achievable, Relevant, Time-bound), dan 25% kemampuan penyampaian dan presentasi.
Nadya, mahasiswa angkatan 2022, menuliskan gagasan tentang PBL Eco-STEAM (Project Based Learning Economic STEAM). Ide ini berawal dari permasalahan pendidikan masa depan di era globalisasi yang menuntut generasi menjadi AoC (Agent of Change). Implementasi PBL Eco-STEAM menjadi kunci dalam membentuk kompetensi peserta didik, terutama dalam berpikir kritis dan kreatif. Program ini disusun secara spesifik, relevan dan berbasiskan waktu dengan capaian yang terukur. Dengan demikian, PBL Eco-STEAM dapat menjadi tempat memperoleh pendidikan berkualitas yang tepat guna dan realistis serta sebagai tempat bagi pemilik modal untuk mengembangkan usahanya yang berimbas pada pertumbuhan ekonomi individu, kolektif (perusahaan) dan nasional. Berkat tulisannya tersebut, Nadya menjadi salah satu dari 10 finalis yang diundang untuk menghadiri acara SDG Talk pada tanggal 26 September 2024 di Kampus SDG Academy Indonesia, Jakarta.
“Saya sangat bersyukur menjadi salah satu finalis sekaligus pemenang dalam Kompetisi Menulis ini. Mengikuti lomba di tengah-tengah padatnya kegiatan menjadi tantangan bagi saya. Perlu manajemen waktu yang baik agar dapat terselesaikan. Awalnya saya juga sudah hopeless karena saya merasa kurang optimal saat presentasi. Saya tidak menyangka bahwa nama saya terpilih menjadi salah seorang pemenang. Senang sekali gagasan saya diterima dengan baik oleh para dewan juri,” ungkapnya.
Mahasiswa asal Yogyakarta ini juga mengungkapkan bahwa belajar bisa dari berbagai disiplin ilmu. “Meski bidang lomba berbeda dengan bidang studi kuliah saya, ini adalah kesempatan untuk memperluas wawasan, khususnya dalam dunia pendidikan, dan membuktikan bahwa pembelajaran sejati tidak terbatas pada satu disiplin ilmu. Teruslah belajar untuk berkarya, berkarya untuk belajar lebih dalam dan realistis untuk karya selanjutnya,” pungkasnya.
(NUSH/YGH)
kembali
- Program Studi Matematika USD Dampingi Siswa SMA Stella Duce 1 Yogyakarta Hadapi OSN Matematika 2026
- Matemacinta 2026 Sukses Menggelar Lomba ANALITIK dan Seminar "Matematika dan Data Scientist"
- Workshop "CV Development Blueprint: Bangun CV, Bangun Masa Depan"
- Penerimaan Mahasiswa Baru Prodi Matematika jalur Beasiswa Cerdas Humanis
- Seminar Matemacinta 2025: Matematika sebagai Fondasi Kecerdasan Buatan dan Machine Learning
- Latihan Dasar Kepemimpinan HMM 2025: " Mengasah Ketangguhan Mental Kepemimpinan Melalui Pemecahan Masalah "
- Juara 3 Kompetisi Menulis SDG Academy Indonesia
- Matematika Mengajar 2024: Hiruk Pikuk Jombor dan Bongsuwung
- Tim USD-Matematika-1 Raih Perunggu Kalkulus ke-2 KAMINDO
- Mahasiswa Matematika USD Raih Perunggu dari Ajang ONMIPA Perguruan Tinggi 2024
