
More than an educator. More than a teacher.
Yang dibutuhkan masyarakat saat ini adalah pendidik yang mumpuni dan memiliki keterampilan masa depan atau future skills. FKIP USD telah 70 tahun lebih menyiapkan generasi muda untuk menjadi pendidik yang mumpuni. Saat ini kurikulum di prodi-prodi FKIP telah direvitalisasi sehingga lulusan FKIP bukan hanya sekedar guru, bukan hanya sekedar pendidik tetapi lulusan FKIP adalah pendidik yang mumpuni yang bersertifikasi future skills seperti International Curriculum, coding, Jurnalisme, Sinematografi dan sertifikasi lain.
Mari bergabung dengan prodi-prodi di FKIP USD untuk menjadi pendidik yang mumpuni dan bersertifikat future skills.
F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D.
Dekan
SelengkapnyaBERITA-SEPUTAR FKIP
Perkuat Jejaring Akademik, FKIP USD Terima Kunjungan Delegasi Dosen UNTL Timor-Leste
Selasa, 20 Oktober 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) Yogyakarta menerima kunjungan resmi (Campus Visit) dari delegasi dosen Universidade Nacional Timor Lorosa'e (UNTL), Timor-Leste, yang didampingi oleh CV. Focus Techno Media. Kegiatan yang dipusatkan di Kompleks FKIP USD ini bertujuan untuk mempererat kemitraan akademis, meninjau tata kelola laboratorium pembelajaran, serta mendiskusikan sistem pembekalan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) dan pengembangan karya ilmiah.
Selengkapnya
Rangkaian Lengkap KLSM dan BioExplore 2026 Universitas Sanata Dharma
Sabtu, 17 Oktober 2026 Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) sukses menyelenggarakan rangkaian kompetisi Kontes Literasi Sains dan Matematika (KLSM) 2026 serta <em>BioExplore</em> 2026 di Kampus 3 USD Paingan, Yogyakarta. Ajang bergengsi ini menjadi wadah bagi siswa-siswi SMA dari berbagai daerah untuk mengasah kemampuan berpikir kritis, menyelesaikan permasalahan masyarakat di bidang Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, serta membangun relasi antar pelajar.
SelengkapnyaBERITA PRODI
JPMIPA FKIP USD Ajak Siswa SMA Bruderan Purworejo Belajar Transformasi Geometri melalui STEAM
S2 Pendidikan Matematika
Purworejo, 20 Oktober 2026 — Menggabungkan matematika dengan seni menjadi salah satu cara untuk menghadirkan pengalaman belajar yang lebih menarik bagi siswa. Hal tersebut diwujudkan oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma (USD), melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Bruderan Purworejo pada Selasa (20/10/2026).Kegiatan yang dilaksanakan pada pukul 10.30–12.30 WIB tersebut melibatkan 59 siswa dari kelas X, XI, dan XII. Selain memberikan pengalaman belajar yang berbeda, kegiatan ini juga menjadi kesempatan bagi siswa untuk mengenal Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika JPMIPA FKIP USD sebagai alternatif pilihan pendidikan di perguruan tinggi.Rangkaian kegiatan diawali dengan penjelasan mengenai pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics), yang mengintegrasikan lima bidang, yaitu sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika. Melalui pengenalan ini, siswa diajak melihat keterkaitan antardisiplin ilmu serta memahami bahwa matematika dan fisika dapat diterapkan dalam berbagai kegiatan sehari-hari, termasuk dalam proses menghasilkan karya seni.Penerapan pendekatan tersebut kemudian dilanjutkan melalui aktivitas bertajuk “STEAM Printing: Transformasi Geometri dalam Kreasi Stempel Kentang.” Para siswa dibagi ke dalam kelompok yang terdiri atas lima orang. Setiap kelompok melibatkan siswa dari kelas yang berbeda, yakni kelas X, XI, dan XII, sehingga mereka dapat saling bertukar ide, membangun komunikasi, dan bekerja sama selama kegiatan berlangsung. Dalam aktivitas ini, kentang dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat stempel. Siswa merancang bentuk dan pola geometri, kemudian mengolahnya menjadi cetakan yang dapat digunakan untuk menghasilkan karya. Proses tersebut menjadi sarana bagi siswa untuk mengeksplorasi transformasi geometri secara langsung, sekaligus menghubungkan konsep matematika dengan unsur seni dan keterampilan praktik. Suasana kegiatan terlihat aktif ketika para siswa mulai merancang pola, mencoba hasil cetakan, dan mengembangkan kreasi masing-masing. Melalui proses tersebut, siswa tidak hanya berkesempatan memahami konsep matematika secara lebih konkret, tetapi juga melatih kreativitas, kemampuan bekerja sama, serta keterampilan dalam menyelesaikan masalah. Hasil karya yang dibuat sendiri pun dapat dibawa pulang sebagai pengalaman belajar yang berkesan.Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan oleh tim yang terdiri atas Dr. Ch. Enny Murwaningtyas, Dr. Haniek Sri Pratini, Dr. Dwi Nugraheni Rositawati, Cyrenia Novella Krisnamurti, M.Sc., dan Niluh Sulistyani, M.Pd., bersama empat mahasiswa. Tim tersebut berasal dari Program Studi Magister (S2) dan Sarjana (S1) Pendidikan Matematika serta Program Studi Sarjana (S1) Pendidikan Fisika di lingkungan JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma.Kolaborasi antara dosen dan mahasiswa dari beberapa program studi ini menjadi bagian dari upaya JPMIPA FKIP USD dalam mengembangkan pembelajaran yang inovatif dan mempererat kerja sama dengan sekolah. Di samping memperoleh pengalaman belajar melalui kegiatan STEAM, siswa juga mendapatkan kesempatan untuk mengenal lebih jauh bidang pendidikan matematika dan pendidikan fisika serta peluang melanjutkan studi pada kedua bidang tersebut. Melalui kegiatan STEAM Printing, JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma berharap siswa dapat melihat matematika dan fisika dari sudut pandang yang lebih luas. Kedua bidang tersebut tidak hanya dipelajari melalui rumus dan perhitungan, tetapi juga dapat dieksplorasi melalui aktivitas kreatif yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam berbagi pengetahuan dan menghadirkan pengalaman belajar yang kontekstual, kolaboratif, serta bermakna bagi siswa.
Selengkapnya
Belajar Transformasi Geometri lewat Stempel Kentang, Dosen dan Mahasiswa JPMIPA USD Hadirkan Pengalaman STEAM bagi Siswa SMA Sanjaya Nanggulan
S2 Pendidikan Matematika
Kulon Progo, 19 Oktober 2026 — Matematika dan fisika dapat dipelajari melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari dan memberikan ruang bagi siswa untuk berkarya. Hal inilah yang dihadirkan oleh tim dosen dan mahasiswa Jurusan Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (JPMIPA), FKIP Universitas Sanata Dharma (USD) dalam kegiatan pengabdian kepada masyarakat di SMA Sanjaya Nanggulan, Kulon Progo, pada Senin (19/10/2026).Berlangsung pada pukul 10.00–12.30 WIB, kegiatan ini dirancang untuk memperkenalkan bidang Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika kepada siswa melalui aktivitas pembelajaran yang mengutamakan pengalaman langsung. Sebagai pengantar, tim memperkenalkan pendekatan STEAM (Science, Technology, Engineering, Arts, and Mathematics) yang menghubungkan lima bidang ilmu, yakni sains, teknologi, rekayasa, seni, dan matematika, dalam proses pembelajaran yang terpadu.Pengenalan STEAM dilanjutkan dengan aktivitas kreatif bertajuk “STEAM Printing: Transformasi Geometri dalam Kreasi Stempel Kentang”. Sebanyak 50 siswa mengikuti kegiatan ini dengan membentuk kelompok beranggotakan lima orang. Komposisi kelompok dirancang agar siswa kelas X, XI, dan XII dapat berbaur, sehingga tercipta kesempatan untuk bertukar pikiran, bekerja sama, dan belajar bersama teman dari tingkat kelas yang berbeda.Dalam praktiknya, kentang dimanfaatkan sebagai media untuk mengenalkan konsep transformasi geometri. Siswa membuat stempel dengan mengeksplorasi bentuk-bentuk geometris, kemudian mengolahnya menjadi desain yang dapat menghasilkan beragam pola. Melalui proses tersebut, konsep matematika tidak hanya dipelajari secara teoritis, tetapi juga diterapkan dalam kegiatan yang memadukan penalaran matematis, seni, dan keterampilan membuat produk.Keterlibatan siswa tampak dalam proses merancang hingga menghasilkan stempel kentang masing-masing. Mereka mendapat kesempatan untuk mencoba gagasan sendiri, mengamati hasilnya, dan mengembangkan desain bersama anggota kelompok. Setelah kegiatan selesai, stempel yang telah dibuat dapat dibawa pulang sebagai hasil karya sekaligus pengingat atas pengalaman belajar yang telah mereka ikuti.Pemanfaatan bahan sederhana seperti kentang menunjukkan bahwa pembelajaran matematika dapat dikembangkan dengan media yang mudah dijumpai di sekitar siswa. Melalui pendekatan STEAM, siswa diajak melihat hubungan antara konsep abstrak dan penerapannya dalam kehidupan nyata. Kegiatan ini juga memberikan pengalaman tentang pentingnya kreativitas, komunikasi, kolaborasi, dan pemecahan masalah dalam proses belajar.Bagi tim pengabdi, kegiatan tersebut menjadi kesempatan untuk berbagi praktik pembelajaran yang inovatif sekaligus memperkenalkan pendekatan yang dapat diterapkan dalam pendidikan matematika dan fisika. Pengalaman belajar semacam ini diharapkan dapat membuka pandangan siswa bahwa kedua bidang ilmu tersebut memiliki beragam kemungkinan untuk dikembangkan secara menarik dan aplikatif.Tim pelaksana terdiri atas lima dosen, yaitu Dr. Ch. Enny Murwaningtyas, Dr. Haniek Sri Pratini, Dr. Dwi Nugraheni Rositawati, Cyrenia Novella Krisnamurti, M.Sc., dan Niluh Sulistyani, M.Pd., yang didampingi oleh tujuh mahasiswa. Para dosen dan mahasiswa tersebut berasal dari Program Studi Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika jenjang sarjana di JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma. Kegiatan ini sekaligus menjadi bentuk keterlibatan perguruan tinggi dalam mendukung pembelajaran di sekolah melalui pertukaran pengetahuan dan pengalaman. Interaksi langsung antara tim USD dan siswa SMA Sanjaya Nanggulan juga membuka ruang bagi siswa untuk mengenal lebih dekat dunia pendidikan tinggi, khususnya pilihan studi di bidang Pendidikan Matematika dan Pendidikan Fisika.Melalui kegiatan pengabdian ini, JPMIPA FKIP Universitas Sanata Dharma berharap dapat memperluas ketertarikan siswa terhadap matematika dan fisika serta menunjukkan bahwa pembelajaran kedua bidang tersebut dapat berlangsung melalui eksplorasi dan penciptaan karya. Integrasi pengetahuan, seni, keterampilan, dan kerja sama dalam aktivitas STEAM diharapkan menjadi salah satu inspirasi bagi terciptanya pengalaman belajar yang lebih bermakna bagi siswa.
Selengkapnya
MPBInd USD Hadir di PIBSI 2026, Angkat Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Ekosistem Digital
S2 Pendidikan Bahasa Indonesia
Program Studi Magister Pendidikan Bahasa Indonesia (MPBInd) Universitas Sanata Dharma turut berpartisipasi dalam Pertemuan Ilmiah Bahasa dan Sastra Indonesia (PIBSI) ke-48 yang diselenggarakan pada 5–6 Oktober 2026 di Crystal Lotus Hotel Yogyakarta. Mengusung tema “Indonesian Language and Literature in the Era of Digital Humanities”, kegiatan ini menghadirkan akademisi, peneliti, dan pemerhati bahasa dan sastra dari dalam maupun luar negeri. PIBSI ke-48 diselenggarakan oleh Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Gadjah Mada (UGM) sebagai tuan rumah. Forum ilmiah ini menjadi wadah kolaborasi akademisi nasional dan internasional untuk berdiskusi, bertukar gagasan, serta memberikan kontribusi bagi perkembangan bahasa dan sastra Indonesia di tengah perkembangan digital humanities. Rangkaian kegiatan PIBSI berlangsung melalui proses pengiriman abstrak dan artikel ilmiah sejak Juli 2026 hingga pelaksanaan presentasi pada 5–6 Oktober 2026. Dalam forum tersebut, MPBInd Universitas Sanata Dharma berpartisipasi melalui artikel ilmiah berjudul “Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia dalam Menghadapi Dominasi Ekosistem Digital Berbahasa Inggris: Kasus Sekolah Nasional Plus.” Artikel ini ditulis oleh Vicensia Araya Reinita, S.Pd., Fransisca Puspa Nevita Dewi, S.Pd., dan Dr. B. Widharyanto. Penelitian tersebut berangkat dari perubahan ekosistem belajar peserta didik yang semakin dipengaruhi oleh teknologi digital. Media sosial, mesin pencari, platform pembelajaran, hingga berbagai teknologi berbasis kecerdasan buatan menghadirkan sumber informasi yang sebagian besar menggunakan bahasa Inggris. Kondisi ini menjadi tantangan sekaligus peluang bagi pembelajaran Bahasa Indonesia, khususnya di lingkungan sekolah nasional plus yang memiliki karakteristik bilingual. Melalui penelitian ini, penulis melihat bahwa dominasi bahasa Inggris dalam ekosistem digital tidak perlu diposisikan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Tantangan pembelajaran Bahasa Indonesia justru terletak pada bagaimana guru mengelola berbagai sumber dan praktik kebahasaan tersebut agar peserta didik tetap mampu menggunakan Bahasa Indonesia sebagai bahasa untuk berpikir, mengolah informasi, berkomunikasi, dan menghasilkan karya. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan angket dan wawancara sebagai sumber data. Hasil penelitian menunjukkan adanya kebutuhan untuk melakukan transformasi pembelajaran Bahasa Indonesia yang tidak hanya berfokus pada penggunaan teknologi, tetapi juga pada pengelolaan praktik bilingual, pemanfaatan sumber digital, pengembangan kompetensi guru, penggunaan kecerdasan buatan secara kritis, serta penguatan Bahasa Indonesia sebagai bahasa literasi dan komunikasi akademik. Salah satu konsep yang menjadi bagian dari pembahasan adalah translanguaging, yakni penggunaan sumber-sumber kebahasaan secara fleksibel dalam proses pembelajaran. Dalam konteks penelitian ini, peserta didik dapat memanfaatkan sumber berbahasa Inggris untuk memperoleh informasi, mendiskusikan dan mengolah informasi secara bilingual, kemudian diarahkan untuk menghasilkan pengetahuan atau karya dalam Bahasa Indonesia. Dengan demikian, penggunaan bahasa Inggris tidak ditempatkan sebagai lawan Bahasa Indonesia, melainkan sebagai bagian dari ekosistem yang perlu dikelola sesuai dengan tujuan pembelajaran. Selain praktik bilingual, penelitian juga menyoroti penggunaan kecerdasan buatan dalam pembelajaran. AI dapat dimanfaatkan sebagai sumber atau stimulus awal, tetapi proses pembelajaran tetap perlu memberikan ruang bagi peserta didik untuk mengembangkan gagasan, mengkritisi informasi, melakukan adaptasi, serta menghasilkan karya secara mandiri. Oleh karena itu, asesmen pembelajaran perlu memperhatikan proses berpikir dan perkembangan karya, bukan hanya produk akhir. Presentasi penelitian disampaikan oleh Vicensia Araya Reinita, S.Pd., sementara Dr. B. Widharyanto turut mendampingi dalam sesi diskusi dan tanya jawab. Dalam sesi tersebut, salah satu pertanyaan yang diajukan peserta berkaitan dengan bentuk translanguaging dalam konteks penelitian. Diskusi tersebut memperkaya pembahasan mengenai bagaimana praktik bilingual dapat dikelola secara pedagogis sehingga tetap mendukung pencapaian tujuan pembelajaran Bahasa Indonesia. PIBSI ke-48 sendiri berlangsung dalam beberapa rangkaian kegiatan, antara lain dua sesi pleno yang menghadirkan pembicara dari dalam dan luar negeri serta sesi presentasi pemakalah yang terbagi dalam enam panel. Kehadiran MPBInd Universitas Sanata Dharma dalam forum tersebut menjadi ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk berbagi hasil penelitian sekaligus terlibat dalam diskusi akademik mengenai perkembangan pembelajaran bahasa dan sastra Indonesia di tengah perubahan teknologi. Keikutsertaan dalam PIBSI ke-48 menjadi salah satu bentuk keterlibatan MPBInd Universitas Sanata Dharma dalam pengembangan kajian dan praktik pembelajaran Bahasa Indonesia yang responsif terhadap perkembangan zaman. Di tengah ekosistem digital yang semakin global, pembelajaran Bahasa Indonesia tidak hanya dituntut untuk mempertahankan relevansinya sebagai mata pelajaran, tetapi juga perlu memastikan bahwa Bahasa Indonesia tetap digunakan sebagai bahasa untuk berpikir, berkomunikasi, membangun pengetahuan, dan menghasilkan karya. Melalui keterlibatan dalam forum ilmiah seperti PIBSI, MPBInd Universitas Sanata Dharma terus membuka ruang bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan gagasan, melakukan kolaborasi akademik, serta memberikan kontribusi terhadap perkembangan pendidikan Bahasa Indonesia di era digital humanities.
Selengkapnya
Olimpiade Ekonomi & Akuntansi Nasional USD 2026 Sukses Digelar, SMA Katolik St. Albertus Malang Raih Juara I
Pendidikan Ekonomi Bidang Keahlian Khusus Pendidikan Ekonomi
YOGYAKARTA — Program Studi Pendidikan Ekonomi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma sukses menyelenggarakan Olimpiade Ekonomi & Akuntansi tingkat SMA se-Indonesia pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Ajang bergengsi skala nasional ini diselenggarakan untuk memperebutkan Piala Bergilir Sri Sultan Hamengku Buwono.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor II Universitas Sanata Dharma, Dr. Yohanes Harsoyo, dan ditutup oleh Dekan FKIP Universitas Sanata Dharma, F.X. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D. Pelaksanaan olimpiade nasional ini berada di bawah tanggung jawab Dr. L. Saptono, S.Pd., M.Pd. selaku Ketua Program Studi Pendidikan Ekonomi dan Dr. Indra Darmawan, M.Si. selaku Ketua Panitia Kegiatan.Dikemas secara menarik dengan mengusung tema “Fun, Creative, and Competitive”, kompetisi ini bertujuan untuk mengasah kemampuan analitis, literasi keuangan, serta semangat kompetitif generasi muda di bidang ekonomi dan akuntansi.Rangkaian perlombaan berlangsung ketat melalui empat tahapan seleksi, mulai dari Babak Penyisihan, Final 1, Final 2, hingga Final 3. Para peserta dari berbagai SMA di Indonesia tampak sangat antusias dan bersemangat dalam memecahkan setiap tantangan soal serta studi kasus yang disajikan.Setelah melalui persaingan sengit di babak puncak, berikut adalah daftar pemenang Olimpiade Ekonomi & Akuntansi USD 2026:Juara I: SMA Katolik Santo Albertus, MalangJuara II: SMAK Kolese Santo Yusup, MalangJuara III: SMAN 1 Prambanan, KlatenJuara Harapan I: SMA Katolik Santo Albertus, MalangJuara Harapan II: SMAN 7 PurworejoKelancaran dan kesuksesan ajang nasional ini tidak lepas dari peran aktif panitia yang merupakan mahasiswa aktif Prodi Pendidikan Ekonomi FKIP USD, dari BKK Pendidikan Ekonomi (PE) maupun BKK Pendidikan Akuntansi (P.Ak). Kolaborasi erat antara mahasiswa, dosen, dan pimpinan fakultas berhasil menciptakan iklim kompetisi yang suportif dan edukatif bagi para peserta.Melalui penyelenggaraan olimpiade ini, Program Studi Pendidikan Ekonomi Universitas Sanata Dharma terus berkomitmen menjadi wadah pembinaan generasi muda yang cerdas, kreatif, dan siap menghadapi dinamika ekonomi di masa depan.
Selengkapnya
KEGIATAN KEAKRABAN MAHASISWA BARU PROGRAM STUDI PENDIDIKAN BAHASA DAN SASTRA INDONESIA ANGKATAN 2026
Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Pada 3 Oktober 2026, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia (PBSI) Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan kegiatan Keakraban Mahasiswa Baru angkatan 2026 di Pusat Studi Lingkungan (PSL) LPPM Universitas Sanata Dharma, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh dosen PBSI, mahasiswa baru angkatan 2026, serta anggota Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) PBSI. Kegiatan keakraban ini diselenggarakan untuk mempererat hubungan antara mahasiswa baru, dosen, dan anggota himpunan.
Selengkapnya
Seminar Nasional "Melampaui AI: Mendidik Manusia menuju Kecerdasan yang Bermakna"
S3 Program Doktor Pendidikan
Senin, 28 September 2026, Program Studi Pendidikan Program Doktor (S3) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Sanata Dharma (USD) sukses menyelenggarakan Seminar Nasional perdananya. Acara yang digelar secara hybrid di Ruang Seminar Driyarkara Kampus II USD dan disiarkan melalui platform Zoom Meeting ini mengusung tema "Melampaui AI: Mendidik Manusia menuju Kecerdasan yang Bermakna". Penyelenggaraan seminar nasional pertama bagi Program Doktor Pendidikan ini sekaligus menjadi bagian dari momentum perayaan 70 tahun FKIP USD. Dipandu oleh Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum. selaku moderator, kegiatan akademik ini menghadirkan tiga narasumber, yaitu Dr. Karlina Supeli, Albertus Bagus Laksana, S.J., S.S., Ph.D., dan Prof. Paulus Kuswandono, Ph.D.
Selengkapnya