Fakultas Bisnis dan Ekonomi
Berita

Pelatihan Kewirausahaan: Membangun Jiwa Wirausaha Bagi Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Sleman

04-08-2026 14:41:16 WIB

Dalam rangka kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tiga orang dosen dari Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD) bersama 1 orang praktisi menyelenggaraan kegiatan Pelatihan Kewirausahaan. Acara tersebut diselenggarakan pada hari Kamis, 23 Juli 2026 di Lapas Narkotika Kelas IIA Sleman. Tiga orang dosen yang mengikuti kegiatan tersebut adalah Dr. Caecilia Wahyu Estining Rahayu, M.Si., Prof. Dr. Josephine Wuri, dan Dr. Firma Sulistiyowati, Ak. Acara tersebut terselenggara atas kerjasama antara Universtas Sanata Dharma dan Lapas Narkotika Kelas II A Sleman.

Kegiatan pengabdian kepada masyarakat tersebut terdiri dari dua sesi, sesi pertama berupa pemaparan konsep kewirausahaan yang meliputi jiwa wirausaha, proses berwirausaha, faktor penentu wirausaha, prinsip-prinsip wirausaha, tantangan berwirausaha, dan strategi mengatasi tantangan. Setelah selesai sesi pemaparan konsep, dilanjutkan sesi praktik pembuatan pempek oleh Ibu Yensi, wirausahawan asli Palembang yang telah lama tinggal di Yogyakarta. Beliau adalah pemilik Kedai Pempek Cek Yen.

Peserta pelatihan dalam kegiatan ini adalah warga binaan Lapas Narkotika Kelas IIA Sleman dengan jumlah 31 orang, yang semuanya berjenis kelamin laki-laki. Selama kegiatan berlangsung, peserta yang berjumlah 31 orang tersebut, menunjukkan ketertarikan dan tingkat keterlibatan yang tinggi, terutama dalam sesi praktik pembuatan pempek. Banyak dari antara mereka yang terlibat langsung dalam pembuatan pempek, mulai dari pembuatan cuka sampai pembuatan adonan, menggoreng dan mempersiapkan dalam kemasan sampai dengan pempek tersebut siap untuk dijual. 

Hasil kegiatan ini mencakup peningkatan pemahaman peserta mengenai kewirausahaan sekaligus praktik membuat produk untuk dijual. Namun, terdapat beberapa kendala yang dihadapi selama kegiatan, seperti durasi kegiatan yang terbatas hanya 2 jam dan keterbatasan alat yang bisa dibawa dan digunakan. Selain itu jumlah peserta tidak dapat maksimal karena bersamaan dengan kegiatan lain di waktu yang bersamaan. Secara keseluruhan, kegiatan ini berjalan dengan lancar dan sukses. Melalui kegiatan ini, diharapkan para warga binaan mendapatkan bekal dalam berwirausaha untuk menjalankan kehidupan selanjutnya setelah keluar dari Lapas dan kembali ke masyarakat. (Fa)


Kembali