Berita
Mahasiswa Akuntansi FBE USD Raih Gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026
20-07-2026 08:12:19 WIB
Yogyakarta – Prestasi membanggakan kembali diraih oleh mahasiswa Fakultas Bisnis dan Ekonomi (FBE) Universitas Sanata Dharma (USD). Hatalla Sinta Queen Gabrielle Hamiprojo, mahasiswa Program Studi Akuntansi angkatan 2024, berhasil meraih gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026 pada Grand Final yang diselenggarakan pada 28 Juni 2026.
Keberhasilan tersebut menjadi momen yang penuh makna bagi Hatalla. Perasaan haru, syukur, dan tidak percaya bercampur menjadi satu ketika namanya diumumkan sebagai pemenang.
"Rasanya campur aduk antara tidak percaya, terharu, dan sangat bersyukur. Saat nama saya disebut masuk Top 3, kemudian diumumkan sebagai winner, hal pertama yang terlintas di pikiran saya adalah semua usaha yang telah saya berikan serta dukungan dari orang tua, keluarga, dosen, dan teman-teman yang terus mendampingi saya selama proses ini," ungkap Hatalla.
Sebagai mahasiswa Program Studi Akuntansi FBE USD, Hatalla mengungkapkan bahwa pengalaman belajar di Universitas Sanata Dharma tidak hanya berlangsung di dalam ruang kelas. Kampus memberikan ruang bagi mahasiswa untuk mengeksplorasi potensi diri melalui berbagai kegiatan pengembangan minat dan bakat. Berangkat dari ketertarikannya pada budaya, Hatalla memanfaatkan kesempatan tersebut untuk terus berkembang hingga akhirnya memberanikan diri mengikuti ajang Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026.
Motivasi utama Hatalla mengikuti ajang tersebut adalah keinginannya untuk turut melestarikan budaya Indonesia, khususnya batik. Baginya, batik bukan sekadar kain tradisional, melainkan karya seni yang diciptakan melalui proses membatik menggunakan canting dan memiliki nilai sejarah, filosofi, serta potensi ekonomi kreatif yang tinggi.
"Saya ingin menjadi jembatan yang menghubungkan warisan budaya ini dengan generasi muda agar mereka bangga mengenakan batik sekaligus memahami filosofi yang terkandung di balik setiap motifnya," jelasnya.
Persiapan menuju kompetisi telah dilakukan sejak Februari 2026. Berbagai aspek dipersiapkan secara intensif, mulai dari memperdalam pengetahuan mengenai sejarah dan filosofi batik gaya Yogyakarta, melatih kemampuan public speaking, catwalk, memperluas wawasan mengenai kebudayaan dan pariwisata, hingga menjaga kondisi fisik dan mental selama masa karantina.
Perjalanan menuju gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026 diawali dengan proses pendaftaran yang dibuka pada Februari hingga April 2026 melalui seleksi administrasi secara daring. Setelah dinyatakan lolos seleksi berkas, Hatalla mengikuti audisi semifinal secara luring pada 31 Mei 2026. Selanjutnya, para finalis menjalani berbagai rangkaian kegiatan, seperti kunjungan ke UMKM batik di Yogyakarta, video challenge unjuk bakat, pembekalan secara daring dan luring, hingga akhirnya mengikuti Grand Final pada 28 Juni 2026. Pada malam puncak tersebut, Hatalla berhasil dinobatkan sebagai Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026.
Di balik pencapaiannya, Hatalla mengakui bahwa tantangan terbesar adalah menjaga keseimbangan antara tanggung jawab sebagai mahasiswa dan persiapan kompetisi yang padat.
"Saya harus benar-benar disiplin mengatur waktu. Saya membuat skala prioritas, memanfaatkan waktu luang di sela-sela karantina untuk mempelajari materi kuliah, dan tetap memastikan bahwa tanggung jawab akademik tidak terabaikan," tuturnya.
Menurut Hatalla, dukungan dari Universitas Sanata Dharma, khususnya Fakultas Bisnis dan Ekonomi, menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan yang ditempuhnya. Pembelajaran di Program Studi Akuntansi membentuk kemampuan berpikir logis, analitis, serta memahami aspek manajemen dan ekonomi kreatif yang sangat mendukung advokasi yang diusung. Selain itu, nilai-nilai humanis yang ditanamkan di Universitas Sanata Dharma membentuk dirinya menjadi pribadi yang berempati, percaya diri, dan siap berkontribusi bagi masyarakat.
Hatalla juga mengajak mahasiswa untuk tidak takut mencoba hal-hal baru di luar kegiatan akademik.
"Jangan pernah ragu untuk keluar dari zona nyaman. Kuliah bukan hanya tentang mengejar IPK, tetapi juga tentang bagaimana kita dapat memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Dan yang paling penting, tetap percaya dan mengandalkan Tuhan dalam setiap proses yang dijalani. Biarkan Tuhan berkarya dalam setiap langkah, karena sesuatu yang besar sedang dipersiapkan," pesannya.
Setelah menyandang gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026, Hatalla akan berfokus menjalankan program advokasi bertajuk "Lentera Canting". Program ini bertujuan mendekatkan batik kepada generasi muda melalui kolaborasi dengan pemerintah, pengrajin batik lokal, dan komunitas anak muda dalam kegiatan Batik Muda Residency. Selain itu, ia akan mengembangkan konten edukasi digital bertema Green Canting yang menghubungkan pelestarian batik dengan kepedulian terhadap lingkungan, serta menginisiasi Storytelling QR Code pada batik tulis dan batik cap asli agar masyarakat dapat mengakses informasi mengenai filosofi motif, proses pembuatan, hingga kontribusi sosial di balik setiap karya batik.
Melalui program Lentera Canting, Hatalla berharap batik tidak lagi dipandang sebagai pakaian formal atau budaya yang kuno, melainkan menjadi bagian dari gaya hidup modern sekaligus identitas generasi muda Indonesia yang patut dibanggakan. (es).
Kembali
- Pelatihan Kewirausahaan: Membangun Jiwa Wirausaha Bagi Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Sleman
- Mahasiswa Prodi Ekonomi FBE USD Raih Runner Up 5 Putera Budaya DIY 2026
- Mahasiswa Akuntansi FBE USD Raih Gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026
- Industry Leaders Talk Series #1: Navigating Career in Global FMCG and Consulting
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi USD Mengadakan Kegiatan Selebrasi Formasi Cerdas Humanis 2026
- Talkshow FCH II USD Angkat Isu Lingkungan: "Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama"
- Manajer vs Pemimpin: FBE USD Hadirkan Dosen Tamu untuk Mahasiswa
- Dosen FBE USD Raih Hibah Penelitian Kemdiktisaintek 2026, Teliti Inklusivitas Event Berbasis Teori Stakeholder
- Dosen FBE USD Raih Hibah Penelitian Kemendiktisaintek 2026, Kaji Wellbeing Tourism Berbasis Self-Determination Theory
- Dosen FBE USD Raih Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek 2026, Dampingi Budidaya Maggot BSF di Kulon Progo
