Fakultas Bisnis dan Ekonomi
Berita

Dosen FBE USD Raih Hibah Penelitian Kemendiktisaintek 2026, Kaji Wellbeing Tourism Berbasis Self-Determination Theory

06-05-2026 21:10:51 WIB

YOGYAKARTA – Lucia Kurniawati, dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD), meraih hibah penelitian dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Penelitian berjudul “Wellbeing Tourism Berbasis Self-Determination Theory: Peran Memorable Tourism Experience dalam Meningkatkan Psychological Well-being dan Niat Merekomendasikan” ini mengkaji potensi pariwisata berbasis kesejahteraan lahir dan batin di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Lucia Eka Rani, S.E., M.Sc., yang akrab disapa Bu Lucia, mengungkapkan bahwa penelitian ini berangkat dari minat pribadinya di bidang pemasaran dan pariwisata.

Saya berminat di bidang pemasaran dan pariwisata, dan ini akhirnya menjadi ruang untuk menghasilkan pemikiran tersebut. Pada zaman Pak Jokowi, bidang pariwisata dijadikan sebagai leading sector yang sebelumnya tidak pernah, dan diharapkan bisa menjadi sektor yang dapat mendatangkan devisa yang tinggi. Indonesia memiliki banyak kekayaan alam yang belum dieksplor dan diketahui secara menyeluruh,” ujar Bu Lucia.

Bu Lucia menjelaskan bahwa konsep wellbeing atau kesejahteraan semakin relevan dengan kehidupan manusia modern.

Wellbeing dianalogikan sebagai kesejahteraan, bukan hanya secara materi tetapi juga lahir batin. Semakin ke sini, semakin banyak orang memikirkan wellbeing. Berwisata bukan hanya untuk kepuasan mata, tetapi juga untuk menemukan makna dan menambah wawasan untuk hidupnya,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa Yogyakarta memiliki banyak peluang untuk mengembangkan wellbeing tourism. “Perlu eksplorasi bagian ini, apa saja potensi yang bisa dikerucutkan menjadi wellbeing tourism,” lanjut Bu Lucia.

Penelitian ini akan dilaksanakan di Daerah Istimewa Yogyakarta, yang memiliki beragam jenis wisata, mulai dari wisata buatan, wisata alam, hingga wisata budaya.

Yang berkaitan dengan wellbeing tourism ini, misalnya, aktivitas yoga di Candi Prambanan. Subjek penelitiannya adalah wisatawan yang sudah pernah merasakan wellbeing tourism, dan mereka akan diminta mengisi kuesioner,” jelas Bu Lucia.

Bu Lucia menegaskan bahwa penelitian ini akan melibatkan banyak mahasiswa dalam berbagai tugas, seperti mengurus kuesioner dan aktivitas lain yang berkaitan dengan penelitian.

Kepada mahasiswa yang terinspirasi untuk meraih peluang serupa, Bu Lucia memberikan pesan motivasi. “Mahasiswa dapat melakukan eksplorasi terkait hal apa yang terjadi di luaran sana dan dapat disesuaikan dengan minat. Pelajari apa yang sedang update atau nge-hits di bidang tersebut,” pesannya.

Dari eksplorasi, akan diketahui apa yang menjadi permasalahan, kemudian bisa didiskusikan dengan orang atau teman yang memiliki ide yang sama, dan mungkin bisa dikembangkan untuk menjadi penelitian atau pengabdian ala mahasiswa,” tambah Bu Lucia.

Hibah Penelitian yang diraih Bu Lucia tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen FBE USD dalam mengembangkan riset yang relevan dengan kebutuhan zaman dan potensi lokal. Dengan mengangkat tema wellbeing tourism, penelitian ini tidak hanya berkontribusi pada pengembangan sektor pariwisata DIY, tetapi juga menjawab kebutuhan manusia modern akan wisata yang bermakna dan menyejahterakan lahir batin. Keterlibatan mahasiswa dalam proses penelitian juga menjadi sarana pembelajaran berharga bagi generasi muda untuk mulai mengeksplorasi, mendiskusikan, dan menciptakan riset-riset berdampak di masa depan. (kf)

Kembali