Fakultas Bisnis dan Ekonomi
Berita

Dosen FBE USD Raih Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek 2026, Dampingi Budidaya Maggot BSF di Kulon Progo

05-05-2026 23:07:06 WIB

KULON PROGO – Maria Angela Diva Vilaningrum, dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD), meraih hibah Pengabdian Kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Program pengabdian berjudul “Pendampingan Budidaya Maggot BSF untuk Peningkatan Pendapatan Masyarakat dan Pengolahan Sampah Organik di Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo” ini menjadi langkah lanjutan dalam memberdayakan masyarakat melalui pengolahan sampah bernilai ekonomi.

Maria Angela Diva Vilaningrum, yang akrab disapa Bu Diva, menjelaskan bahwa pengabdian ini merupakan kelanjutan dari program sebelumnya yang juga dilaksanakan di Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo.

Karena sebelumnya sudah ada pengabdian terdahulu juga di tempat ini, ini menjadi kelanjutan. Namun, berbeda fokusnya. Pengabdian kali ini menjadi kelanjutan dari pengabdian masyarakat yang sudah dilakukan sebelumnya,” ujar Bu Diva.

Bu Diva mengungkapkan bahwa permasalahan di Kaliagung tidak hanya terbatas pada sampah organik, tetapi juga pada sampah jenis lainnya. Namun, Karang Taruna setempat mulai melihat adanya masalah sampah tersebut dan justru memanfaatkannya sebagai peluang usaha.

Mereka telah memilah sampah organik dan anorganik, lalu diolah menjadi bubur sampah, kemudian dikembangkan menjadi budidaya maggot,” jelas Bu Diva.

Pengabdian ini tidak hanya berhenti pada pendampingan pengolahan sampah, tetapi juga menargetkan hasil yang dapat dijual hingga ke pasar yang lebih luas.

Targetnya sampai ke penjualan, bukan sebatas pengolahan saja. Kegiatan ini memberikan pendampingan terkait bagaimana pengolahan sampah organik dan budidaya maggot agar lebih besar pengembangannya,” tegas Bu Diva.

Selama ini, maggot yang dihasilkan oleh masyarakat adalah maggot basah. Dalam program pendampingan kali ini, tim pengabdi berfokus pada pengembangan maggot kering.

Maggot kering lebih tahan lama dan nilai jualnya juga lebih tinggi. Selain itu, maggot menghasilkan residu dan sisanya bisa menghasilkan pupuk. Ini belum dioptimalkan oleh masyarakat. Dari segi manajemen, kami berfokus pada bagaimana mengemas produk tersebut sehingga menjadi produk siap jual dan lebih bernilai tambah,” tambahnya.

Bu Diva menjelaskan bahwa dirinya tidak sendiri dalam menjalankan program pengabdian ini. Sebelumnya, tim dosen pernah melakukan pendampingan terkait maggot di tempat yang berbeda. Untuk pengabdian di Kaliagung, ia berkolaborasi dengan dosen-dosen dari Program Studi Biologi yang memang bergerak di bidang tersebut.

Pengabdian ini melibatkan mahasiswa lintas prodi karena berkolaborasi dengan dosen antar podi juga. Untuk penelitian, sebagian besar melibatkan mahasiswa FBE, namun untuk pengabdian melibatkan mahasiswa dari berbagai program studi,” ungkap Bu Diva.

Hibah Pengabdian Kepada Masyarakat yang diraih Bu Diva tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen FBE USD dalam mendukung solusi berbasis masyarakat untuk permasalahan lingkungan sekaligus peningkatan ekonomi lokal. Dengan pendampingan budidaya maggot BSF yang berfokus pada pengolahan sampah organik menjadi produk bernilai jual tinggi (maggot kering dan pupuk), program ini diharapkan mampu menciptakan ekonomi sirkular yang berkelanjutan di Kalurahan Kaliagung, Kulon Progo. Keterlibatan mahasiswa lintas prodi juga menjadi wadah pembelajaran nyata bagi generasi muda dalam berkontribusi langsung kepada masyarakat. (kf)

Kembali