Fakultas Bisnis dan Ekonomi
Berita

Dosen FBE USD Raih Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek 2026, Kembangkan Desa Wisata Blue Lagoon dengan Mitigasi Bencana

03-05-2026 22:55:14 WIB

YOGYAKARTA – Ike Janita Dewi, Ph.D., dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD), meraih hibah Pengabdian kepada Masyarakat dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) tahun 2026. Program pengabdian berjudul “Pengembangan Desa Wisata Blue Lagoon Berbasis Standar Industri Pariwisata Melalui Penguatan Produk, Layanan, Atraksi, dan Mitigasi Keamanan Wisatawan” ini bertujuan untuk membangun ketahanan dan keamanan desa wisata sekaligus memperkaya pengalaman wisatawan.

Bu Ike, sapaan akrabnya, mengungkapkan bahwa kepeduliannya terhadap Desa Wisata Blue Lagoon berangkat dari keinginan pribadi dan perhatian mendalam terhadap masyarakat setempat. Blue Lagoon sempat menjadi tempat wisata terkenal dan ramai dikunjungi wisatawan. Namun, pada tahun 2021, lokasi ini sempat ditutup akibat badai yang menyebabkan pohon tumbang.

Kejadian itu menjadi perhatian kami karena dinilai bahwa penguatan mitigasi perlu dilakukan untuk mencegah dampak dari bencana yang tiba-tiba terjadi tanpa aba-aba. Yang menjadi perhatian utama adalah bagaimana jika air dari dataran tinggi tiba-tiba datang dan menghantam permukiman yang lebih rendah. Karena itu, diperlukan praktik mitigasi yang diharapkan bisa memberikan petunjuk atau alarm saat bencana datang,” jelas Bu Ike.

Tim pengabdian yang dipimpin Bu Ike tidak hanya memberikan pelatihan, tetapi juga melakukan aksi nyata di lapangan. Salah satu program unggulan adalah pemasangan alat pendeteksi bencana yang dikerjakan bersama dosen Teknik Informatika yang tergabung dalam tim. Alat ini nantinya akan diuji coba dengan simulasi siraman air untuk menguji kemampuan deteksinya.

Bu Ike menegaskan bahwa pengembangan desa wisata tidak boleh hanya berfokus pada satu sumber pendapatan, yakni pemandian. “Perlu ditingkatkan dari segi lain seperti kuliner, kerajinan, budaya, atau kegiatan lainnya yang bisa menggerakkan ekonomi,” ujarnya.

Rencana pengabdian ini telah disusun sejak lama. Bu Ike memilih Blue Lagoon sebagai lokasi percontohan. “Saat ini akan diterapkan ke Blue Lagoon dulu. Kalau berhasil, nanti akan diterapkan ke desa wisata lainnya juga. Karena keselamatan adalah hal yang sangat penting dan ini juga merupakan bagian dari tanggung jawab para pengelola desa wisata,” tegasnya.

Ia menambahkan bahwa pengelola desa wisata perlu dibekali ajaran tentang cara menghadapi situasi darurat dan tindakan apa saja yang harus dilakukan untuk mencegah kejadian yang tidak diharapkan.

Pak Rubiyatno, salah satu anggota tim pengabdian Bu Ike, turut berbagi motivasinya untuk bergabung dalam proyek ini. Ia mengaku tergerak oleh kepedulian terhadap desa wisata yang selalu berupaya memperkenalkan potensi daerahnya.

Saat Bu Ike melakukan observasi terkait pengembangan produk dan pelayanan wisata di desa tersebut, yang terlihat juga adalah bagaimana mitigasi yang dilakukan jika terjadi bencana. Kami menilai banyak wisata yang belum menerapkan prosedur keamanan dan mitigasi, terutama pada wisata yang berbahaya seperti tebing,” ujar Pak Rubi.

Ia menekankan bahwa arah pengabdian ini harus berkelanjutan. “Tidak hanya mengedepankan keuntungan, tetapi bisa saja tiba-tiba tempat wisata itu tutup karena adanya kasus kecelakaan. Karena itu, mitigasi menjadi fondasi utama,” tambahnya.

Pak Rubi menyampaikan dua harapan utama dari program pengabdian ini.

Untuk pengelola, kami harapkan mampu mengemas desa tersebut menjadi desa yang punya nilai jual yang sudah memenuhi standar-standar tertentu yang bisa diterima, terpercaya, dan aman untuk dikunjungi,” jelasnya.

Sedangkan untuk wisatawan, Pak Rubi berharap mereka bisa menikmati wisata yang tidak hanya menyenangkan tetapi juga aman. “Wisatawan bisa menikmati wisata yang dapat menambah pengalaman melalui terjun langsung ke aktivitas wisata tradisional yang ditawarkan, misalnya menampi dan lain sebagainya. Ini akan menjadi pengalaman baru bagi mereka yang baru pertama kali bertemu hal seperti ini, sambil terus merasa terjaga karena adanya prosedur keamanan yang memadai,” pungkasnya.

Hibah Pengabdian kepada Masyarakat yang diraih Bu Ike tahun 2026 ini menjadi bukti nyata komitmen FBE USD dalam mengintegrasikan nilai-nilai humanis dan keberlanjutan ke dalam praktik pengembangan pariwisata. Dengan menggabungkan penguatan produk, layanan, atraksi, dan mitigasi keamanan, Desa Wisata Blue Lagoon diharapkan tidak hanya menjadi destinasi yang menarik dan berdaya saing, tetapi juga aman dan bertanggung jawab terhadap wisatawan maupun lingkungan sekitarnya. Program ini sekaligus menjadi model bagi pengembangan desa wisata lain di Indonesia yang mengedepankan keselamatan dan keberlanjutan. (kf)

Kembali