Berita
FBE USD Bekali Siswa YIS dengan Analisis SWOT untuk Berwirausaha
21-04-2026 12:30:04 WIB
SLEMAN – Tim dosen Fakultas Bisnis dan Ekonomi Universitas Sanata Dharma (FBE USD) melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat berupa Pendampingan Pembelajaran Kewirausahaan Berbasis SWOT pada siswa-siswi Yogyakarta Independent School (YIS). Kegiatan yang berlangsung di kampus YIS, Jalan Tegal Melati No. 1, Jombor Lor, Sinduadi, Kecamatan Mlati, Kabupaten Sleman ini bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang kewirausahaan yang melatih kreativitas, kemandirian, serta kemampuan melihat peluang.
Anastasia Filiana Ismawati selaku ketua tim pengabdian menjelaskan bahwa kegiatan ini sejalan dengan Renstra Pengabdian kepada Masyarakat USD dalam isu prioritas, yaitu Pendidikan Holistik yang Transformatif dan Humanis.
“Permasalahan umum yang dihadapi mitra secara khusus adalah kebutuhan akan pendampingan dalam mengajarkan kewirausahaan. Kewirausahaan mengajarkan kemandirian, keberanian mengambil risiko, serta kemampuan memecahkan masalah. Selain itu, wirausaha dapat membuka lapangan kerja dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi,” ujar Bu FifI, sapaan akrabnya.
Menariknya, permintaan pembelajaran kewirausahaan ini datang langsung dari para siswa yang memiliki latar belakang keluarga pengusaha. “Anak-anak sendiri meminta diajari soal kewirausahaan karena mereka memiliki background keluarga yang memiliki bisnis. Nama kelasnya adalah bisnis manajemen,” tambahnya.
Kegiatan ini melibatkan lima dosen FE USD, yaitu Anastasia Filiana Ismawati, Ike Janita Dewi, Fransisca Desiana Pranatasari, Maria Angela Diva Vilaningrum W, serta Trisnawati Rahayu. Dua mahasiswa juga turut serta, yakni Dheofilly Milano dan Nicktania Joanna A.B.
Mitra sasaran dari kegiatan ini adalah Yogyakarta Independent School (YIS). Proses koordinasi awal dilakukan dengan kunjungan langsung tim dosen ke YIS untuk bertemu dengan dosen mitra, dilanjutkan dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama. Kerja sama ini mencakup pengisian kelas selama lima kali pertemuan dengan durasi 45–50 menit per sesi.
Kegiatan pengabdian ini menggunakan metode diskusi dan project-based learning. Para dosen bertindak sebagai narasumber yang menjelaskan materi dengan lebih banyak berbagi penerapan nyata.
“Seperti tentang opportunity, kami memberikan contoh mengapa kopi keliling laku. Kemudian menggunakan pendekatan project-based, ‘jika diterapkan di tempat kamu, bagaimana?’ Setiap anak diminta memikirkan rencana proyek, lalu dianalisis menggunakan analisis SWOT bersama-sama. Salah satu dari mereka ingin membuat kafe, kemudian kita menganalisis opportunity dari usaha tersebut,” jelas Bu Fifi.
Untuk memudahkan pemahaman siswa tingkat SMA, tim menggunakan analisis SWOT sederhana. Setiap pertemuan membahas satu komponen SWOT secara bertahap: strength pada pertemuan pertama, opportunity pada minggu berikutnya, dan seterusnya. Setiap sesi terdiri dari pengisian lembar kerja (worksheet), pembahasan, dan penutup.
Salah satu momen menarik dalam pendampingan ini adalah ketika seorang siswa yang orang tuanya memiliki usaha tembakau mengangkat bisnis keluarganya sebagai proyek analisis.
“Dia meneliti usaha bapaknya itu, kemudian berdiskusi tentang proyek tersebut. Ternyata bisa mengulik sampai ke inovasinya. Dampak sejauh ini bagi mitra, dari proyek ini mereka bisa melihat peluang untuk membuka inovasi,” ungkap Bu Fifi.
Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari pihak sekolah. Bahkan, Kepala Sekolah YIS menyampaikan harapannya agar program ini dapat dilanjutkan.
“Tanggapannya sangat positif. Kemarin kepala sekolah juga minta untuk diteruskan kembali. Karena kepala sekolah mengharapkan anak-anaknya sampai ke praktik langsung,” tutur Bu Fifi.
Dari sisi peserta, para siswa kini memiliki pemahaman bahwa bisnis yang mereka bayangkan ternyata dapat dieksekusi secara nyata. Kegiatan ini juga membangun kemampuan berpikir kritis, kreatif, dan keberanian berinovasi dalam menghadapi masalah nyata.
Pengabdian masyarakat berupa pendampingan pembelajaran kewirausahaan berbasis SWOT ini menjadi bukti nyata komitmen FE USD dalam mendukung pendidikan holistik yang transformatif dan humanis. Dengan pendekatan yang aplikatif dan kontekstual, para siswa YIS tidak hanya belajar teori bisnis, tetapi juga terlatih untuk berpikir strategis, kreatif, dan siap menghadirkan inovasi dalam dunia usaha. Keberhasilan ini diharapkan dapat direplikasi dan dilanjutkan ke tahap praktik langsung di masa mendatang. (kf)
- Pelatihan Kewirausahaan: Membangun Jiwa Wirausaha Bagi Warga Binaan di Lapas Narkotika Kelas II A Sleman
- Mahasiswa Prodi Ekonomi FBE USD Raih Runner Up 5 Putera Budaya DIY 2026
- Mahasiswa Akuntansi FBE USD Raih Gelar Winner Duta Batik D.I. Yogyakarta 2026
- Industry Leaders Talk Series #1: Navigating Career in Global FMCG and Consulting
- Mahasiswa Program Studi Akuntansi USD Mengadakan Kegiatan Selebrasi Formasi Cerdas Humanis 2026
- Talkshow FCH II USD Angkat Isu Lingkungan: "Merawat Bumi sebagai Rumah Bersama"
- Manajer vs Pemimpin: FBE USD Hadirkan Dosen Tamu untuk Mahasiswa
- Dosen FBE USD Raih Hibah Penelitian Kemdiktisaintek 2026, Teliti Inklusivitas Event Berbasis Teori Stakeholder
- Dosen FBE USD Raih Hibah Penelitian Kemendiktisaintek 2026, Kaji Wellbeing Tourism Berbasis Self-Determination Theory
- Dosen FBE USD Raih Hibah Pengabdian Kemendiktisaintek 2026, Dampingi Budidaya Maggot BSF di Kulon Progo
