Palimpsest: Menelisik Lapis-Lapis Kisah di Balik Dinding Bangunan Kolonial
Pameran Foto Pilihan History Fest 2022, 2023 Prodi Sejarah
Galeri Gejayan, 9-15 September 2023
Memori, kontradiksi, pesona: barang-barang, bangunan-bangunan, dan peninggalan-peninggalan di sekitar kita menawarkan lapisan-lapisan yang berlimpah. Kita ditarik untuk mengunjungi hal-hal yang kuno, menikmati keindahan, menyelami cerita, dan memasuki kisah-kisah lampau yang termampatkan dalam suatu benda peninggalan di hadapan kita kini.
Namun, yang lampau tidak hadir sebagaimana adanya dulu. Ia hadir seringkali dalam kontradiksi yang memikat. Ia bertabrakan dengan kekinian atau menyelusup dalam kekinian. Ia juga sering terjepit dan tersisihkan oleh jaman. Beberapa gagah di tengah gerak jaman.
Foto-foto yang terpampang di sini adalah foto-foto yang dihasilkan pada masa kini tentang benda-benda dan bangunan peninggalan di sekitar kita. Foto-foto ini merupakan foto pilihan dari History Fest tahun 2022 dan 2023, sebuah ajang festival yang diselenggarakan Himpunan Mahasiswa Prodi Sejarah, Fakultas Sastra, Universitas Sanata Dharma. Dalam History Fest yang merupakan agenda rutin tahunan HMPS Sejarah, diadakan lomba menulis esai Sejarah dan fotografi Sejarah. Para peserta festival adalah orang-orang muda generasi-kini tingkat SMA dan perguruan tinggi.


Di hadapan peninggalan masa lalu, foto-foto hasil pemotretan orang-orang muda ini menunjukkan bahwa mereka bukan hanya wisatawan yang ingin menikmati suasana secara sepintas, lalu melupakannya. Mereka memilih obyek visual secara sadar, merasakan nuansa masa lalu, mengangkat benturan kekuatan visual antara masa lalu dan kini seraya membisikkan sejuta pesan dari kisah-kisah yang mereka dapatkan. Foto-foto ini pada khususnya, dan History Fest yang telah berjalan bertahun-tahun ini, menunjukkan orang-orang muda yang merayakan kedalaman makna kesejarahan.


Untuk itulah, foto-foto ini merupakan usaha untuk memaknai sekitar kita secara kaya. Orang-orang muda ini melihat sekitar mereka sebagai palimpsest yang perlu mereka kuak lapis demi lapis untuk dapat memaknai kisah di balik peninggalan. Mereka sedang melihat sekitar mereka sebagai “situs” yang penuh makna. Mereka menikmati sekaligus mencari yang telah hilang dari masa kini dengan penuh keindahan. Foto-foto juga menghadirkan suara-suara yang lirih dan telah hilang. Bangunan bukan sekadar benda, tetapi di sekelilingnya terbentuk peradaban yang mengangkat hidup sebagian orang, tetapi juga menyengsarakan sebagian lagi. Sayangnya, yang sengsara adalah penduduk lokal.
Foto-foto itu juga menghadirkan kedalaman makna religi masyarakat lokal. Religi menjadi kekuatan dari manusia-manusia, bukan seperangkat dogma yang mengikat mereka.
Dilihat dari foto-foto yang ditampilkan ini, orang-orang muda yang memotret telah berusaha menemukan lapisan-lapisan sejarah itu saat menjumpai bangunan yang masih tegak berdiri di tengah kota atau pun bangunan yang terpinggir dan terbengkalai, atau berpadu dengan benda dan bangunan masa kini.
Teks untuk pameran (hrs)
Pameran foto pilihan History Fest, 9-15 September 2023, di Galeri Gejayan, USD
Juara Fotografi History Fest 2023:
- Juara I: Tiara Dayu Kencana Adhyaksa, SMAN 2 Semarang
- Juara II: Anisa Nur Amanah, MAN 3 Kulon Progo
- Juara III: Muhammad Rasyid Shiddiq, SMAN 1 IV Koto, Agam, Sumatra Barat
Juara Fotografi History Fest 2022:
- Juara I: Eko Ardiyanto, ISI Surakarta
- Juara II: Iswahyura Putra Wasisa, Universitas Yudharta Pasuruan
- Juara III: Tarisa Dea Puspita, Universitas Sanata Dharma Yogyakarta
Juara Favorit : Margaretha Borgias Leilani, SMA Kolese Loyola Semarang
Kembali