FAKULTAS SASTRA UNIVERSITAS SANATA DHARMA

Diskusi Kesejarahan I: Sejarah Kebudayaan Melayu

Kamis, 16 Mei 2024, Prodi Sejarah, Universitas Sanata Dharma menyelenggarakan diskusi tentang sejarah kebudayaan Melayu di Ruang Kadarman, Gedung Pusat, USD. Diskusi ini membahas sejarah kebudayaan Melayu dan sumbangannya bagi Indonesia. Narasumber mengajak para peserta diskusi untuk dapat memahami sejarah kebudayaan Melayu dari berbagai aspek.

Dalam diskusi kali ini dihadirkan dua narasumber yaitu Ibu Dr. Anastasia Wiwik S., M.A., dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Maritim Raja Ali Haji, Tanjungpinang, dan Bapak Drs. Silverio R. L. A. Sampurno, M.Hum, Ketua Prodi Sejarah Universitas Sanata Dharma. Moderator diskusi adalah Maria Adventya, mahasiswa Prodi Sejarah, USD. Kedua narasumber sudah berpengalaman melakukan penelitian tentang tema yang dipilih. Ibu Wiwik sudah lama berkecimpung dalam penelitian sejarah kebudayaan Melayu dan Bapak Rio sebagai dosen mata kuliah Sejarah Lokal banyak mengangkat tema sejarah daerah-daerah di Indonesia.


Dalam diskusi ini Ibu Wiwik menjelaskan unsur-unsur yang membentuk kebudayaan dan sejarah Melayu. Di antaranya Ibu Wiwik menjelaskan batasan-batasan “alam Melayu”, konsep Melayu dan sumbangan kebudayaan Melayu bagi Indonesia. Materi yang dibawakan ini kemudian diperkaya dengan materi Bapak Rio yang secara detail membahas tradisi pengobatan pada Masa Sriwijaya yang ternyata memiliki kesamaan dengan tradisi pengobatan di berbagai daerah di Indonesia dalam penggunaan ramuan seperti jamu dan mantra-mantra penyembuhan.



Diskusi semakin hidup dengan diadakannya sesi tanya jawab. Adapun pertanyaan yang diutarakan tiga orang penanya saat diskusi yaitu tentang perubahan tradisi dari menginang ke tradisi kretek (rokok), kaitan lanun atau perompak di wilayah Malaka dengan kerajaan Melayu dan saran mengenai tema dan topik untuk diteliti bagi sejarawan muda. Di akhir diskusi kedua narasumber berpesan agar sejarawan muda ikut serta dalam menulis sejarah di daerahnya masing-masing sehingga memperkaya Sejarah Indonesia. (Ernesto)

Kembali