Berita
Perkuat Mutu Pelayanan Akademik, Kaprodi Pendidikan Program Doktor Universitas Sanata Dharma Gelar Dialog Triwulanan dengan Mahasiswa
29-10-2026 21:35:47 WIB
YOGYAKARTA — Sebagai bagian dari komitmen membangun budaya mutu sejak awal penyelenggaraan program studi, Program Studi Pendidikan Program Doktor, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Sanata Dharma, menyelenggarakan dialog bersama mahasiswa pada Rabu, 21 Oktober 2026. Dialog yang berlangsung secara daring melalui Zoom ini menjadi ruang komunikasi akademik antara pengelola program studi dan mahasiswa untuk mengevaluasi pengalaman perkuliahan selama triwulan pertama Tahun Akademik 2026/2027, sekaligus menghimpun harapan, tantangan, dan masukan konstruktif bagi pengembangan program studi ke depan.
Kegiatan ini memiliki arti penting bagi Program Studi Pendidikan Program Doktor sebagai program studi yang relatif baru. Pengembangan mutu tidak cukup hanya dilakukan melalui perencanaan akademik dan penyediaan layanan, tetapi juga perlu disertai kesediaan untuk mendengarkan pengalaman nyata mahasiswa sebagai penerima layanan. Melalui dialog yang terbuka dan terarah, program studi berupaya memastikan bahwa penyelenggaraan pembelajaran, layanan akademik, pendampingan mahasiswa, dan pengelolaan kegiatan perkuliahan benar-benar selaras dengan kebutuhan serta harapan mahasiswa. Dengan demikian, evaluasi mutu tidak berhenti pada pemenuhan prosedur administratif, tetapi menjadi proses refleksi bersama yang berkelanjutan.
Dalam dialog tersebut, mahasiswa menyampaikan apresiasi terhadap sejumlah aspek positif penyelenggaraan program studi. Hasil analisis kualitatif survei kepuasan mahasiswa menunjukkan bahwa kualitas dosen dan proses pembelajaran yang inspiratif, terbuka, dan dialogis menjadi aspek yang paling banyak diapresiasi, dengan proporsi 28%. Apresiasi berikutnya berkaitan dengan desain tugas, seperti portofolio dan esai, yang mendorong refleksi serta pemikiran kritis (20%); suasana kelas dan komunitas pembelajar yang suportif dan kolaboratif (18%); serta pengalaman belajar yang menantang dan membantu mahasiswa memahami persoalan pendidikan secara lebih luas (15%). Mahasiswa juga mengapresiasi keterbukaan terhadap pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) sebagai mitra berpikir (10%) serta perhatian terhadap nilai-nilai kemanusiaan, empati, dan kesejahteraan mahasiswa (9%).
Di samping apresiasi tersebut, dialog juga mengidentifikasi sejumlah tantangan yang perlu mendapatkan perhatian. Penyesuaian jadwal perkuliahan yang belum sepenuhnya konsisten dan cukup padat menjadi tantangan yang paling banyak disebutkan, dengan proporsi 25%. Tantangan lainnya meliputi pengelolaan waktu di tengah tanggung jawab multiperan (20%), banyaknya terminologi dan konsep baru yang perlu dipahami secara mendalam (15%), serta kompleksitas tugas akademik yang membutuhkan waktu pengerjaan cukup besar (15%). Mahasiswa juga menyampaikan perlunya dukungan dalam proses adaptasi terhadap budaya akademik doktoral (12%), waktu persiapan perkuliahan yang lebih memadai (8%), serta koordinasi dan sinkronisasi antarmata kuliah yang lebih baik (5%).
Masukan mahasiswa selanjutnya diarahkan pada langkah-langkah konkret untuk meningkatkan kualitas penyelenggaraan program studi. Sebanyak 22% masukan menekankan pentingnya jadwal perkuliahan yang lebih konsisten dan ramah bagi mahasiswa dengan tanggung jawab multiperan. Sebanyak 18% menyoroti perlunya panduan akademik yang lebih jelas, mencakup alur studi, target luaran, dan ekspektasi tugas. Mahasiswa juga mengharapkan penguatan komunitas pembelajar melalui forum diskusi dan kolaborasi penelitian (15%), pengembangan strategi pembelajaran yang inovatif dan kontekstual (15%), asesmen yang transparan disertai umpan balik konstruktif (12%), pedoman pemanfaatan AI yang jelas dan etis (10%), serta perhatian terhadap kesejahteraan dan keseimbangan hidup mahasiswa (8%).
Menanggapi berbagai temuan tersebut, Kaprodi Pendidikan Program Doktor, Prof. Dr. R. Kunjana Rahardi, M.Hum., menegaskan bahwa dialog bersama mahasiswa akan diselenggarakan secara berkala setiap triwulan. Menurutnya, komunikasi yang terbuka antara pengelola program studi dan mahasiswa merupakan bagian penting dari upaya menjaga kualitas pelayanan akademik, terlebih bagi program studi yang sedang membangun fondasi kelembagaan dan budaya akademiknya.
Dialog triwulanan ini diharapkan memungkinkan persoalan yang muncul, harapan mahasiswa, dan berbagai usulan perbaikan diidentifikasi serta ditindaklanjuti dalam waktu yang relatif cepat. Dengan cara demikian, mahasiswa tidak hanya ditempatkan sebagai penerima layanan pendidikan, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam proses evaluasi dan pengembangan program studi. Masukan yang disampaikan akan menjadi bahan pertimbangan dalam penyempurnaan jadwal, pengelolaan beban tugas, penyediaan panduan akademik, penguatan forum pembelajaran, serta peningkatan kualitas komunikasi dan layanan akademik.
Secara keseluruhan, hasil dialog menunjukkan adanya apresiasi terhadap kualitas pembelajaran dan dukungan akademik, sekaligus kebutuhan untuk terus menyempurnakan aspek pengelolaan perkuliahan dan pendampingan mahasiswa. Temuan ini menjadi pijakan penting bagi program studi untuk menetapkan prioritas perbaikan yang terarah, realistis, dan berkelanjutan. Tindak lanjut atas masukan mahasiswa juga menjadi wujud nyata komitmen terhadap penjaminan mutu internal, yakni memastikan bahwa evaluasi menghasilkan langkah perbaikan yang dapat dirasakan manfaatnya dalam pengalaman belajar sehari-hari.
Melalui dialog triwulanan, Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP Universitas Sanata Dharma meneguhkan tekad untuk terus bertumbuh menjadi lingkungan akademik doktoral yang bermutu, humanis, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan ilmu pengetahuan. Bagi program studi yang sedang membangun perjalanan akademiknya, kesediaan untuk mendengarkan, mengevaluasi, dan memperbaiki diri merupakan modal penting untuk mewujudkan pendidikan doktoral yang tidak hanya unggul dalam kedalaman keilmuan, tetapi juga bermakna bagi mahasiswa dan memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan dunia pendidikan.
- Program Studi Pendidikan Program Doktor FKIP Universitas Sanata Dharma Resmi Memperoleh Status Terakreditasi Pertama dari LAMDIK
- Perkuat Mutu Pelayanan Akademik, Kaprodi Pendidikan Program Doktor Universitas Sanata Dharma Gelar Dialog Triwulanan dengan Mahasiswa
- Seminar Nasional "Melampaui AI: Mendidik Manusia menuju Kecerdasan yang Bermakna"
- FKIP USD Berkontribusi dalam Proyek DEEP Jerman-Indonesia untuk Penguatan Pendidikan Guru
- FKIP USD Berbagi Gagasan tentang SDG 4 dan Transformasi Pendidikan di Forum Internasional
