Berita
Pentingnya Pendidikan Indigenous: Dari Kuliah Umum S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
26-02-2025 14:41:18 WIB

Sabtu, 8 Februari 2025, Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister mengadakan kuliah umum untuk menyambut mahasiswa baru. Kuliah umum yang bertajuk “Penelitian Kualitatif dalam Sastra Anak di VORSTENLADEN 1920-1940’’ diberikan oleh Dr. Apri Damai Sagita Krisandi, M.Pd., dan dilakukan secara hybrid. Sebagian peserta mengikuti secara luring di Universitas Sanata Dharma dan lainnya mengikuti secara daring. Pesera kuliah umum antara lain mahasiswa S2, dosen, dan alumni magister Pendidikan bahasa Indonesia yang tergabung dalam IKAMA.
Dr. B. Widharyanto, M.Pd., selaku Kaprodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister mengutarakan bahwa kuliah umum merupakan puncak dari kegiatan Inisiasi Mahasiswa Baru Tahun 2025. “Kuliah umum ini diadakan untuk memberikan sosialisasi pada mahasiswa baru mengenai visi keilmuan program studi dan sekaligus mendalami salah satu pilar bidang ilmu yang mendasari Prodi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister, yakni ilmu Sastra”, ungkapnya.
Kuliah umum Dr. Apri Damai Sagita Krisandi, M.Pd. membahas beberapa isu utama penelitian sastra anak di VORSTENLADEN Tahun 1920-1940, seperti bentuk, nilai, fungsi, dan invensi buku sastra anak pada era itu. VORSTENLADEN disebutkan sebagai istilah untuk menyebut wilayah-wilayah kerajaan di Jawa yang merupakan pecahan dari Kesultanan Mataram. Istilah ini berasal dari bahasa Belanda yang berarti "tanah kerajaan".

Kuliah umum ini mendapat sambutan yang antusias dari para mahasiswa. Salah satu mahasiswa baru bahkan mengatakan, ”saya terinspirasi untuk meneliti pendidikan indigenous dalam konteks pendidikan bahasa di sekolah dasar,” ujarnya.
Stephanus Edy Winarto, wakil dari IKAMA, menyatakan ”kuliah umum ini menambah wawasan para alumi magister S2 Pendidikan Bahasa Indonesia tentang sastra anak dan implikasinya dalam pendidikan”, jelasnya.
Salah satu butir penting dari kuliah umum ini adalah pendidikan indigenous memungkinkan pengakuan dan pemberdayaan kekayaan budaya, penetahuan lokal, serta identitas masyarakat adat. Saat ini, dunia pendidikan Indonesia sedang mengalami pergantian kurilkulum dan cenderung melupakan praktik baik dalam pendidikan indigenous. Padahal, kolaborasi pendidikan indigenous dengan kurikulum nasional memiliki signifikansi yang penting dalam memperkaya pendidikan anak.
kembali
- MPBInd USD Hadir di PIBSI 2026, Angkat Transformasi Pembelajaran Bahasa Indonesia di Era Ekosistem Digital
- Keseruan Orientasi Mahasiswa Baru Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Menjawab Kegelisahan Para Guru lewat Pelatihan Deep Learning
- Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Gandeng Kerjasama dengan UPI dan Universitas Pasundan Bandung
- Tips dan Trik Lolos Beasiswa LPDP Bagi Calon Mahasiswa Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Pentingnya Pendidikan Indigenous: Dari Kuliah Umum S2 Magister Pendidikan Bahasa Indonesia
- Leaflet MPBInd edisi 2025
- Prof. Dr. Pranowo, M.Pd Guru Besar Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Purnakarya
- Booklet Pendidikan Bahasa Indonesia Program Magister 2025
