Kolom
Mengenal Padanan "Check in", "Check out", "Barcode", dan "QR Code" dalam bahasa Indonesia
Sejak adanya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Indonesia, masyarakat mulai sering mendengar dan menggunakan beberapa kata dalam bahasa asing. Kata-kata itu antara lain, check in, check out, barcode, dan QR code. Kata-kata tersebut biasanya digunakan saat masyarakat hendak masuk, keluar, dan melakukan pembayaran di pusat perbelanjaan atau tempat umum lainnya.
Masyarakat sudah banyak yang mengetahui arti dari kata-kata ini. Namun, masyarakat Indonesia cenderung lebih nyaman menggunakan kata-kata yang berasal dari bahasa Inggris ini daripada memakai padanan kata dalam bahasa Indonesia. Salah satu penyebab dari hal ini adalah kurangnya pengetahuan masyarakat tentang padanan kata-kata tersebut dalam bahasa Indonesia.
Check in memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia yaitu lapor masuk. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), lapor masuk adalah ‘melapor kepada petugas untuk masuk atau naik (tentang hotel atau pesawat)’.
Sekarang ini kata check in sering digunakan saat masyarakat hendak masuk ke pusat perbelanjaan atau tempat umum untuk mengetahui status masyarakat tersebut sudah mengikuti vaksinasi Covid-19 atau belum. Tulisan kata check in sering terlihat di pintu masuk berbagai tempat umum di Indonesia. Padahal seharusnya bisa saja tulisan check in diganti dengan lapor masuk atau kata check in hanya digunakan sebagai tambahan penjelasan dalam bahasa asing.
Terdapat kata lain yang berhubungan erat dengan check in, yaitu kata check out. Jika tulisan check in sering ditemukan pada area pintu masuk sebuah tempat umum, sebaliknya kata check out ditemukan pada sekitar pintu keluarnya. Padanan kata check out dalam bahasa Indonesia adalah lapor keluar.
Menurut KBBI, lapor keluar adalah ‘melapor kepada petugas untuk keluar meninggalkan hotel’. Meskipun demikian, saat ini yang dimaksud lapor masuk dan lapor keluar tidak hanya saat meninggalkan hotel, tetapi juga berbagai tempat umum lainnya seperti pusat perbelanjaan, bandara, stasiun, tempat wisata, dll.
Lapor masuk (check in) dan lapor keluar (check out) menjadi hal yang wajib dilakukan oleh masyarakat saat berada di tempat umum. Terlepas dari kewajiban masyarakat saat ini untuk melakukan lapor masuk dan lapor keluar di tempat umum, seharusnya masyarakat juga perlu mengetahui padanan kata-kata tersebut dalam bahasa Indonesia.
Hal ini berguna untuk menambah perbendaharaan kata dalam bahasa Indonesia. Selain itu, masyarakat Indonesia seharusnya mulai belajar untuk menggunakan kata-kata dalam bahasa Indonesia yang baik dan benar, selain mampu menggunakan bahasa asing.
Selain lapor masuk (check in) dan lapor keluar (check out), terdapat pula kata atau istilah yang sering digunakan oleh masyarakat akhir-akhir ini, yaitu barcode dan QR code. Ketika lapor masuk menggunakan aplikasi yang dibuat Peduli Lindungi, masyarakat perlu memindai QR code yang sudah disediakan.
Selain itu, QR code juga menjadi media yang sangat penting di era milenial ini untuk melakukan pembayaran secara non-tunai. Dalam dunia retail, barcode bermanfaat untuk keperluan pengemasan, pelacakan, dan pengiriman barang.
Barcode sudah memiliki padanan kata dalam bahasa Indonesia, seperti halnya check in dan check out, yaitu kode batang. Berdasarkan KBBI, kode batang berarti ‘kode identifikasi khusus yang dicetak, berupa rangkaian batang vertikal tercetak yang berbeda lebarnya dan mewakili angka-angka’.
Namun, kode batang merupakan variasi berdimensi satu. Berkembangnya teknologi, kode batang satu dimensi berkembang menjadi kode batang dua dimensi yang disebut dengan quick response code atau biasa dikenal dengan QR code. Jika diartikan ke dalam bahasa Indonesia, quick response code dapat diartikan sebagai kode respons cepat. Hanya saja, istilah kode respon cepat belum ada di dalam KBBI.
Dilihat secara sekilas, kode batang dan kode respons cepat hampir serupa, tetapi ternyata memiliki perbedaan tampilan dan penggunaan. Kode batang adalah serangkaian garis yang digunakan untuk menyimpan informasi teks, seperti jenis produk, ukuran, dan warna. Sementara itu, kode respons cepat terdiri dari kotak hitam yang disusun dalam kotak persegi pada latar belakang putih yang dapat dibaca oleh perangkat pencitraan seperti kamera dan diproses menggunakan koreksi kesalahan Reed-Solomon. Hal ini membuat gambar dapat ditafsirkan dengan tepat. Kode respons cepat lebih kompleks daripada kode batang dan mencangkup lebih banyak informasi.
Harapannya, masyarakat Indonesia makin banyak yang mengetahui padanan kata-kata asing yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari ke dalam bahasa Indonesia. Penguasaan bahasa asing memang sangat diperlukan pada era globalisasi seperti sekarang ini, tetapi jangan sampai orang Indonesia sendiri tidak mengetahui padanan kata-kata tersebut dalam bahasa Indonesia.
Referensi
Badan Pengembangan Bahasa dan Perbukuan, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2020 (tahun terakhir pemutakhiran). Kamus Besar Bahasa Indonesia Daring. Diakses dari https://kbbi.kemendikbud.go.id
Marketing ID CloudHost. t.t. “Perbedaan Barcode dan QR Code serta Cara Membuatnya dengan Cepat dan Mudah.” Diakses dari https://idcloudhost.com/perbedaan-barcode-dan-qr-code-serta-cara-membuatnya-dengan-cepat-dan-mudah/amp/
Penulis : Stevanny Yosicha Putri | Gambar: Freepik
- Materi Puisi Lama Membosankan? Ini Trik Membuat Caption Berkelas dengan Pantun, Gurindam, dan Syair!
- Lalu Kapan Berjumpa Lagi?
- Representasi Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak Melalui Film “Anak Lanang”
- Bertaut di Antara Masa Lalu dan Masa Depan
- Konflik Batin yang Sering Dialami Anak Rantau
- Garis Tepi Masa Purnabakti
- Ina Essy, Revolusi, hingga Perkara Uang Tunjangan
- Memori Luka 98 dan Gaung Kebengisan Orba: Resensi Cerpen "Clara" Karya Seno Gumira Ajidarma
- Jeda Semester: Beberapa Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa Sastra
- Beragam Fungsi Tanda Hubung dalam Bahasa Indonesia