Kolom
Peluang Bahasa Indonesia sebagai Bahasa Internasional
Bahasa merupakan sarana untuk komunikasi antarmakhluk hidup. Di dunia ini ada banyak sekali ragam bahasa, salah satunya adalah Bahasa Indonesia. Ya, bahasa nasional negara kita. Bahasa Indonesia juga disebut bahasa persatuan, dikarenakan Bahasa ini dipahami oleh semua suku di Indonesia. Lalu, mungkinkah Bahasa Indonesia mampu menjadi bahasa internasional? Mari kita bahas.
Dilansir dari kanal Youtube Update Pro ternyata muncul fakta-fakta bahwa ada negara yang mempelajari bahasa Indonesia, negara itu antara lain Australia, Jepang, Korea Selatan, Hawaii, dan Kanada. Negara yang pertama adalah Australia merupakan negara yang cukup dekat di Indonesia. Di Australia, Bahasa Indonesia diajarkan di beberapa sekolah dasar, dan di salah stau perguruan tinggi yang terdapat di Queensland. Bahkan di Burgman Angelican School di kawasan Canberra, bahasa Indonesia merupakan mata pelajaran wajib dari TK hingga kelas 7, dan sebagai pelajaran pilihan bagi kelas 8 sampai 12.
Menurut Paul Thomas, seorang peneliti bahasa dari Australia, bahasa Indonesia mudah dipahami, ia dapat memahami Bahasa Indonesia sederhana memakan waktu 1—2 tahun, sedangkan untuk tingkat lanjutan bisa selama 10 tahun tuturnya. Manfaat yang Paul dapat adalah Paul bisa bebas berkomunikasi dengan masyarakat.
Perkembangan bahasa Indonesia di Australia bergantung berbagai faktor, menurutnya jika bahasa Indonesia dikancah internasional dikenal penting tentunya akan membawa dampak positif bagi pengajaran Bahasa Indonesia di luar negeri, khususnya Australia.
Faktor lain yang memengaruhi adalah kebudayaan di Indonesia, menurut Paul jika kebudayaan Indonesia dikenalkan di Australia, maka perkembangan bahasa Indonesia di Australia akan semakin baik. Menurutnya potensi bahasa Indonesia agar bisa menjadi bahasa internasional ada, menurutnya caranya bisa dikebalkan dalam ASEAN karena menurutnya kebijakan berbahasa di Asia belum berkembang sehingga ada kesempatan bahasa Indonesia sebagai bahasa internasional di ASEAN.
Hal ini diperkuat dengan pendapatnya yang menyatakan bahwa Bahasa Indonesia lebih mudah dipelajari daripada bahasa asia yang lain seperti Vietnam, Jepang, dan Korea, karena bahasa indonesia tidak memerlukan penguasaan aksara khusus.
Selain Australia, negara bekas penjajah yaitu Jepang ternyata juga ada universitas yang membuka program studi bahasa Indonesia, yaitu Universitas Tokyo. Negara lainnya yaitu Korea Selatan, Program Studi Bahasa Indonesia ditawarkan di Busan University of Foreign Student dengan peminat yang cukup tinggi.
Disiarkan pula di METRO TV adanya Program Studi Bahasa Indonesia di Korea Selatan, yakni di Hankuk University Seoul. Prodi ini masuk sejak tahun 1964. Prodi ini cukup diperebutkan karena dari ratusan yang mendaftar hanya 70 kursi yang disediakan. Seorang Profesor berperan untuk meningkatkan pengembangan prodi ini, yaitu Professor Koh.
Salah satu cara yang dilakukan adalah mengajak diskusi santai di luar kelas, juga menggunakan buku aplikasi. Profesor Koh bisa tertarik dengan Bahasa Indonesia pada mulanya karena terinspirasi oleh Pramudya Ananta Toer. Disana juga ada native speaker namanya Pak Teng. Ada ribuan mahasiswa yang telah lulus dan bergrlar sarjana sastra Indonesia. Kaum muda Korea Selatan menilai bahwa penguasaan Bahasa Indonesia akan memudahkan mencari pekerjaan.
Melalui wawancara yang dilakukan Tami, terlihat bahwa ada yang ambil jurusan ini karena mamanya pernah kerja di Indonesia dan ia tertarik dengan Indonesia. Ada beberapa kalimat yang sulit diucapkan oleh orang Korea seperti huruf R.
Hal ini diperkuat dengan perntataan Yuna Nuna dalam kanal Youtubenya, ia menyatakan bahwa program studi bahasa Indonesia cukup kompetitif. Alasan mereka tidak jauh dari keingintahuan mereka mengenai Indonesia. Menurur Yuna, kemampuan bahas Indonesia diberikan nilai plus jika melamar pekerjaan, karena banyak kerjasama antara Korea Selatan, dan Indonesia.
Negara selanjutnya ada Hawaii, di negara ini ada universitas yang menawarkan program studi bahasa Indonesia, bahkan dosennya rela pulang pergi hawii indonesia untuk belajar lebiih lanjut. Selanjutnya ada kanada, hal ini didasari karena banyaknya pekerja indonesia yang menetap sehingga kursus bahasa indonesia pun dibuka dimana-mana.
Setelah melihat beberapa pernyataan orang-orang yang saya paparkan di atas maka konkllusi yang saya dapatkan adalah ada peluang untuk bahasa Indonesia sebagai bahas Internasional, tentunya hal ini bisa ditingkatkan dengan kepamoran bahas Indonesia sendiri di kancah Internasional. Bayangkan saja negara selain negara yang disebutkan juga ada pelajaran bahasa Indonesia, tentu hal itu menjadi ,dampak yang sangat positif bagi perkembangan bahasa Indonesia.
Saya juga cukup setuju dengan pendapat Paul Thomas, mengenai mungkin langkah yang bisa dilakukan sekarang adalah bahasa Indonesia dijadikan bahasa ASEAN, menurut saya hal ini sangat mungkin dilakukan karena negara-negara Asia Tenggara tentunya mengenal bahasa Melayu yang menjadi awal mula terbentuknya bahasa Indonesia. Sehingga menurut saya cukup mudh bagi mereka untuk mempelajari bahasa Indonesia.
Penulis: Asti Nurrahmatuti | Gambar: Freepik
- Materi Puisi Lama Membosankan? Ini Trik Membuat Caption Berkelas dengan Pantun, Gurindam, dan Syair!
- Lalu Kapan Berjumpa Lagi?
- Representasi Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak Melalui Film “Anak Lanang”
- Bertaut di Antara Masa Lalu dan Masa Depan
- Konflik Batin yang Sering Dialami Anak Rantau
- Garis Tepi Masa Purnabakti
- Ina Essy, Revolusi, hingga Perkara Uang Tunjangan
- Memori Luka 98 dan Gaung Kebengisan Orba: Resensi Cerpen "Clara" Karya Seno Gumira Ajidarma
- Jeda Semester: Beberapa Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa Sastra
- Beragam Fungsi Tanda Hubung dalam Bahasa Indonesia