Kolom
Cantik Lahir Batin
Memang benar, kecantikan adalah salah satu pesona wanita, bahkan kecantikan dapat mengubah pandangan orang sekitar. Perlu diketahui juga bahwa kecantikan berasal dari hati masing-masing manusia. Namun, cantik dalam hal penampilan dan riasan akan kalah cantik dengan perempuan memiliki hati yang tulus.
Cerpen “Cantik” karya Cesilia Sasanda Eka Putri Noveliana, mahasiswi Prodi Sastra Indonesia USD, ini menceritakan tentang Siti yang menjadi primadona di kampungnya karena pandai bersolek dan selalu menjadi bahan pembicaraan orang-orang di desanya. Secara tidak sadar, Siti terlalu berlebihan mengunggulkan kecantikannya.
Cesilia mengangkat masalah yang masih sering terjadi pada sebagian orang yang merasa dirinya paling cantik sehingga menjadi seseorang yang sombong. Ibunya tidak suka atas perilaku Siti yang terlalu berlebihan dan harus selalu tampil cantik. Karakter Ibu yang digambarkan bertolak belakang dengan Siti dan tidak suka memakai riasan sama sekali.
Cerpen “Cantik” karya Cesilia Sasanda menggambarkan masalah yang realistis dan masih terjadi di masa sekarang. Siti, si tokoh utama yang cantik, kerap menjadi bahan gosip ibu-ibu kampung di sekitar rumahnya. Ibu-ibu itu tak terima jika suaminya tergoda oleh kecantikan Siti. Kerap kali Siti berjalan-jalan dan memamerkan kecantikannya itu dengan memakai baju yang modis dan berjalan ala catwalk di kampungnya
Dalam cerpen ini penulis menggunakan bahasa sindiran yang secara tersirat di ceritakan dalam cerpen tersebut. Cara penggambaran watak dalam cerpen ini tidak langsung diungkapkan oleh penulis tetapi ditonjolkan dengan perilaku si tokoh dengan hubungan dan sikapnya yang ditunjukkan dengan sesama.
Cesilia menggunakan gaya bahasa satire, yaitu gaya bahasa yang menyindir namun berbeda dengan sarkasme. Satire merupakan gaya bahasa yang menyindir serta memberikan “peringatan” kepada seseorang namun tidak melukai.
Permasalahan yang terjadi di dalam cerpen “Cantik” mengangkat permasalahan mengenai kecantikan seseorang yang terlalu diunggulkan secara berlebihan hingga terkesan tidak mungkin. Hal ini yang menjadi kelemahan gaya bahasa satire.
Cerpen “Cantik” karya Cesilia Sasanda ini memberikan pesan kepada pembaca bahwa segala sesuatu yang berlebihan dan bersikap sombong memang tidak baik dan sekaligus memberikan pengingat kepada para pembaca untuk bersikap rendah hati.
Unsur-unsur instrinsik di dalam cerpen “Cantik” karya Cesilia Sasanda digarap dengan baik serta permasalahan yang diangkat dalam cerpen “Cantik” yang terkesan sederhana namun dapat memberikan pesan yang berguna bagi pembaca. Hal ini merupakan awal yang baik bagi Cesilia untuk melanjutkan menulis karya-karyanya.
Penulis : Yoseph Yapi Taum dan Resty Rosari Anindhita
- Materi Puisi Lama Membosankan? Ini Trik Membuat Caption Berkelas dengan Pantun, Gurindam, dan Syair!
- Lalu Kapan Berjumpa Lagi?
- Representasi Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak Melalui Film “Anak Lanang”
- Bertaut di Antara Masa Lalu dan Masa Depan
- Konflik Batin yang Sering Dialami Anak Rantau
- Garis Tepi Masa Purnabakti
- Ina Essy, Revolusi, hingga Perkara Uang Tunjangan
- Memori Luka 98 dan Gaung Kebengisan Orba: Resensi Cerpen "Clara" Karya Seno Gumira Ajidarma
- Jeda Semester: Beberapa Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa Sastra
- Beragam Fungsi Tanda Hubung dalam Bahasa Indonesia