Kolom
Mengenal Teks Berita
Di tengah keseharian masyarakat, hampir setiap hari ada peristiwa atau kejadian, seperti bencana alam, korupsi, perampokan, dan pertandingan olahraga. Peristiwa-peristiwa tersebut sering kali dapat diketahui melalui berita. Sebagian orang tentu pernah membaca teks berita, baik di surat kabar dan media daring. Lantas apa itu teks berita?
Pengertian Teks Berita
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, berita diartikan sebagai cerita atau keterangan mengenai kejadian atau peristiwa yang hangat. Dengan kata lain, pengertian ini menyatakan bahwa teks berita menceritakan suatu kejadian atau peristiwa yang baru saja terjadi atau masih baru.
Unsur Berita
Penyampaian informasi mengenai kejadian ini tentu tak lepas dari 5W dan 1H. Apa itu 5W dan 1H? 5W dan 1H merupakan singkatan dari what (apa), who (siapa), why (mengapa), where (di mana), when (kapan), dan how (bagaimana). Teks berita harus mengandung keenam unsur itu agar informasi tersampaikan dengan jelas.
Unsur what berkaitan dengan hal-hal yang dilakukan pelaku atau korban dalam kejadian. Misalnya, peristiwa gempa bumi yang terjadi di Serang, Banten menelan enam korban adalah unsur what atau apa yang terjadi dalam peristiwa itu.
Unsur who berkaitan dengan orang atau pelaku yang terlibat dalam kejadian. Biasanya, orang diberitakan harus dapat diidentifikasi nama, umur, jabatan, dan keterangan lainnya. Misalnya, pemain bulu tangkis tunggal putri Kusuma Wardani menjuarai Spain Masters 2021 adalah unsur who atau siapa yang terlibat dalam peristiwa itu.
Unsur why berkaitan dengan latar belakang dari kejadian yang telah diketahui unsur what-nya. Misalnya, peristiwa banjir di hutan disebabkan oleh penebangan pohon, maka unsur penyebab terjadinya banjir hutan itu adalah penebangan pohon.
Unsur where berkaitan dengan tempat terjadinya peristiwa. Nama tempat peristiwa harus dapat diidentifikasi dengan jelas. Misalnya, peristiwa gempa bumi yang terjadi di Cilegon, Banten, maka Cilegon, Banten merupakan unsur where atau di mana terjadinya peristiwa.
Unsur when berkaitan dengan waktu kejadian. Waktu kejadian dapat yang sedang tejadi, sudah terjadi, atau akan terjadi. Misalnya, BMKG mengumumkan cuaca di Sleman hari ini cerah, maka waktu hari ini merupakan unsur when atau kapan peristiwa itu terjadi.
Unsur how berkaitan dengan proses kejadian. Misalnya, bagaimana klaster kantor yang terdapat di Jakarta dapat terjadi.
Struktur Berita
Di samping memiliki unsur 5W dan 1H, teks berita juga memiliki struktur. Struktur berita umumnya mengikuti sebuah pola piramida terbalik. Berbeda dengan teks lainnya yang mengembangkan latar belakang terlebih dahulu kemudian diakhiri dengan klimaks, teks berita dimulai dengan klimaks dan ikuti oleh bagian yang kurang penting.
Ada alasan penting mengapa teks berita mengikuti pola seperti itu. Alasannya adalah supaya pembaca mudah menangkap pesan pada waktunya tanpa harus membaca teks berita secara lengkap.
Struktur berita yang mengikuti pola piramida terbalik terdiri atas tiga bagian, yaitu judul berita, teras berita, dan tubuh berita.
Judul berita adalah judul yang merupakan inti dalam teks berita. Maksudnya adalah judul berita mencerminkan isi berita yang penting secara ringkas dan padat. Biasanya, judul berita disusun dengan huruf kapital dan tebal.
Teras berita merupakan bagian berita yang memuat ringkasan berita. Teras berita ini menunjukkan fungsi pola piramida terbalik untuk memuaskan perasaan ingin tahu pembaca dengan segera. Dalam surat kabar ataupun media daring, biasanya teras berita terletak di paragraf pertama.
Tubuh berita adalah penjabaran atau perincian yang memuat rincian yang terdapat dalam teras berita. Artinya, tubuh berita menguraikan pokok-pokok masalah yang dalam teras berita. Selain itu, tubuh berita juga menguatkan pokok-pokok yang kurang peting dalam teras berita
Satuan Bahasa dalam Teks Berita
Sebagaimana jenis teks lainnya, teks berita memiliki unsur-unsur kebahasaan. Unsur kebahasaan yang terdapat dalam teks berita adalah wacana, paragraf, kalimat, dan kata transisi.
Teks berita memiliki satuan bahasa tertinggi berupa wacana yang lengkap dan utuh. Artinya, dengan lengkap dan utuh itu pembaca tidak akan merasakan ada informasi yang kurang dalam teks berita. Oleh sebab itu, teks berita harus memuat rangkuman semua unsur yang ada, yakni what, who, where, why, when, dan how.
Teks berita yang berupa wacana dibangun oleh paragraf-paragraf. Sebagai bagian dari wacana, paragraf terdiri atas dua kalimat atau lebih yang saling berkaitan dan mempunyai gagasan. Paragraf dibangun oleh dua jenis kalimat, yaitu kalimat utama dan kalimat penjelas.
Kalimat utama merupakan kalimat yang berisi gagasan utama. Dengan demikian, kalimat utama menjadi pusat dari keseluruhan kalimat yang terdapat di sebuah teks berita. Biasanya, kalimat utama terletak di awal paragraf.
Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mengembangkan atau menguraikan gagasan utama dalam kalimat utama. Meskipun hanya bertugas untuk menguraikan kalimat utama, kalimat penjelas memiliki jumlah yang banyak dalam teks berita. Kalimat penjelas berada setelah kalimat utama.
Selain tiga satuan bahasa itu, teks berita juga memiliki kata transisi. Kata transisi ini sangat diperlukan kehadirannya dalam teks berita. Kata ini berfungsi untuk menjamin kesatuan paragraf teks berita.
Kata transisi dapat dibagi menjadi sembilan macam, yakni penunjuk hubungan tambahan, penunjuk hubungan pertentangan, penunjuk hubungan perbandingan, penunjuk hubungan akibat, penunjuk hubungan tujuan, penunjuk hubungan singkatan, penunjuk hubungan tempat, penunjuk hubungan waktu, dan penunjuk hubungan syarat.
Penunjuk hubungan tambahan merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penanda tambahan. Contohnya selanjutnya, di samping itu, dan lalu.
Penunjuk hubungan pertentangan merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penunjuk hubungan pertentangan atau perlawanan. Contohnya akan tetapi, namun, dan sebaliknya.
Penunjuk hubungan perbandingan merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penunjuk hubungan perbandingan. Contohnya sehubungan dengan itu dan sama dengan itu.
Penunjuk hubungan akibat merupakan unsur transisi penunjuk hubungan akibat. Contohnya sehingga, akibatnya, dan maka.
Penunjuk hubungan tujuan merupakan unsur transisi penanda hubungan tujuan. Contohnya agar, supaya, dan untuk itu.
Penunjuk hubungan singkatan merupakan unsur transisi penanda hubungan singkatan. Contohnya singkatnya dan sebagai kesimpulan.
Penunjuk hubungan tempat merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penunjuk hubungan tempat. Contohnya berdekatan dengan itu, di seberang, dan di sini.
Penunjuk hubungan waktu merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penunjuk hubungan waktu. Contohnya kemudian, sementara itu, dan seusai.
Penunjuk hubungan syarat merupakan unsur transisi yang berfungsi sebagai penunjuk hubungan syarat. Contohnya jika, jikalau, dan apabila.
Rujukan
Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. 2020. Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Kelima Luring. Diakses dari https://play.google.com/store/apps/details?id=yuku.kbbi5.
Chaer, Abdul. 2010. Bahasa Jurnalistik. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Kusumaningrat, Hikmat dan Purnama Kusumaningrat. 2005. Jurnalistik Teori dan Praktik. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Rahardi, Kunjana. 2006. Paragraf Jurnalistik. Yogyakarta: Penerbit Santusa.
Penulis: Leonardus Ardi Agung Prasetyo Nugraha.
- Materi Puisi Lama Membosankan? Ini Trik Membuat Caption Berkelas dengan Pantun, Gurindam, dan Syair!
- Lalu Kapan Berjumpa Lagi?
- Representasi Peran Keluarga dalam Pembentukan Kepribadian Anak Melalui Film “Anak Lanang”
- Bertaut di Antara Masa Lalu dan Masa Depan
- Konflik Batin yang Sering Dialami Anak Rantau
- Garis Tepi Masa Purnabakti
- Ina Essy, Revolusi, hingga Perkara Uang Tunjangan
- Memori Luka 98 dan Gaung Kebengisan Orba: Resensi Cerpen "Clara" Karya Seno Gumira Ajidarma
- Jeda Semester: Beberapa Rekomendasi Buku untuk Mahasiswa Sastra
- Beragam Fungsi Tanda Hubung dalam Bahasa Indonesia