Berita

Malam Pelepasan Calon Wisudawan dan Wisudawati XXXI XXXI

Dalam sambutannya Bapak Dr. T. Priyo Widiyanto, M.Si. sebagai Dekan mengatakan keberhasilan para wisudawan/wisudawati bukan hanya karena kerja keras diri sendiri, namun juga karena adanya dukungan dari orang lain. Khususnya dukungan dari orang tua  yang membiayai, mendukung dan memotivasi sehingga berhasil dalam studi. Selain itu para dosen juga sangat senang karena putra – putri yang mereka didik akan menjadi sarjana.

Pesan dari pak Priyo kepada para wisudawan/wisudawati adalah ketika menjadi sarjana akan ada banyak permasalahan hidup yang jauh lebih sulit, oleh karena itu pak Priyo berharap para wisudawan/wisudawati untuk menjadi orang yang memiliki gairah untuk bangkit ketika jatuh, dan kita semua bisa belajar dari banyak pihak. Selain itu, saat wisudawan/wisudawati sudah menjadi orang sukses, janganlah menjadi orang sombong. Pak Priyo mengatakan ada tiga kesombongan yang harus dicermati, yang pertama adalah kesombongan material. Kesombongan material ini sangat mudah dilihat, dilakukan dan diidentifikasi. Kesombongan yang kedua adalah kesombongan intelektual, dikatakan bahwa ketika kalian menjadi orang – orang yang cerdas, jangan menggunakan intelektualitas kalian untuk menguasai orang lain. Kesombongan yang ketiga adalah kesombongan afektif, kesombongan ini sulit dideteksi karena orang – orang  yang merasa rendah hati dan merasa dirinya baik pun bisa jatuh dalam kesombongan. Oleh karena itu, para wisudawan/wisudawati harus berefleksi dan mengoreksi batin agar tidak jatuh pada ketiga kesombongan tersebut.

Dalam kesempatan berikutnya Pak Petrus Hendro Mulyono yang merupakan perwakilan orang tua dan orang tua  dari Ribka Astasari Mulyono menyampaikan terdapat sisi positif dalam menempuh studi di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma, bahwa meskipun banyak tuntutan dalam pelajaran tapi bertujuan baik untuk mendidik sehingga putrinya memiliki mental yang kuat dan tangguh dalam menghadapi tekanan. Pak Petrus berpesan pada wisudawan/wisudawati bahwa setelah lulus, nantinya akan menghadapi kehidupan yang lebih rumit daripada saat mereka kuliah. Pak Petrus berharap bahwa para wisudawan/wisudawati dapat mempraktekan ilmu yang sudah di dapat pada saat kuliah di Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma. Dikatakan juga bahwa belajar ilmu Psikologi sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, tetapi bila hanya menguasai ilmu psikologi dan tidak mampu mempraktekan di kehidupannya, maka itu sama saja dengan sia – sia atau tidak ada artinya. Harapan Pak Petrus sebagai orang tua adalah para wisudawan/wisudawati berprestasi di dalam berkarya dan berprestasi dalam membentuk diri sehingga memiliki kepribadia yang bertumbuh menjadi matang. Hal ini dikarenakan orang yang memiliki pribadi yang dewasa dan matang, saat ini dicari banyak perusahaan dan dibutuhkan oleh banyak masyarakat. Oleh sebab itu harapan sebagai orang tua adalah wisudawan/wisudawati dapat menjadi sarjana Psikologi yang tangguh dan handal serta luar biasa baik didalam lingkungan berkarya, bermasyarakat serta berkeluarga.

Pak petrus juga mengucapkan terima kasih atas perwakilan dari orang tua karena bapak ibu dosen tidak hanya mendidik anak didalam kelas, namun juga mendampingi, membimbing, mengembangkan soft skill para wisudawan/wisudawati menjadi sarjana Psikologi. Pak Petrus yakin bahwa para wisudawan/wisudawati tidak hanya dituntut berprestasi kuliah, namun juga berprestasi mengembangkan kepribadian yang lebih baik.

Dalam sambutan berikutnya disampaikan oleh Natan Agung Purwanto yang merupakan perwakilan calon wisudawan/wisudawati. Natan mewakili para wisudawan/wisudawati mengucapkan terimakasih kepada para dosen atas bimbingan, didikan, support dan pengajaran yang diberikan. Natan juga menceritakan proses perjalanan hidup dari mahasiswa menjadi wisudawan wisudawati penuh proses suka dan duka. Natan berpesan untuk para wisudawan/wisudawati bahwa masih banyak tantangan hidup setelah lulus serta dalam hal meraih mimpi/cita-cita pasti akan ada hambatan, oleh karena itu jangan menyerah dan putus asa dalam menggapai mimpi tersebut sebab tidak ada yang tidak mungkin. Dalam sambutan penutupnya Natan mengambil kutipan dari Agnezmo yaitu Dream, Believe and Make It Happen (Bermimpi, Percaya, Buatlah jadi Kenyataan) serta berharap bahwa para wisudawan/wisudawati memiliki mimpi yang lebih dan tidak pernah menyerah menggapai mimpi tersebut. (Kartika/StaffLab)


kembali