Berita
Talk Show bersama dr. Andreas Kurniawan, Seorang Psikiater yang Menemukan Kebahagiaan melalui Doraemon!

Dalam kesempatan ini, Gramedia membawa serangkaian Book Tour berjudul “Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya” yang menjadi seri lanjutan dari mega best seller “Seorang Pria yang melalui Duka dengan Mencuci Piring” menuju kampus Universitas Sanata Dharma. Kegiatan Book Tour dengan tema “Mengolah Anxiety dan Unfulfilled Desires untuk Mencapai Kebahagiaan” yang dikemas dalam bentuk bedah buku ini dilaksanakan pada hari Senin, 28 April 2025 mulai pukul 13.00 WIB di Ruang Drost Lt. 4, Gedung Pusat Kampus 3 Universitas Sanata Dharma. Dengan menghadirkan seorang psikiater, yaitu dr. Andreas Kurniawan, Sp.KJ sebagai pembicara utama sekaligus penulis buku dari “Seorang Wanita yang Ingin Menjadi Pohon Semangka di Kehidupan Berikutnya” bersama Desna Warintan sebagai moderator dan Michael Dewa sebagai pembedah buku, bahwasanya peserta dapat menemukan makna-makna yang terkandung di balik pengalaman yang menimpanya.
Rangkaian kegiatan dibuka dengan registrasi dan pengisian bowl of desires yang mengandung pertanyaan, “Seandainya terlahir kembali di kehidupan berikutnya, kamu ingin menjadi apa?” untuk diisi oleh peserta yang hadir. Sebagai pembuka acara, penampilan gitar diberikan untuk membuat suasana kegiatan menjadi lebih santai dan nyaman. Setelah penampilan, Desna selaku moderator membuka dan memperkenalkan dr. Andreas kepada pada peserta, serta memberikan gambaran umum terkait buku yang hendak dikaji.
Kegiatan bedah buku yang disalurkan dalam bentuk talk show ini mendorong dr. Andreas menggambarkan kebahagiaan dalam berbagai bentuk yang pernah didambakan oleh manusia. Terkadang manusia mengaitkan kebahagiaan dengan hal-hal yang terlalu besar hingga tanpa sadar kerap lalai dan kurang memberikan apresiasi terhadap kesederhanaan yang masih bisa dinikmati setiap harinya. Sebut saja kegagalan yang sering kali dimaknai sebagai keberhasilan yang tertunda atau ketidaksempurnaan yang dipandang sebagai kesempurnaan yang tengah dipupuk. Entah ucap siapa, tetapi dr. Andreas memandang kegagalan dan ketidaksempurnaan sebagai konsep yang merangkul proses perjalanan bahwa itu semua akan indah dengan caranya sendiri.
“Ketidaksempurnaan itu bukan jalan menuju sempurna. Sama seperti telur setengah matang–bukan berarti sepenuhnya setengah matang, tetapi ada sisi-sisi yang kurang sempurna yang membuatnya indah dengan caranya sendiri”, ucap dr. Andreas dalam menggambarkan ketidaksempurnaan.
Apapun jatuh yang dihadapi–alami, rasakan, dan refleksikan. Persis dengan hubungan yang tidak sempurna–latih diri untuk merasakan sakit, sehingga mampu untuk berdiri dan memperbaiki. Dengan begitu, kita dapat menjadi lebih mensyukuri keadaan hidup yang kita alami.
Seperti yang telah diungkapkan oleh dr. Andreas, “Bersyukur dengan hal-hal yang kecil, misalnya seperti minum.”
Setelah banyak mendengar mengenai kegagalan, kesempurnaan, kebahagiaan, dan rasa syukur dari dr. Andreas, kegiatan dilanjutkan dengan membaca beberapa keinginan dari bowl of desires yang telah diisi oleh peserta sebelumnya. Dr. Andreas menemukan adanya peserta yang ingin menjadi dirinya lagi dengan versi yang lebih baik, tetapi juga menemukan beberapa harapan baru dengan terlahir kembali sebagai entitas unik, misalnya menjadi timun dan kecoa terbang.
Mendekati penghujung acara, dr. Andreas membuka sesi tanya jawab atau QnA. Dalam sesi ini, ia tetap berfokus pada buku kedua sembari mengaitkannya dengan duka, penyesalan, dan value yang telah ia bawakan dalam buku pertamanya.
“Masa lalu itu sudah tidak terjadi, masa depan juga belum ada karena belum terjadi. Oleh sebab itu, kita harus melatih kehidupan saat ini. Hidup seolah-olah besok mati, maka artinya menghargai momen saat ini” dan “Kamu masih bisa tetap mencintai orang atau menggantikannya, tetapi kamu bisa terus berduka hingga kapan pun”, yang menjadi highlight dari pertemuan singkat bersama dr. Andreas ini.
Nasya Lussiana Dewi
Pada sesi QnA juga dr. Andreas sesekali menyebarkan bumbu spoiler yang disajikan dengan memberikan petunjuk bahwa buku ketiganya akan membicarakan inner child yang mana akhir-akhir ini kerap disorot oleh masyarakat digital masa kini. Setelah sampai penghujung kegiatan, momen ini ditutup dengan sesi dokumentasi dan book signing yang memberikan kesan eksklusif dan personal dengan dr. Andreas.
kembali
- EVALUASI ASISTEN DOSEN INVENTORI DAN STUDENT STAFF LABORATORIUM PSIKOLOGI
- Misa Syukur Pembukaan Dies Natalis ke-30, Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
- Class Meeting 2026
- Pelepasan Wisuda Fakultas Psikologi Universitas Sanata Dharma
- Fakultas Psikologi USD Gelar Serah Terima Jabatan Pejabat Struktural Periode 2026–2030
- DIES NATALIS FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA KE-29
- Mahasiswa Psikologi Universitas Sanata Dharma Pelajari Penerapan Teknologi HR melalui Mekari Talenta
- Universitas Sanata Dharma Pelajari Praktik Program Profesi Psikologi di UNIKA
- PELEPASAN WISUDA FAKULTAS PSIKOLOGI UNIVERSITAS SANATA DHARMA
- Kupas Tuntas Dualisme melalui Forum Diskusi I: Enjoy Your Symptom!

