Berita

EVALUASI ASISTEN DOSEN INVENTORI DAN STUDENT STAFF LABORATORIUM PSIKOLOGI

gb 1

          Pada hari Kamis, 11 Juni 2026, telah dilaksanakan kegiatan Evaluasi Asisten Dosen Inventori dan Student Staff Laboratorium Psikologi di Ruang Studio pada pukul 09.00–11.00 WIB. Kegiatan ini diawali dengan penjelasan mengenai tugas akhir yang perlu diselesaikan oleh para asisten Inventori. Laporan akhir yang dikumpulkan mencakup rekap kelas, administrasi praktikum, rekap pemeriksaan laporan yang meliputi skoring dan revisi, hasil pemindaian penilaian praktikum serta peer rating, dan foto diri asisten untuk keperluan pengajuan sertifikat. Seluruh dokumen dikumpulkan dan diunggah ke Google Drive yang telah disediakan, serta melengkapi berkas yang dibutuhkan untuk proses pengajuan honorarium sesuai ketentuan yang telah diberikan.
          Selanjutnya,Ibu Elisabeth Dwi Anggraeni, S.Psi., M.A.  selaku Kepala Laboratorium Psikologi–menyampaikan sambutan dan ucapan terima kasih kepada seluruh asisten atas kontribusi dan pendampingan yang telah diberikan selama proses asistensi. Dalam kesempatan tersebut, para asisten juga diajak untuk berbagi pengalaman, kendala, serta tantangan yang dihadapi selama mendampingi mahasiswa. Secara umum, para asisten menyampaikan bahwa proses asistensi berjalan dengan baik dan mahasiswa yang didampingi cukup kooperatif serta responsif. Meskipun demikian, masih terdapat beberapa mahasiswa yang mengalami kendala dalam menyelesaikan tugas dan mengumpulkan laporan tepat waktu.

gb 2

       Beberapa asisten menyampaikan bahwa masih ada mahasiswa yang menunda pengerjaan laporan hingga melewati batas waktu yang telah ditentukan. Selain itu, beberapa mahasiswa juga sulit dihubungi meskipun sudah diingatkan melalui pesan maupun diajak bertemu secara langsung. Laporan yang dikumpulkan pun masih ditemukan belum lengkap, seperti bagian interpretasi dan deskripsi hasil tes yang belum diselesaikan. Menanggapi hal tersebut, Bu Elis menyarankan agar mahasiswa yang belum menyelesaikan kewajibannya diberi pemahaman bahwa tanggung jawab asisten berakhir setelah seluruh berkas diserahkan kepada dosen pengampu. Asisten juga diminta untuk memberikan catatan khusus mengenai mahasiswa tersebut pada formulir penilaian akhir serta menginformasikannya kepada dosen yang mengampu.
       Dalam sesi evaluasi, para asisten menyampaikan bahwa pelaksanaan tugas sebagai asisten dosen secara umum berjalan dengan baik dan tidak mengalami kendala yang berarti. Bu Elis menekankan pentingnya menjaga kesehatan mental, baik bagi mahasiswa yang didampingi maupun para asisten sendiri. Beliau juga mengingatkan bahwa komunikasi yang baik antara mahasiswa, asisten, dosen, dan asisten laboratorium perlu terus dijaga. Dengan adanya komunikasi yang terbuka dan efektif, berbagai kendala yang muncul selama proses praktikum maupun asistensi dapat diselesaikan dengan lebih mudah dan tepat.
       Pada sesi evaluasi student staff, tidak terdapat masukan atau permasalahan yang perlu mendapat perhatian khusus. Diskusi kemudian berlanjut pada prosedur bagi mahasiswa yang mengulang praktikum. Disampaikan bahwa mahasiswa yang akan mengulang perlu berkoordinasi terlebih dahulu dengan asisten dosen, kemudian asisten akan mengonfirmasi kepada pihak laboratorium terkait pergantian atau proses pengulangan tersebut. Selain itu, mahasiswa yang mengulang diwajibkan menggunakan testee yang berbeda dari praktikum sebelumnya.
      Selanjutnya, terdapat masukan dari asisten terkait fasilitas dan pelaksanaan praktikum. Salah satu kendala yang disampaikan adalah kondisi beberapa ruangan yang terasa panas sehingga mengurangi kenyamanan selama proses pengetesan. Selain itu, terdapat usulan penambahan papan tulis untuk mendukung kegiatan praktikum. Asisten juga menyoroti pentingnya penyampaian informasi yang jelas terkait perubahan jadwal atau lokasi praktikum, karena pernah terjadi kesalahpahaman mengenai perpindahan ruangan yang menyebabkan keterlambatan dan kebingungan.
      Sebagai penutup, Bu Elis kembali mengingatkan beberapa hal penting yang perlu diperhatikan selama pelaksanaan praktikum. Salah satunya adalah aturan mengenai keterlambatan mahasiswa. Mahasiswa yang mengikuti praktikum hanya diperbolehkan terlambat maksimal 30 menit dari jadwal yang telah ditentukan. Selain itu, para asisten diminta untuk mengingatkan mahasiswa agar menggunakan ruangan milik laboratorium Psikologi secara bijaksana dan sesuai kebutuhan. Mengingat ruangan tersebut merupakan fasilitas bersama yang juga digunakan oleh pihak lain, mahasiswa diharapkan dapat menjaga kebersihan dan kerapian ruangan setelah digunakan. Penggunaan ruangan yang efektif dan bertanggung jawab juga perlu diperhatikan agar fasilitas yang tersedia dapat dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh pengguna.
       Terakhir, Bu Elis mengingatkan bahwa seluruh alat tes harus tetap berada di lingkungan Fakultas Psikologi. Alat tes tidak diperbolehkan dibawa keluar area fakultas agar tetap aman, lengkap, dan dapat digunakan untuk kegiatan praktikum berikutnya. Melalui pengingat ini, diharapkan mahasiswa dan asisten dapat bersama-sama menjaga kelancaran pelaksanaan praktikum serta memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara bertanggung jawab.

gb3
Student Staff Lab. Psikologi

Renisya (239114157), Kurnia (239114211)



kembali