Berita

Short Term Academic Exchange di Sogang University 2018

02-12-2019 08:44:49 WIB

Pada tanggal 21 Januari 2018 – 26 Januari 2018, enam perwakilan mahasiswa prodi Pendidikan Kimia angakatan 2017 dan dua dosen pendamping yang berangkat ke Korea Selatan untuk melakukan Short Academic Exchange di Sogang University. Keenam mahasiswa tersebut adalah Novena Tesalonika Rasuh, Stella Afrilita Limbong, Angela Seriang, Hanna Angelina, Arya Susila Nugraha dan Yosef Yonatan Lewi. Keenam mahasiswa terbaik tersebut dipilih berdasarkan kemampuan akedemik dan kemampuan Bahasa Inggris. Mereka didampingi oleh dua dosen pendamping yaitu Dra. Maslichah Asy’ari, M.Pd dan Risnita Vicky Listyarini, M.Sc.

Bulan Januari merupakan musim dingin di Korea Selatan dan suhu turun hingga -20 °C. Hal ini tidak menyurutkan semangat para rombongan melakukan serangkaian kegiatan. Pada hari pertama, rombongan mengunjungi Department of Chemistry Education, Seoul National University (SNU). Rombongan disambut oleh Prof. Dae Hong Jeong. SNU menjadi salah satu universitas yang memiliki Fakultas Ilmu Pendidikan di Korea Selatan. Fakultas ini menaungi beberapa jurusan, salah satunya adalah Pendidikan Kimia. Perbedaan antara Pendidikan Kimia dengan Kimia Murni yang ada di SNU ini adalah Pendidikan Kimia difokuskan untuk menjadi tenaga pengajar di bidang kimia, sedangkan Kimia Murni difokuskan untuk menjadi kimiawan. Oleh karena itu, mahasiswa di Pendidikan Kimia harus bagus di semua bidang kimia, tidak seperti pada mahasiswa di Kimia Murni. Mahasiswa di Pendidikan Kimia ini diharapkan nantinya mampu mengajar calon-calon kimiawan di masa mendatang, maka mahasiswa Pendidikan Kimia dibekali ilmu yang lebih banyak.



Pada hari kedua, mahasiswa mengikuti workshop 3D Printing. Dalam workshop tersebut, mahasiswa diajari membuat/merangkai Delta 3D Printer di Sogang University. Workshop tersebut diselenggarakan oleh Prof. Kwanwoo Shin.

Pemanfaatan 3D-Printer sangat luas. Selain untuk mencetak beda-beda tiga dimensi, printer 3D diharapkan dapat bisa mencetak organ-organ dalam manusia, seperti jantung, hati, paru-paru, dan ginjal yang berguna bagi dunia kesehatan.

Rombongan dosen berkesempatan mengunjungi Seoul National University High School. Rombongan berdiskusi tentang metode-metode pembelajaran kimia SMA dengan pendekatan konsep Small Scale Chemistry (SSC) yang sudah lama diterapkan di Korea. Guru-guru di Korea mengajarkan kimia dengan cara fun dan interesting dengan menggunakan sarana yang mudah didapatkan dan dalam ukuran yang kecil. Banyak sekali topik-topik di mata pelajaran kimia di SMA yang bisa diajarkan lebih menyenangkan menggunakan SSC.

 

Pada hari ketiga, rombongan mengunjungi KRICT (Korea Research Institute of Chemical Technology) di kota Daejeon. Perjalanan ditempuh menggunakan KTX.

Sebagai sebuah institusi milik negara, KRICT bertanggung jawab untuk menghasilkan riset yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Korea Selatan. Sesuai dengan tujuan mereka, yaitu mempercepat transfer teknologi ke industri. Dengan menghasilkan riset yang relevan dengan kondisi masyarakat, KRICT mendorong industri Korea Selatan untuk mandiri. Dengan demikian terjadi simbiosis mutualisme antara pelaku industri dengan institusi riset. Ketika institusi riset menghasilkan penemuan yang dapat diproduksi massal oleh industri, mereka mendapatkan sokongan dana dari pihak pelaku industri.

 

Perjalanan di hari ketiga dilanjutkan ke Korea Aerospace Research Institute (KARI). Tempat yang berkaitan dengan ruang angkasa sesuai dengan namanya itu. Tempat ini dibangun pada tahun 1999 yang bertujuan untuk membangun ekonomi nasional dan meningkatkan kehidupan nasional dari eksplorasi baru dan kemajuan teknologi, pengembangan, dan penyebaran IPTEK akan ruang angkasa.

 

Perjalanan hari ketiga ditutup dengan kunjungan ke Korea Advanced Institute of Science and Technology (KAIST). KAIST merupakan salah satu universitas negeri terbaik di Korea yang berada di Daedeok Innopolis, Daejeon. Kami bertemu dengan salah satu mahasiswa KAIST yang berasal dari Indonesia.

Perjalanan di hari terakhir dilanjutkan dengan mengunjungi tempat-tempat wisata kebudayaan yaitu Gyeongbokgung Palace dan Changdeokgung Palace berada di tengah kota Seoul dan dikelilingi oleh gedung-gedung bertingkat yang bernuansa modern. Berkunjung ke Gyeongbukgong Palace membuat kita time travelling ke masa-masa Korea di bawah pimpinan kerajaan. Gyeongbukgong Palace adalah istana utama di saat masa pemerintahan dinasti Joseon. Perjalanan dilanjutkan dengan kunjungan ke National Folk Museum

Perjalanan selama seminggu di Korea membawa pengalaman yang berkesan bagi para rombongan baik dalam hal akademik dan non-akademik. Hal-hal yang didapatkan dari Korea tersebut diharapkan dapat diterapkan di Prodi Pendidikan Kimia sehingga membawa kemajuan Prodi Pendidikan Kimia ke depannya.
Salam Driyarkara Muda!

(RVL)

 


 kembali