Akademik
Uraian Mata Kuliah
Mata Kuliah Wajib:
1.Estetika Sosial: Mata kuliah ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman manusia di wilayah-wilayah yang dengan satu dan lain cari sebagai hasil irisan antara seni, teknologi, dan ekonomi. Matakuliah ini dimaksudkan untuk memberikan orientasi minat dan rencana penelitian mahasiswa pada konteks yang dianggap paling relevan dan dinamis.
2.Seni dan Fetisisme-Melankolia: Mata kuliah ini meliputi tiga cakupan besar: gagasan dasar tentang melankolia dengan konsep-konsep terkait; sejumlah teori seni dan politik yang lahir dari gagasan melankolia; dan relevansi teori tersebut untuk konteks masyarakat Indonesia sekarang.
3.Seni, Sains dan Teknologi: Mata kuliah ini mencakup hubungan dinamis dan dialektis antara seni dan teknologi dari waktu ke waktu. Secara khusus mata kuliah ini akan memberi perhatian pada interaksi seni dan teknologi pada jaman sekarang yang semakin intensif.
4.Metodologi Penelitian Seni dan Masyarakat: Mata kuliah ini mencakup berbagai pendekatan dalam Kajian Seni dan Masyarakat meupun berbagai contoh hasil penelitian yang bisa dianggap sebagai kajian seni dan masyarakat.
Mata Kuliah Pendukung Wajib:
1.Pendalaman Teori Pendukung Proposal Disertasi: Mata Kuliah ini dimaksudkan untuk pendalaman materi teoretis dan konseptual yang akan dipakai oleh setiap mahasiswa untuk penelitian disertasi. Oleh karena itu cakupan matakuliah ini ditentukan oleh kerangka teoritis dan konseptual yang dipilih oleh mahasiswa. Mata kuliah ini diberikan dengan asumsi bahwa matakuliah –matakuliah teoretis yang sudah diberikan tidak dengan sendirinya bisa diterapkan begitu saja tanpa pendalaman dan penyesuaian dengan topik penelitian setiap mahasiswa
2. Pendalaman Metode Pendukung Proposal Disertasi: Mata kuliah ini bertujuan memfasilitasi mahasiswa untuk memahami dan menggunakan metode penelitian yang tepat dalam penulisan proposal disertasi. Waktu perkuliahan seiring dengan pelaksanaan mata kuliah Pendalaman Teori. Tujuan akhir dari dua mata kuliah ini adalah, mahasiswa menghasilkan proposal disertasi sesuai aturan penulisan ilmiah dengan kualitas sesuai standar S3 Kajian Seni dan Masyarakat USD. Proses perkuliahan dirancang dalam tiga bagian. Bagian pertama, mahasiswa mempresentasikan tema penelitian masing-masing. Dalam proses tersebut, mahasiswa lain diberi kesempatan menanggapi, bertanya, dan memberikan masukan, selanjutnya dosen memberikan masukan dan menggarisbawahi hal-hal penting untuk diperhatikan/dilakukan mahasiswa. Bagian kedua, mahasiswa diajak memperdalam sejumlah referensi metode penelitian yang sesuai dengan tema penelitian masing-masing. Bagian ketiga, mahasiswa menuliskan metode penelitian yang tepat dalam proposal disertasi mereka.
3. Tutorial Penulisan Jurnal Ilmiah: Mata Kuliah ini mencakup pendampingan mahasiswa dalam penulisan jurnal ilmiah baik dalam bahasa Indonesia maupun dalam bahasa Inggris
Mata Kuliah Pilihan:
1.Seni dan Pasar - Ekonomi Politik Seni: Matakuliah ini bertujuan agar para mahasiswa (1) mempunyai pengetahuan dasar tentang teori-teori ekonomi politik serta ideologi yang mendasarinya; (2) mempunyai sikap kritis (namun juga realistis) pada ekonomi politik yang sedang berlaku: (3) mengembangkan ekonomi politik seni yang lebih sesuai dengan masyarakatnya.
2.Teori Pascakolonial tentang Seni: Kuliah ini bertujuan untuk memperkenalkan perspektif tersebut, demi membantu mahasiswa untuk lebih sadar akan pengaruh relasi kekuasaan global dalam berbagai persoalan dan fenomena yang dihadapi. Khususnya, perspektif pascakolonial diharapkan untuk memperkaya khazanah pengetahuan yang dibutuhkan dalam proses penggagasan dan penulisan disertasi masing-masing. Diharapkan agar dengan bekal kesadaran pascakolonial, mahasiswa menjadi mampu untuk memposisikan diri dengan semakin kritis dan bertanggungjawab sebagai intelektual di bidangnya
3.Seni dan Ideologi: Matakuliah ini bertujuan agar para mahasiswa mempunyai berbagai teori tentang bagaimana seni lahir dari ideologi suatu kelompok masyarakat dan sebaliknya bagaimana seni bisa menjadi umpan balik kritis pada ideologi yang sudah mapan.
4.Seni dan Religi: Mata kuliah ini dimaksudkan untuk mempelajari kedudukan seni dalam kehidupan religi serta hubungan pengalaman religi dalam proses penciptaan seni.
5.Metode Tafsir dan Analisa Seni: Mata kuliah ini bertujuan agar para mahasiswa (1) mempunyai informasi dasar tentang berbagai metode tafsir dan analisa tentang seni, (2) mempunyai pengetahuan tentang contoh-contoh dari masing-masing metode tafsir yang diperkenalkan; dan (3) menguasai paling tidak satu metode tafsir dan analisis yang sudah diperkenalkan.
6.Seni dan Pendidikan: Mata kuliah ini mengkaji hubungan antara praktik seni dan pendidikan terutama dengan menggunakan perspektif Deleuzian (dan Guattarian). Dalam Prodi Seni dan Masyarakat, seni dan pendidikan menjadi salah satu wilayah menantang untuk diteliti guna melihat kontribusi seni dalam pendidikan yang sedang diperebutkan oleh banyak kepentingan. Sejauh ini seni memang sudah masuk dalam dunia pendidikan namun kebanyakan seni diperlakukan sebagai profesi daripada sebagai sumber kreativitas. Perspektif Deleuzian dipilih karena beberapa alasan. Pertama, gagasan Deleuze masih relevan untuk mengritisi kemandegan humanisme maupun anti-humanisme yang entah sadar atau tidak menguasai pendidikan kritis. Sekalipun begitu, kontribusi gagasan Deleuzian di bidang pendidikan masih belum nyata dan signifikan (khususnya di Indonesia). Kedua, Deleuze mempunyai gagasan tentang seni (seni rupa, film, musik, sampai dengan origami!) yang orisinal sehingga bisa mempermudah kita untuk mengaitkan seni dan pendidikan. Ketiga, gagasan Deleuze dipakai di sini sebagai alternatif dari diskusi tentang seni dan pendidikan yang sejauh ini sudah dibahas oleh sosok- sosok seperti Ki Hadjar Dewantara, Mangunwijaya, Paolo Freire, Henry Giroux, Kartini, dan sebagainya yang lebih banyak didominasi dengan kategori emansipasi, transformasi sosial, pembebasan, dan sebagainya. Secara “ambisius”, dalam kuliah ini kita akan mencari kemungkinan lahirnya “spesies” baru gagasan dan praktik pendidikan yang berbasis pada seni. Mata kuliah ini disebut Pendidikan Afektif dan Kreatif dalam: pendidikan bukan sekedar untuk transfer pengetahuan yang sudah ada melainkan untuk menciptakan kebaruan; landasan kebaruan ini hanya terjadi pada tataran afek(tif) dalam artian Deleuzian bukan semata-mata positivistik.
kembali