International Program

Global Leadership Program at Sogang University, South Korea

GLP adalah salah satu pengalaman yang hanya akan saya alami sekali seumur hidup. Program ini benar-benar telah mengubah diriku sebagai seorang individu, dan saya yakin perubahan itu menuju ke arah yang lebih baik. Sebelum diterima di program ini, saya mengira berinteraksi dengan orang-orang yang memiliki begitu banyak perbedaan denganku merupakan hal yang sulit, seperti perbedaan asal negara, latar belakang, selera humor, keyakinan, dan kepribadian. Ternyata, GLP jauh lebih indah dan berkesan bagi saya.

Selama jeda dalam rangkaian acara, saya memanfaatkan kesempatan itu untuk memperkenalkan diri dan menjalin pertemanan dengan sebanyak mungkin orang. Karena selama saya memiliki kesempatan dalam luar negeri, saya ingin belajar berbagai budaya, tradisi, dan norma sosial dari negara-negara asal mereka. Dalam percakapan dengan delegasi lain, saya menyadari bahwa jarak yang jauh tidak berarti ada perbedaan yang besar. Saat saya berbagi pengalaman sebagai orang Indonesia, saya mendapatkan tanggapan yang relevan dengan situasi yang saya alami—baik dari segi politik, sosial, maupun ekonomi. Kini jelas bagi saya bahwa terlepas dari jarak, kita tetap memiliki kesamaan satu sama lain; hal ini justru membuat saya semakin ingin menjalin hubungan lebih dalam dengan delegasi lainnya. Saya pun menjadi semakin penasaran mengenai pengalaman serta tantangan yang mereka hadapi sebagai warga negara di negara mereka masing-masing.



Pada hari ke-2, saat kami mengadakan malam budaya, saya melihat berbagai perbedaan dan persamaan antara negara lain dengan negara saya, hal tersebut membuat saya merasa lebih dekat dengan mereka. Sungguh mengharukan bisa menyaksikan budaya setiap orang, namun yang lebih luar biasa lagi merupakan melihat para delegasi lain begitu antusias untuk berpartisipasi dalam budaya satu sama lain, termasuk budaya kami. Pada malam itulah saya benar-benar menyadari sesuatu yang mendalam: meskipun semua orang di ruangan itu berasal dari latar belakang yang sangat berbeda, lelucon yang dilontarkan dan percakapan yang terjadi malam itu terasa seperti kami sudah berteman selama bertahun-tahun.



Karena topik yang saya berkaitan dengan Higher Education and Artificial Intelligence (AI), saya lebih memahami bagaimana kondisi topik tersebut di berbagai belahan dunia lain. Awalnya, saya mengira hanya Indonesia yang mengalami kesulitan dalam regulasi penggunaan AI generatif serta dampak yang buruk terhadap pendidikan tinggi. Namun, setelah mengikuti sesi diskusi mengenai topik ini dengan para delegasi lain, saya menyadari bahwa ini merupakan masalah global: banyak orang—termasuk mahasiswa—menjadi bergantung terhadap AI generatif. Ketergantungan ini mempengaruhi kemampuan berpikir kritis mereka, yang pada akhirnya berdampak pada dunia pendidikan tinggi. Perbedaannya terletak pada aspek regulasi; universitas di negara lain memiliki aturan yang jauh lebih ketat. Sebaliknya, di universitas kita ataupun di negara kita belum ada regulasi yang tegas, sehingga mahasiswa, dan bahkan dosen, dapat menggunakan AI generatif secara bebas.



Pengalaman yang saya peroleh selama GLP memberikan banyak wawasan tentang kehidupan. Program ini mengajarkan saya bagaimana cara menjadi Global Citizen sekaligus seorang pemimpin (Leader). Saya merasa sangat terinspirasi dan termotivasi untuk terus belajar mengenai aktualisasi diri, pengembangan diri, serta cara menjadi pemimpin yang baik. Saya belajar tentang pentingnya berkomunikasi, mendengarkan pendapat orang lain, memiliki pikiran yang terbuka, serta senantiasa membuka hati bagi siapa pun.

"GLP truly left a mark on my heart forever. I wish to see everyone again sometime in the future! If you are given the chance to join this program, please give it all you got!"

 back