Berita
Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY - Angkatan IV
07-06-2017

Magister Manajemen USD News . Green Entrepreneurship Training (GET) Se-Kevikepan DIY kembali diadakan untuk angkatan ke-empat. GET ke-4 dilenggerakan pada Rabu 07 Juni 2017-Minggu 11 Juni 2017 di tempat yang sama yaitu di Kampus Magister Manajemen Universitas Sanata Dharma (MM USD. Peserta berasal dari berbagai latarbelakang dengan bentuk bisnis yang beragam pula. Pelatihan kali ini diikuti sekitar 30 orang. Sebagai penyelenggara SBED (Socail Business and Entrepreneurship Development) yaitu Pusat Studi Magister Manajemen USD.
Pertemuan hari ini di awali dengan sambutan dan pengantar singkat dari Dr. Titus Odong Kusumajati, MA. Beliau mengajak para peserta supaya menyadari bahwa pelatihan ini bukan seperti bermain sulap, yang bisa membuat peserta menjadi pebinisnis sukses dalam sekejap. Lewat pelatihan ini peserta diharapkan bisa menjadi yang terbaik lewat tiga hal yaitu pengembangan talenta, cara berpikir dan transformasi budaya. Dengan pelatihan, para peserta diharapkan membangun kompetensi, kepercayaan diri dan komitmen dirinya. Peserta seorang entrepreneur harus mau berubah untuk mencapi kesuksesan dan itu membutuhkan komitmen dan keinginan untuk mengeksplorasi berbagai pengetahuan, cara dan pemahaman baru cara 4S yaitu seeing the reality, speaking your opinion, Showing your deeds, dan sharing your experience dan 3C yaitu compaasionate/merengkuh realitas sosial, connected/membangun persaudaraandan committed/berkomitmen mewujudkan kesejahteraan bersama.
Setelah sesi sambutan, semua peserta dan panita mengikuti misa bersama yang dipimpin oleh Rm. Krismanto Pr. Setelah misa selesai, sesi pertam dibawakan kembali oleh Pak Titus dan Pak Jati yang membawakan tema “Kewirausahaan Sosial” dan berbagai permasalahan yang dihadapi. Dalam sesi ini dijelaskan peran UMKM di Indonesia dan berbagai permasalahan UMKM seperti standarisasi-regulasi, modal, investasi, informasi dan teknologi, SDM-manajemen keuangan, R&D, inovasi, networking: supplier, market, partnership, produksi & ekspansi, dan kerentanan. Pada sesi ini juga dijelaskan pemahaman wirausahawan sosial dan sekilas mengenai Laudato Si yang menjadi spirit yang harus dihidupi oleh pengusaha Katolik. Mereka menjelaskan bahwa intinya, bisnis bukan lagi sebatas memikirkan profit tapi juga benefit. Wirausaha sosial memiliki enam ciri yaitu selfcorrect, share credit, established structures, cross disciplinary boundaries, sangggup melakukan aksi dan mempunya etika yang kuat.
Pada dua sesi berikutnya setelah makan siang dibawakan oleh Prof. Dr. M.F. shellyana Junaedi, M. Si. Dengan topik “Perancangan Bisnis Model”. Pada sesi ini, beliau menjelaskan pemahaman seputar model bisnis dan nine block atau model canvas yang biasa digunakan untuk menyusun model bisnis. Dia menegaskan kembali bahwa entrepreneur adalah seorang yang mengubah “kotoran” dan “rongsokan” menjadi “emas” (Ir. Ciputra). Seorang entrepreneur harus berani berpikir outside of the box. Dalam membuat model bisnis, perlu memikirkan sembilan bidang yaitu 1) customer: siapa pelanggan yang ingin dilayani? Untuk siapa kita menciptakan nilai? 2) value proposition: apa yang ditawarkan? Nilai apa yang diberikan? Kebutuhan mana yang akan dipenuhi? 3) channels: melalui apa menjangkau pelanggan? Apa salurannya? Saluran mana yang paling terbaik dan efisien? 4) customer relationship: bagaimana membangun relasi dengan pelanggan? Bentuk relasi apa yang diinginkan? 5) revenue stream: nilai seperti apa yang pelanggan benar-benar bersedia membayar? Bagaimana cara membayarnya? Bagaimana cara menetapkan harganya? Bagaimana cara membangun arus pendapatan? 6) keyresources: sumber daya utama yang dibutuhkan, Saluran distribusi, hubungan pelanggan, dan arus pendapatan? 7) key activities: aktivitas kunci yang diperlukan dalam bisnis? dibagian mana aktivitas berada? Produksi, pemecahan masalah, jaringan? 8) key partnership: siapa mitra usaha kita? Sumber daya apa yang ditawarkan? Aktivitas kunci apa yang dilakukan mitra bisnis? 9) cost structure: biaya terpenting apa yang ada dalam bisnis? sumber daya dan aktivitas kunci apa yang paling mahal?
Pada sesi ini, para peserta diajak dibagi dalam beberapa kelompok dan mencoba menerapkan model canvas kemudian mempresentasikannya di depan para peserta yang lain. Pelatihan hari ini berakhir dengan cukup baik dan menggairahkan para peserta.






- Kolaborasi Peneliti–Praktisi Dorong Transformasi Digital di Credit Union Kridha Rahardja
- Pendaftaran Mahasiswa Baru Magister Manajemen USD TA 2026/2027 Sudah Dibuka
- Kecelakaan Truk, Zero ODOL, dan Tata Kelola Angkutan Barang
- Universitas Sanata Dharma Yogyakarta Buka Program Magister ESG
- Launching Konsentrasi Baru MM ESG - Sustainability
- Konsentrasi Baru MM ESG - Sustainability
- Inovasi Credit Union: Pelayanan Integratif Dan Berbasis Keluarga
- Bertukar Pengalaman Dan Pengetahuan CU Lestari Wonosobo dan Prodi MM USD
- Kontroversi AI Generatif dan Dampaknya terhadap Pendidikan
- Mendidik Generasi Digital:Butir penting kuliah umum Johanes Eka Priyatma, Ph.D., 15 Desember 2023
- Mendidik Generasi Milenial Beretika
- Memahami Belt and Road Initiative dan Implikasi terhadap Tatanan Dunia
- PENGARUH KOMPETENSI, KEDISIPLINAN DAN LINGKUNGAN TERHADAP KINERJA GURU
- Predatory pricing
- PARADIGMA PENDIDIKAN REFLEKTIF DASAR PEMIMPIN BERINTEGRITAS
- Sekolah Kita Seperti Penjara?
- Social Commerce: where to go?
- Carbon Trade and Carbon Market
- The Purchasing Managers Index: A Crucial Economic Barometer
- Keluar Zona Nyaman Menantang Diri Berubah Lewat Magister Manajemen
